skip to main content

Analisis Spasial Kerawanan Banjir di DAS Citarum Hulu: Studi Komparatif 2018 dan 2024 pada Sub DAS Cirasea

1School of Environmental Science, Universitas Indonesia, Jl. Salemba Raya No. 4, Kampus UI Salemba, Jakarta, 10430 Indonesia, Indonesia

2Coordinating Ministry for Human Development and Cultural Affairs, Jl. Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta Pusat, Indeonsia, Indonesia

Received: 10 Jun 2025; Revised: 11 Jul 2026; Accepted: 18 Jul 2026; Available online: 31 Jul 2026; Published: 6 Aug 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract
Meningkatnya frekuensi dan intensitas kejadian banjir di Daerah Aliran Sungai Citarum Hulu, Jawa Barat, menandakan perlunya penilaian bahaya banjir yang akurat menggunakan metodologi berbasis spasial. Sub-DAS Cirasea, yang terletak di daerah hulu yang kritis, semakin rentan karena faktor alam dan antropogenik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis perubahan spasial-temporal dalam tingkat bahaya banjir antara tahun 2018 dan 2024 di Sub-DAS Cirasea. Temuan menunjukkan adanya pergeseran penting dalam distribusi bahaya banjir. Dari tahun 2018 hingga 2024, area yang diklasifikasikan sebagai bahaya rendah meningkat sebesar 5,96%, bahaya sedang menurun sebesar 5,98%, dan bahaya tinggi sedikit meningkat sebesar 2,05%. Pola spasial menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan dan curah hujan berkontribusi terhadap peningkatan zona berisiko tinggi, terutama di daerah hilir. Analisis spasial menunjukkan bahwa meskipun upaya mitigasi tertentu mungkin telah mengurangi risiko banjir di beberapa daerah, yang lain justru memburuk, yang mengindikasikan adanya manajemen risiko yang tidak merata. Studi ini merekomendasikan untuk memprioritaskan pengendalian konversi lahan melalui zonasi dan tata ruang serta pemanfaatan teknologi green infrastructure diprioritaskan dalam kawasan permukiman baru.
Keywords: Banjir; Kerawanan; Spasial; Sub DAS Cirasea; Bencana; Risiko

Article Metrics:

  1. Alsadilla S, WardhaniE. Perencanaan Konsep Zero Runoff dengan Menggunakan Sumur Resapan di Perumahan X, Kabupaten Bandung. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, Vol. 9 No 2, 147-156
  2. Aprilana, Subagja, M. R. (2021). Analisis Spasial Daerah Rawan Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis Di Kabupaten Bnadung, Jawa Barat (Studi Kasus : Kecamatan Banjaran dan Kecamatan Arjasari). FTSP Series 2 : Seminar Nasional dan Disemaninasi Tugas Akhir 2021. Itenas
  3. Asriningrum, W., Harsanugraha, W. K., & Prasasti, I. (Eds.). (2015), Bunga Rampai Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Mitigasi Bencana Banjir. PT Penerbit IPB Press
  4. Ayyasy MNI, Herdiansyah H, Kosandi M. 2021. Accelerating Citarum river restoration by involving peculiar multi-stakeholders approach. IOP Conference Series Earth Environment Science, 802(1):012026. doi: 10.1088/1755-1315/802/1/012026
  5. Badan Nasional Penanggulangan Bencana.. (2023). Geoportal Kebencanaan Indoesia. Jakarta : BNPB
  6. Cao, C., Xu, P., Wang, Y., Chen, J., Zheng, L., & Niu, C. (2016), "Flash Flood Hazard Susceptibility Mapping Using Frequency Ratio and Statistical Index Methods in Coalmine Subsidence Areas", Sustainability, Vol.8, No.9, hal. 1–18. https://doi.org/10.3390/su8090948
  7. D’Arrigo R, Abram N, Ummenhofer C, Palmer J, Mudelsee M. (2011). Reconstructed streamflow for citarum river, Java, Indonesia: linkages to tropical climate dynamics. Climate Dynamics 2011; 36(3-4): 451-62
  8. Fares, Y. R., Yudianto, D. (2004). Hydrological Modeling Of The Upper Citarum Catchment, West Java. https://api.semanticscholar.org/CorpusID: 131203811
  9. Fathunnisa F, Salami IRS. (2015). Content of heavy metals in the water and water hyacinth (Eichhornia crassipes) in water bodies receiving wastewater from textile industry (Case study: cikacembang River, Majalaya Districts, Bandung Regency). The Third Joint Seminar of Japan and Indonesia Environmental Sustainability and Disaster Prevention (3rd ESDP-2015); p. 207–217
  10. Feloni, E., Mousadis, I., & Baltas, E. (2020). Flood vulnerability assessment using a GIS‐based multi‐criteria approach—The case of Attica region. Journal of Flood Risk Management, 13, e12563
  11. Fitriyani, J., Khoirudin Apriyadi, R., Winugroho, T., Hartono, D., Dewa Ketut Kerta Widana, et al. (2021). Karakteristik Histori Bencana Indonesia Periode 1815 – 2019 Berdasarkan Jumlah Bencana, Kematian, Keterpaparan dan Kerusakan Rumah Akibat Bencana. PENDIPA. Journal of Science Education, 5(3), 322– 327. https://doi.org/10.33369/pendipa.5.3.322-327
  12. Halimatusadiah, S. Hadi Dharmawan, A. Mardiana, R. (2012). Efektivitas Kelembagaan Partisipasipatoris di Hulu Daerah Aliran Sungai Citaru. Jurnal Sosiologi Pedesaan.. Volume VI No. I, 71-90
  13. Handayani S. (2019). Majalaya as the center for textile industry in spatial historical perspectives.IOP Conf Ser Earth Environment Science, 243:012167. doi: 10.1088/1755-1315/243/1/012167
  14. Hussain, M., Tayyab, M., Zhang, J., Shah, A. A., Ullah, K., Mehmood, U., & Al-Shaibah, B. (2021). GIS-Based Multi-Criteria Approach for Flood Vulnerability Assessment and Mapping in District Shangla: Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Sustainability, 13(6), 3126. https://doi.org/10.3390/su13063126
  15. IPCC Working Group I. (2021). Climate Change 2021: The Physical Science Basis. Contribution of Working Group I to the Sixth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change
  16. Jongman, B. (2018). Effective adaptation to rising flood risk. Nature Communications, 9 (1), 1-3
  17. Jonkman, S. N., Curran, A., Bouwer, L.M. (2024). Floods hace become less deadly: an analysis of global flood fatalities 1975-2022. Natural Hazard, 120:6327-6342
  18. Julaeha, S., Kendarto, D. W., Solihin, M. A. (2022). Analisis Tingkat Kerawanan Longsor di Sub Daerah Alirang Sungai Cisangkuy, Citarum Hulu Kabupaten Bandung Menggunakan Metode Skoring. Applied Information System and Management (AISM). Volume 5, (2) 2022, p. 97-104
  19. Junnaedhi et al., (2017). Majalaya Flood Early Warning System: A Community Based Approach. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, vol. 71, no. 1, p. 012013, Jun. 2017, doi: 10.1088/1755-1315/71/1/012013
  20. Kuntoro, A. A., Cahyono, M., & Soentoro, E. A. (2018). Land Cover and Climate Change Impact on River Discharge: Case Study of Upper Citarum River Basin. Journal of Engineering and Technological Sciences, 50(3), 364-381. https://doi.org/10.5614/j.eng.technol.sci.2018.50.3.4
  21. Nugroho, D. A., & Handayani, W. (2021). Kajian Faktor Penyebab Banjir dalam Perspektif Wilayah Sungai: Pembelajaran Dari Sub Sistem Drainase Sungai Beringin. Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, Vol.17, No.2, hal. 119–136. https://doi.org/10.14710/pwk.v17i2.33912
  22. Nursyifa, F., Kuswanto. (2021). Kelembagaan Program Citarum Harum dalam Pengelolaan Sub DAS Cirasea Citarum Hulu. Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan, Vol. 8 No. 3, 121-135. https://doi.org/10.29244/jkebijakan.v8i3.28064
  23. Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum
  24. Pitaloka EF, Karuniasa M, Moersidik SS. 2020. Time series of forest land cover change in the Upper Citarum Watershed, West Java Province, Indonesia. E3S Web Conferences 211:04001. doi: 10.1051/e3sconf/202021104001
  25. Prayoga, A., Khaerul Umam, & Sakrim Miharja. (2022). Studi Collaborative Governance Program Citarum Harum Dalam Perbaikan Kualitas Air Sungai Citarum. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 8(3), 469–485. https://doi.org/10.25157/moderat.v8i3.2759
  26. Rakuasa, H., Sihasale, D.A., Mehdila, M. C., Wlary, A.P. (2022). Analisis spasial tingkat kerawanan banjir di Kecamatan Teluk Ambon Baguala, kota Ambon. Jurnal Geosains dan Remote Sensing, Vol, 3, No 2, 60-69. https://doi.org/10.23960/jgrs.2022.v3i2.80
  27. Ryu, S.; Song, J.J.; Kim, Y.; Jung, S.H.; Do, Y.; Lee, G.W. (2020). Spatial Interpolation of Gauge Measured Rainfall Using Compressed Sensing. Asia-Pacific Journal Atmosphere Science. https://doi.org/10.1007/s13143-020-000200-7
  28. Sitorus, I. H. O., Bioresta, F., Hayati, N. (2021). Analisa Tingkat Rawan Banjir di Daerah Kabupaten Bandung Menggunakan Metode Pembobotan dan Scoring. Jurnal Teknik ITS, Vol. 10, No. 1. DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.60082
  29. Sugito, N. T., Gumilar, I., Hernandi, A., Handayani, A. P., Dede, M. (2023). Utilizing semi-variograms and geostatistical approach for land value model in the urban region. International Journal of Engineering, 36(12), 2222-2231. DOI: 10.5829/IJE.2023.36.12C.12
  30. Sunardi S, Ariyani M, Withaningsih S, Darma AP, Wikarta K, Parikesit P, Kamarudin MKA, Abdoellah OS. (2021). Peri-urbanization and sustainability of a groundwater resource. Environment Development Sustainability 23(6):8394–8404. doi: 10.1007/s10668-020-00972-y
  31. Supartono, B., Ambari, M.D., Rudi., M. (2022). Community Centered Mitigation Based on Science Literature to Reduce the Risk of Disaster in Indonesia. Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal, Vol.1, No.1, hal. 26-33. https://doi.org/10.56744/irchum.v1i1.12
  32. Susandi, A., Budi, B.I., Rahesanita, D., Arifin, E.T.N., Satryo, I.F., Ali, M.F., Rahmah, N.N., Khahfi, Y.M. (2022). Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis dalam Pemetaan Laju Erosi Menggunakan Metode USLE di Sub DAS Cirasea. PIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi), Vol. 7, No. 1, Maret 2022, 62-78. https://doi.org/10.21067/jpig.v7i1.6649
  33. Ullah, K.; Zhang, J. (2020). GIS-Based Flood Hazard Mapping Using Relative Frequency Ratio Method: A Case Study of Panjkora River Basin, Eastern Hindu Kush. PLoS ONE, 15. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0229153
  34. Vojtek, M., & Vojteková, J. (2019). Flood susceptibility mapping on a national scale in Slovakia using the analytical hierarchy process. Water, 11(2), 364. https://doi.org/10.3390/w11020364
  35. Widiawaty MA, Ismail A, Dede M, Nurhanifah N. 2020. Modeling land use and land cover dynamic using geographic information system and Markov-CA. Geos Ind. 5(2):210. doi: 10.19184/geosi.v5i2.17596
  36. Yulianto F., Suwarsono, Nugroho U. C., Nugroho N. P., Sunarmodo W., Khomarudin M. R., 2020. Spatial-temporal dynamics land use/land cover change and flood hazard mapping in the Upstream Citarum watershed, West Java, Indonesia. Quaestiones Geographicae, 39(1), Bogucki Wydawnictwo Naukowe, Poznań, pp. 125–146. DOI: https://doi.org/10.2478/quageo-2020-0010

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-08-16 07:59:52

No citation recorded.