IDENTIFIKASI KEMISKINAN AIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM HULU: KASUS DAERAH BANDUNG RAYA

*Nova Maulani  -  Program Studi Magister Ilmu Lingkungan – Universitas Padjadjaran Bandung, Indonesia
S Sunardi  -  Program Studi Magister Ilmu Lingkungan – Universitas Padjadjaran Bandung, Indonesia
Dadan Sumiarsa  -  Program Studi Magister Ilmu Lingkungan – Universitas Padjadjaran Bandung, Indonesia
D Djuwansah  -  Pusat Penelitian Geoteknologi – LIPI, Indonesia
Received: 23 Apr 2014; Published: 24 Apr 2014.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Daftar Isi Jurnal
Language: EN
Full Text:
Statistics: 413 3778
Abstract
ABSTRAK
Sungai Citarum termasuk salah satu sungai besar dan
strategis di Indonesia kondisinya dalam keadaan sangat kritis.
Berbagai aktivitas dengan kurang terkendalinya limbah yang dibuang ke sungai
menyebabkan Sungai Citarum menghadapi berbagai permasalahan yang berdampak pada
suplai air baku/bersih bagi penduduk sekitar DAS. Kritisnya tersebut sudah terjadi sejak
dari bagian hulu. Sementara itu, pertumbuhan penduduk mendorong meningkatnya
kebutuhan air baku untuk keperluan air domestik, pertanian, dan industri. Kondisi ini
memicu terjadinya persaingan penggunaan sumberdaya air yang kemudian dapat
berdampak pada terjadinya kemiskinan air di DAS Citarum Hulu. Penelitian ini dilakukan
untuk mengidentifikasi kemiskinan air yang terjadi di beberapa wilayah Sungai
CitarumHulu (Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kota Cimahi). Penelitian dilakukan
dengan menggunakan analisis Indeks Kemiskinan Air (Water Poverty Index, WPI) dengan
pendekatan komposit. Berdasarkan WPI, ketiga wilayah kajian di Citarum Hulu yakni
Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kota Cimahi berada dalam kondisi kemiskinan air
agak tinggi dengan masing-masing nilai WPI 38,79; 42,69; dan 38,13 (skala 100). Artinya,
ketiga wilayah tersebut masuk dalam kategori tidak aman.
Kata Kunci: Citarum Hulu, Kemiskinan Air, Indeks Kemiskinan Air, Pengelolaan Sumber
Daya Air

Article Metrics: