skip to main content

Analisis Tingkat Kerentanan Penghidupan Masyarakat Nelayan Terhadap Perubahan Iklim di Desa Panjang Baru, Kota Pekalongan

1Master Program of Environmental Science. Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Jl. Teknika Utara, Pogung, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta 55284, Indonesia

2Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Received: 23 Jul 2025; Revised: 25 Jul 2026; Accepted: 25 Jul 2026; Available online: 31 Jul 2026; Published: 6 Aug 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract
Nelayan merupakan kelompok masyarakat yang sangat bergantung pada kondisi alam sehingga rentan terhadap dampak perubahan iklim. Penelitian ini dilakukan di Desa Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, dengan tujuan menganalisis persepsi nelayan terhadap perubahan iklim, mengukur tingkat kerentanan penghidupan, serta mengidentifikasi strategi adaptasi yang dilakukan. Penelitian menggunakan pendekatan sequential mixed methods yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan dari 83 nelayan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan Livelihood Vulnerability Index (LVI) untuk mengukur tingkat kerentanan penghidupan dan analisis SWOT untuk merumuskan strategi adaptasi, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap responden yang sama untuk memperkuat hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun nelayan belum sepenuhnya memahami konsep perubahan iklim, mereka telah merasakan dampaknya secara langsung, seperti banjir rob, cuaca ekstrem, kenaikan permukaan laut, dan pergeseran musim ikan. Nilai LVI sebesar 0,55 menunjukkan bahwa rumah tangga nelayan memiliki tingkat kerentanan yang tinggi, dengan komponen bencana alam dan variabilitas iklim sebagai penyumbang kerentanan terbesar. Rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan turut membatasi kapasitas adaptasi nelayan dalam menghadapi perubahan iklim. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas adaptif masyarakat pesisir untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim.
Keywords: Kapasitas adaptif; Indeks Kerentanan Penghidupan (LVI); Analisis SWOT; Masyarakat pesisir; Variabilitas iklim

Article Metrics:

  1. Afifah, D., Chusni, A., Nahar, A.N., Sirojuddin, M.A., dan Fatmaawati, N. (2024). Persepsi Masyarakat Nelayan Dalam Menghadapi Perubahan Iklim Studi Desa Ujung Batu Kawasan Pesisir Utara Pulau Jawa (Ditinjau Aspek Sosial Ekonomi). Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Ekonomi, 8, 42-58
  2. Amuzu, J., Kabo-Bah, A. T., Jallow, B. P., & Yaffa, S. (2018). Households’ livelihood vulnerability to climate change and climate variability: A case study of the Coastal Zone, The Gambia. Journal of Environment and Earth Science, 8(1), 35-46
  3. Ansaar. (2019). Pola Adaptasi Nelayan Terhadap Perubahan Iklim di Desa Bambu Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Pangadereng Vol. 5 No. 2. 45-57
  4. Ayu, D., B. D., Wijayanti, I., & Kusuma N. (2023). Kanjian Kerentanan Masyarakat Pesisir Dalam Menghadapi Perubahan Iklim di Desa Pare Mas (Studi Kasus Desa Pare Mas Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur). Seminar Nasional Sosiologi Unram. Vol 4. 57-70
  5. Azizi & Komarudin, N. (2021). Analisis Kerentanan Rumah Tangga Nelayan Dalam Menghadapi Variabilitas Iklim (Kasus: Muara Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang). Jurnal Akuatek. Vol. 2 No. 2, 140-147
  6. Azizi, A., Putri, E. I. K., & Fahrudin, A. (2017). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan pendapatan nelayan akibat variabilitas iklim. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 12(2), 225-233
  7. Bachtiar, A.M., Purnomo, A.H., dan Winarto Y. (2021). Kampung Amfibi Di Kelurahan Panjang Baru, Pekalongan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur Vol. 4 No. 2. Hal 843-854
  8. Choirunnisa, L.F.A., Purwaningsih Y., dan Prasetyani D. (2022). Adaptasi Nelayan Pesisir Kabupaten Pacitan Akibat Perubahan Iklim. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 10, 166-181
  9. Guillard-Gonçalves, C., & Zêzere, J. L. (2018). Combining social vulnerability and physical vulnerability to analyse landslide risk at the municipal scale. Geosciences, 8(8), 294
  10. Gustika, W., Dharmawan, A.H. dan Sunito, M.A. (2023). Kerentanan Nafkah Rumahtangga Nelayan dalam Variabilits Iklim: Studi Kasus Desa Dendun, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Ilmu Lingkungan 1, 43-56
  11. Lukum, R., Hafid, R., & Mahmud, M. (2023). Pengaruh Perubahan Musim Terhadap Pendapatan Nelayan. Journal of Economic and Business Education, 1(1), 115-123
  12. Mantika, N. J., Hidayati, S. R., & Fathurrohmah, S. (2020). Identifikasi Tingkat Kerentanan Bencana Di Kabupaten Gunungkidul. Matra, 1, 59-70
  13. Mudzakir, A.K., & Suherman, A. (2019). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kesejahteraan Nelayan di PPN Pekalongan. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 10 No. 2, 205-215
  14. Nursyabani, N., Putera, R. E., & Kusdarini, K. (2020). Mitigasi bencana dalam peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman gempa bumi di universitas andalas. Jurnal Ilmu Administrasi Negara ASIAN (Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara), 8(2), 81-90
  15. Prihananto, F.G. & Muta’ali, L. (2013). Kapasitas masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana berbasis komunitas (PRBBK) di Desa Wonolelo Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul. Jurnal Bumi Indonesia Vol 2. 47-53
  16. Subair, Kolopaking, L.M, Adiwibowo, dan S. Pranowo, B. (2014). Adaptasi Perubahan Iklim Komunitas Desa: Studi Kasus di Kawasan Pesisir Utara Pulau Ambon. Jurnal Komunitas, 6, 57-69
  17. Subaktilah, Y., Kuswardani, N., & Yuwanti, S. (2018). Analisis SWOT: Faktor internal dan eksternal pada pengembangan usaha gula merah tebu (Studi Kasus di UKM Bumi Asih, Kabupaten Bondowoso). Jurnal Agroteknologi, 12(02), 107-115
  18. Thornton, P. K., P. J. Ericksen, M. Herrero and A. J. Challinor. 2014. Climate Variability and Vulnerability to Climate Change: A Review. Global change biology, 20(11), 3313-3328
  19. Wahyono, A., Imron, M., dan Nadzir I. (2014). Resiliensi Komunitas Nelayan Dalam Menghadapi Perubahan Iklim: Kasus di Desa Grajagan Pantai, Banyuwangi, Jawa Timur. Jurnal Masyarakat dan udaya Vol 16:2. 259-274
  20. Wahyono, A. (2016). Ketahanan Sosial Nelayan: Upaya Merumuskan Indikator Kerentanan (Vulnerability) terkait Dengan Bencana Perubahan Iklim. Jurnal Masyarakat Indonesia, 42 No 2. 185-99
  21. Wahyudi, Muslihin, Wayudi, M. Rahman, A.A, Rizal, M., dan Rahmi (2023). Respon Nelayan terhadap Fenomena Iklim (Perspektif Sosial Ekonomi). Journal on Education, 5, 16748-16758

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-08-16 07:53:25

No citation recorded.