skip to main content

Perkembangan Komunitas Vegetasi di Lahan Pascatambang: Studi Kasus Ekosistem Pertambangan Emas di Paningkaban, Banyumas

Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

Received: 2 Dec 2025; Revised: 30 Jul 2026; Accepted: 31 Jul 2026; Available online: 31 Jul 2026; Published: 6 Aug 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract
Aktivitas pertambangan emas banyak menyebabkan degradasi lahan. Kegiatan revegetasi dalam upaya rehabilitasi perlu dilakukan. Evaluasi keberhasilan rehabilitasi ekosistem dapat dilakukan dengan melihat indikator penutupan vegetasi. Dengan demikian, perubahan struktur komunitas dan tutupan vegetasi tersebut perlu dipetakan dan dianalisis untuk mengetahui tingkat keberhasilan rehabilitasi ekosistem. Metode penelitian menggabungkan transek dan metode petak untuk memperoleh data vegetasi dan jumlah individu setiap jenis. Dalam hal ini masing-masing titik terdiri atas 3 plot dengan ukuran petak 10x10 meter untuk vegetasi tingkat pohon, 5x5 meter untuk semak, dan 1x1 meter untuk herba. Analisis struktur komunitas vegetasi berdasarkan indeks nilai penting (INP), indeks keanekaragaman jenis (H’), indeks kekayaan jenis (R), indeks dominansi (C), dan indeks kemerataan jenis (E) menurut Odum. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perkembangan struktur komunitas vegetasi sebagai indikator keberhasilan rehabilitasi ekosistem pascatambang pada lahan sebelum tambang, lahan aktif, dan lahan pascatambang serta memberikan rekomendasi terkait rehabilitasi ekosistem pascatambang berdasarkan hasil perhitungan perubahan struktur komunitas vegetasi. Hasil menunjukkan bahwa tahap perkembangan rehabilitasi ekosistem pascatambang berdasarkan INP, indeks keanekaragaman, indeks kekayaan, indeks dominansi, dan indeks kemerataan jenis tertinggi pada lahan bekas tambang yang telah dilakukan revegetasi. Rekomendasi rehabilitasi ekosistem pascatambang yang ada yakni dengan menutup terlebih dahulu lubang bekas tambang - pengolahan tanah topsoil agar dapat ditanami - revegetasi menggunakan jenis tanaman dengan INP tertinggi seperti rumput bebesan (Oplismenus burmannii) di strata herba sebagai tumbuhan pionir, kapulaga (Elettaria cardamomum) atau awar-awar (Ficus septica) di strata semak, dan sengon (Albizia chinensis) di strata pohon.
Keywords: vegetasi; pascatambang; tambang emas; ekosistem; Banyumas
Funding: Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Yogyakarta

Article Metrics:

  1. Aluri, J. S. R., Kunuku, V. R., Chappidi, P. R., & Kammarchedu, B. J. P. (2020). Pollination Ecology of Hibiscus tiliaceus L. (Malvaceae), an Evergreen Tree Species Valuable in Coastal and Inland Eco-Restoration . Transylvanian Review of Systematical and Ecological Research, 22(2), 47–56. https://doi.org/10.2478/trser-2020-0010
  2. Ariyanti, R., et al. (2022). Heavy metal distribution in gold mining tailings and its implication to soil fertility. IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci., 1032(1), 012023
  3. Aulya, N. R., Noli, Z. A., & Suwirmen, S. (2020). The Growth of Coastal Cottonwood (Hibiscus tiliaceus Linn.) Seedlings by Inoculating Arbuscular Mychorrhiza Fungi (AMF) on Sand Beach Planting Media. Jurnal Biologi UNAND, 8(2), 36. https://doi.org/10.25077/jbioua.8.2.36-40.2020
  4. Aziz, M. (2014). Model Pertambangan Emas Rakyat dan Pengelolaan Lingkungan di Wilayah Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dinamika Rekayasa, 10(1), 20–28
  5. Bila, A. M., Zukhoiri, S.F., Saufatikha, N.S., Nadifa, J.A., Akbar, B.F., & Irsadi, A. (2024). Analisis Kecepatan Pertumbuhan Pohon Potensial untuk Restorasi Lahan Kritis Gunung Ungaran. Jurnal Life Science, 13(1), 86 - 97
  6. Darwati, H., Arianti, W., Rifanjani, S., Marwanto, M., Kehutanan, F., Tanjungpura, U., Daya, J., & Pontianak, N. (2023). Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Di Cagar Alam Lho Fat Phun Fie Kecamatan Monterado Kabupaten Bengkayang. Journal Hutan Lestari, 11(3), 923-933
  7. Dondo, S. M., Kiyai, B., & Palar, N. (2021). Dampak sosial pengelolaan tambang emas di Desa Bakan Kabupaten Bolaang Mongondow. Jap, 7(101), 63–72
  8. Gong, S., Zhang, X., Zhang, H., Gao, L., & Zha, T. (2025). Nitrogen addition promotes the coupling of deep soil carbon and nitrogen under different vegetation restoration types in the Chinese Loess Plateau. Geoderma, 455, 117236
  9. Gworek, B., Dmuchowski, W., & Baczewska-Dąbrowska, A. H. (2020). Mercury in the terrestrial environment: a review. Environmental Sciences Europe, 32(1), 128
  10. Huang, X., Wu, X., Tang, X., Zhang, Z., Ma, J., Zhang, J., & Liu, H. (2021). Distribution characteristics and risk of heavy metals and microbial community composition around the Wanshan mercury mine in Southwest China. Ecotoxicology and Environmental Safety, 227, 112897
  11. Kondratenko, L., Gura, D., Shaidullina, V., Rogulin, R., & Kondrashev, S. (2022). Restoration of vegetation around mining enterprises. Saudi Journal of Biological Sciences, 29(3), 1881-1886
  12. Kumar, Y., Prajapati, V., Tandel, M., Camus, D. D., & Mohammed, H. (2022). The Pharma Innovation Journal 2022; 11(2): 668-672 Effect of nitrogen, Rhizobium and growing environments on the growth and biomass production of Albizia procera R. b. http://www.thepharmajournal.com
  13. Lestari, K. G., Budi, S. W., & Suryaningtyas, D. T. (2022). The impact of revegetation activities in various post-mining lands in Indonesia (study of literature). IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 959(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/959/1/012038
  14. Li, Q., Yuan, C., Wu, Q., Peng, Y., Zhao, Z., Wang, Y., An, N., Ni, X., Wu, F., & Yue, K. (2023). Effects of vegetation restoration on the concentrations of multiple metal elements in post-mining soils. Journal of Environmental Management, 347, 119148. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2023.119148
  15. Maula, A., Billa, S., Zukhoiri, S. F., Saufatikha, N. S., & Augi, J. (2024). Analisis Kecepatan Pertumbuhan Pohon Potensial untuk Restorasi Lahan Kritis Gunung Ungaran. 13(1), 86–97
  16. Mariwy, A., Dulanlebit, Y. H., & Yulianti, F. (2020). Studi Akumulasi Logam Berat Merkuri Menggunakan Tanaman Awar-Awar (Ficus Septica Burm F) Heavy Metal Mercury Accumulation Study Using Awar-Awar (Ficus Septica Burm F) Plants. In J. Chem. Res (Vol. 2020, Issue 2)
  17. Maulidan, A., Arifin, Y. F., Eny, D., & Pujawati, D. (2021). Studi Pertumbuhan Tanaman Pada Areal Pascatambang Dataran Tinggi Di Kalimantan Selatan Study Of Plant Growth On Post-Mining Areas At The Upland In South Kalimantan. In Jurnal Sylva Scienteae (Vol. 04, Issue 2)
  18. Miu, B. A., Pop, C. E., Crăciun, N., & Deák, G. (2022). Bringing life back into former mining sites: A mini-review on soil remediation using organic amendments. Sustainability, 14(19), 12469
  19. Mueller-Dombois, D. and Ellenberg, H. 1974 Aims and methods of vegetation ecology. (John Wiley & Sons, New York
  20. Odum, E.P., 1971, Fundamental of Ecology. W.B. Sounders Company, Philadelphia
  21. Pop, O. G., Manu, M., Mogîdea, D., & Bita-Nicolae, C. (2025). Vegetation communities characteristics of meadows and their relationship with soil factors in the Southern Transylvanian Basin. Journal for Nature Conservation, 127054
  22. Pratiwi, Narendra, B. H., Siregar, C. A., Turjaman, M., Hidayat, A., Rachmat, H. H., Mulyanto, B., Suwardi, Iskandar, Maharani, R., Rayadin, Y., Prayudyaningsih, R., Yuwati, T. W., Prematuri, R., & Susilowati, A. (2021). Managing and reforesting degraded post-mining landscape in Indonesia: A review. In Land (Vol. 10, Issue 6). MDPI AG. https://doi.org/10.3390/land10060658
  23. Ruslaini. (2021). Keankeragaman Jenis Tumbuhan Pionir di Lahan Bekas Penambangan Emas Tanpa Izin Desa Bugang Kecamatan Hulu Gurung Kabupaten Kapuas Hulu. 9, 430–439
  24. Shikuzawa, J., Watson, E. B., Tanner, K., Wilburn, B., Fork, S. K., Larson, S., Fountain, M. C., Thomsen, A., & Wasson, K. (2024). Ecosystem functions of plant diversity: Comparisons from a large-scale marsh restoration experiment in California, USA. Ecosphere, 15(1). https://doi.org/10.1002/ecs2.4742
  25. SOPIALENA, S., ROSFIANSYAH, R., & Sila, S. (2017). The benefit of top soil and fertilizer mixture to improve the ex-coal mining land. Nusantara Bioscience, 9(1), 36-43
  26. Turcotte, M. A. H., Van Gulck, J., Stavinga, D., & Peters, M. (2025). An arctic case study of revegetation planning to implementation at Snap Lake Diamond Mine. Arctic Science, 11, 1–18. https://doi.org/10.1139/as-2024-0083
  27. Wahdiana, A., Muhammad Hatta, G., Kissinger, K., & Mahmud, M. (2022). Perkembangan Suksesi Vegetasi Di Area Revegetasi Lahan Pascatambang Batubara (Studi Kasus Di Pt Amanah Anugerah Adi Mulia Kabupaten Tanah Laut). EnviroScienteae, 18(2), 127. https://doi.org/10.20527/es.v18i2.14250
  28. Wijayanti, M., Kapp, G., & Mansur, I. (2020). Evaluation of revegetation practices in post-mined areas of Indonesia. BIOTROPIA – The Southeast Asian Journal of Tropical Biology, 27(3), 250–263. https://doi.org/10.11598/btb.0.0.0.1031
  29. Zhen, L., Huimin, Y., Hu, Y., & Xue, Z. (2017). Overview of E cological Restoration Technologies and Evaluation Systems. Journal of Resources Ecology. https://doi.org/10.5814/j.issn.1674-764x.2017.04.002
  30. Schwesig, K., Zizka, V., Scherber, C., & Hölzel, N. (2025). Pioneer habitats drive high plant beta diversity and conservation value of mineral extraction sites. Journal of Applied Ecology, 62(10), 2612–2622. https://doi.org/10.1111/1365-2664.70151

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-08-12 00:28:54

No citation recorded.