skip to main content

Analisis Daya Dukung Pangan dan Air dalam Konteks Kebijakan Spasial dan Sektoral Kota Mojokerto: Integrasi Perencanaan untuk Pembangunan Berkelanjutan

Department of Urban and Regional Planning, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia, Indonesia

Received: 26 Jun 2025; Revised: 26 Feb 2026; Accepted: 11 Mar 2026; Available online: 24 May 2026; Published: 11 Jun 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract
Kota Mojokerto sebagai wilayah urban dengan keterbatasan lahan menghadapi tekanan pembangunan yang tinggi, yang berdampak langsung pada ketahanan pangan dan ketersediaan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung pangan dan air berdasarkan data spasial dan tabular, serta menilai kesesuaiannya dengan dokumen perencanaan seperti RTRW, RPJMD, dan Renstra sektoral. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran kuantitatif-kualitatif dengan analisis spasial berbasis grid resolusi 150×150 meter dan kajian kebijakan melalui gap analysis. Hasil menunjukkan bahwa daya dukung air Kota Mojokerto secara agregat berada dalam kondisi surplus, yaitu sebesar 61,9 juta m³/tahun dibandingkan kebutuhan 21,9 juta m³/tahun. Namun, terdapat ketimpangan spasial terutama di Kecamatan Magersari sebagai pusat kota. Sebaliknya, daya dukung pangan mengalami defisit signifikan, di mana produksi beras lokal hanya mampu mencukupi 16,6% dari total kebutuhan penduduk. Evaluasi dokumen perencanaan mengungkapkan bahwa proporsi program yang menangani isu pangan dan air masih rendah dan belum terintegrasi secara spasial serta lintas sektor. Program pangan cenderung fokus pada produksi, sementara program air belum menjangkau wilayah-wilayah padat penduduk secara optimal. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan perlunya integrasi antara perencanaan spasial dan sektoral, peningkatan perlindungan lahan pertanian, pemerataan distribusi air, serta penyusunan kebijakan yang berbasis data daya dukung secara spasial untuk mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.
Keywords: daya dukung; ketahanan pangan; sumber daya air; Mojokerto; perencanaan berkelanjutan

Article Metrics:

  1. Angel, S., Blei, A. M., Parent, J., Lamson-Hall, P., & Zheng, Y. (2021). The spatial structure of cities through the prism of new data. Cities, 113, 103155. https://doi.org/10.1016/j.cities.2021.103155
  2. Badan Pusat Statistik. (2024). Kota Mojokerto dalam angka 2024. BPS Kota Mojokerto
  3. Bai, X., McPhearson, T., Cleugh, H., Nagendra, H., Tong, X., Zhu, T., & Zhu, Y.-G. (2016). Linking urbanization and the environment: Conceptual and empirical advances. Annual Review of Environment and Resources, 41(1), 539–564. https://doi.org/10.1146/annurev-environ-110615-085406
  4. Battersby, J., & Watson, V. (2019). Urban food systems governance and poverty in African cities. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780429197128
  5. Chen, Y., Liu, X., Li, X., & Liu, T. (2023). Integrating ecological carrying capacity into spatial planning: A review and prospects. Ecological Indicators, 145, 109686. https://doi.org/10.1016/j.ecolind.2022.109686
  6. Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and conducting mixed methods research (3rd ed.). SAGE Publications
  7. Ericksen, P. J. (2018). Conceptualizing food systems for global environmental change research. Global Environmental Change, 18(1), 234–245. https://doi.org/10.1016/j.gloenvcha.2008.08.002
  8. Hersperger, A. M., Oliveira, E., Pagliarin, S., Palka, G., Verburg, P. H., Bolliger, J., &
  9. Grădinaru, S. R. (2020). Urban land-use change: The role of strategic spatial planning. Global Environmental Change, 63, 102064. https://doi.org/10.1016/j.gloenvcha.2020.102064
  10. Kementerian Lingkungan Hidup. (2009). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2009 tentang Pedoman Teknis Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup dalam Penataan Ruang. KLH
  11. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2023). Keputusan Menteri LHK Nomor SK.146/MENLHK/SETJEN/PLA.3/2/2023 tentang Pedoman Teknis Perhitungan Daya Dukung Lingkungan Hidup untuk Air. KLHK
  12. Kominfo Jawa Timur. (2024). Laporan kinerja PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto tahun 2023. Kominfo Jatim
  13. Liu, Y., Wang, J., Long, H., & Zhou, Y. (2015). Spatio-temporal analysis of land-use conversion in urban China during 1995–2005. Cities, 40, 113–123. https://doi.org/10.1016/j.cities.2014.04.001
  14. Parnell, S., & Pieterse, E. (2015). Africa’s urban revolution. Zed Books Ltd
  15. Pemerintah Kota Mojokerto. (2018). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Mojokerto Tahun 2018–2023. Bappeda Kota Mojokerto
  16. Pemerintah Kota Mojokerto. (2023a). Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Mojokerto Tahun 2023–2043. Dinas PUPR Kota Mojokerto
  17. Pemerintah Kota Mojokerto. (2023b). Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Kota Mojokerto Tahun 2020–2024. Pemerintah Kota Mojokerto
  18. Pemerintah Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68
  19. Seto, K. C., Sánchez-Rodríguez, R., & Fragkias, M. (2017). The new geography of contemporary urbanization and the environment. Annual Review of Environment and Resources, 35(1), 167–194. https://doi.org/10.1146/annurev-environ-100809-125336
  20. Wu, J., Huang, L., & Peng, J. (2021). Urban resilience in the Anthropocene: From theory to practice. Landscape Ecology, 36, 2247–2261. https://doi.org/10.1007/s10980-021-01259-3
  21. Xu, L., Wu, J., & Peng, J. (2020). Towards ecological planning: The integration of ecosystem services into planning system. Sustainable Cities and Society, 61, 102322. https://doi.org/10.1016/j.scs.2020.102322
  22. Zhang, Y., Liu, X., Zhang, Y., Li, Y., & Wu, K. (2022). Ecological carrying capacity assessment and zoning for sustainable land use in urban agglomerations. Sustainable Cities and Society, 77, 103496. https://doi.org/10.1016/j.scs.2021.103496

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-06-11 12:59:50

No citation recorded.