Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL79898, author = {Tien Aminatun and Edi Istiyono and Nurul Khotimah and Khoiruna Arifah and Nur Ramadhanti and Bagus Priyono and Komang Pratisthita}, title = {Perkembangan Komunitas Vegetasi di Lahan Pascatambang: Studi Kasus Ekosistem Pertambangan Emas di Paningkaban, Banyumas}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {vegetasi; pascatambang; tambang emas; ekosistem; Banyumas}, abstract = {Aktivitas pertambangan emas banyak menyebabkan degradasi lahan. Kegiatan revegetasi dalam upaya rehabilitasi perlu dilakukan. Evaluasi keberhasilan rehabilitasi ekosistem dapat dilakukan dengan melihat indikator penutupan vegetasi. Dengan demikian, perubahan struktur komunitas dan tutupan vegetasi tersebut perlu dipetakan dan dianalisis untuk mengetahui tingkat keberhasilan rehabilitasi ekosistem. Metode penelitian menggabungkan transek dan metode petak untuk memperoleh data vegetasi dan jumlah individu setiap jenis. Dalam hal ini masing-masing titik terdiri atas 3 plot dengan ukuran petak 10x10 meter untuk vegetasi tingkat pohon, 5x5 meter untuk semak, dan 1x1 meter untuk herba. Analisis struktur komunitas vegetasi berdasarkan indeks nilai penting (INP), indeks keanekaragaman jenis (H’), indeks kekayaan jenis (R), indeks dominansi (C), dan indeks kemerataan jenis (E) menurut Odum. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perkembangan struktur komunitas vegetasi sebagai indikator keberhasilan rehabilitasi ekosistem pascatambang pada lahan sebelum tambang, lahan aktif, dan lahan pascatambang serta memberikan rekomendasi terkait rehabilitasi ekosistem pascatambang berdasarkan hasil perhitungan perubahan struktur komunitas vegetasi. Hasil menunjukkan bahwa tahap perkembangan rehabilitasi ekosistem pascatambang berdasarkan INP, indeks keanekaragaman, indeks kekayaan, indeks dominansi, dan indeks kemerataan jenis tertinggi pada lahan bekas tambang yang telah dilakukan revegetasi. Rekomendasi rehabilitasi ekosistem pascatambang yang ada yakni dengan menutup terlebih dahulu lubang bekas tambang - pengolahan tanah topsoil agar dapat ditanami - revegetasi menggunakan jenis tanaman dengan INP tertinggi seperti rumput bebesan (Oplismenus burmannii) di strata herba sebagai tumbuhan pionir, kapulaga (Elettaria cardamomum) atau awar-awar (Ficus septica) di strata semak, dan sengon (Albizia chinensis) di strata pohon.}, pages = {751--762} doi = {10.14710/jil.24.3.%p}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/79898} }
Refworks Citation Data :
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-08-12 00:28:54
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.