skip to main content

Pemetaan Tingkat Bahaya dan Zona Keterpaparan Permukiman terhadap Tsunami di Kota Bengkulu

1Institut Teknologi Sumatera, Indonesia

2Universitas Negeri Surabaya, Indonesia

Received: 7 Dec 2025; Revised: 12 Aug 2026; Accepted: 13 Aug 2026; Available online: 30 Aug 2026; Published: 1 Sep 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract
Kota Bengkulu merupakan salah satu wilayah pesisir yang terletak pada jalur subduksi Sunda, sehingga memiliki potensi bahaya gempa bumi dan tsunami. Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat bahaya tsunami dan zona keterpaparan spasial kawasan permukiman di Kota Bengkulu sebagai informasi dasar untuk mendukung mitigasi bencana berbasis spasial. Metode yang digunakan adalah pendekatan spasial-kuantitatif melalui analisis weighted overlay dengan mempertimbangkan empat parameter biofisik, yaitu ketinggian, kelerengan, jarak dari garis pantai, dan jarak dari sungai. Data utama diperoleh dari DEMNAS, peta garis pantai, jaringan sungai, jaringan jalan, serta data batimetri. Hasil analisis menunjukkan bahwa kawasan pesisir Kota Bengkulu memiliki konsentrasi kelas bahaya hingga sangat bahaya, terutama di sekitar Pantai Panjang, Kecamatan Ratu Agung, dan Kecamatan Ratu Samban. Sebaliknya, kawasan dengan tingkat bahaya relatif lebih rendah teridentifikasi di Kecamatan Sungai Serut dan Kecamatan Selebar. Analisis keterpaparan menunjukkan bahwa 22,22% luas kawasan permukiman berada pada kelas bahaya dan sangat bahaya, yang menunjukkan adanya konsentrasi keterpaparan spasial permukiman pada zona dengan tingkat bahaya relatif tinggi. Temuan tersebut memberikan informasi spasial mengenai lokasi permukiman yang perlu menjadi perhatian dalam pengendalian pemanfaatan ruang dan perencanaan mitigasi. Hasil pemetaan dapat digunakan sebagai informasi dasar untuk mendukung evaluasi tata ruang, penentuan kebutuhan kajian jalur dan fasilitas evakuasi, serta pengembangan strategi mitigasi kawasan pesisir, dengan penentuan intervensi teknis memerlukan analisis lanjutan mengenai aksesibilitas, kesesuaian penggunaan lahan, kapasitas evakuasi, dan kondisi sosial masyarakat.
Keywords: Tsunami; Keterpaparan Permukiman; Analisis Spasial; Mitigasi Bencana

Article Metrics:

  1. Arrisaldi, T., Bima, M. A. A., Nurapita, K. K. R., & Pratiknyo, P. (2025). Tsunami Inundation Modeling and Hazard Mapping Using GIS in Sawarna Beach, Banten Province. Dinamika Teknik Sipil: Majalah Ilmiah Teknik Sipil, 18(1), 11–19. https://doi.org/10.23917/dts.v18i1.10617
  2. Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2024). Buku Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2024. BNPB
  3. Badan Pusat Statistik Kota Bengkulu. (2025). Kota Bengkulu dalam Angka Tahun 2025. BPS Kota Bengkulu
  4. Birkmann, J., & Welle, T. (2015). Assessing the risk of loss and damage: exposure, vulnerability and risk to climate-related hazards for different country classifications. International Journal of Global Warming, 8(2), 191–212. https://doi.org/10.1504/IJGW.2015.071963
  5. Brune, S., Babeyko, A. Y., Ladage, S., & Sobolev, S. V. (2010). Landslide tsunami hazard in the Indonesian Sunda Arc. Natural Hazards and Earth System Sciences, 10(3), 589–604. https://doi.org/10.5194/nhess-10-589-2010
  6. Buchori, I., Pramitasari, A., Sugiri, A., Maryono, M., Basuki, Y., & Sejati, A. W. (2018). Adaptation to coastal flooding and inundation: Mitigations and migration pattern in Semarang City, Indonesia. Ocean & Coastal Management, 163, 445–455. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2018.07.017
  7. Fuad, M. A. Z., Kurniasari, D., & Dewi, C. S. U. (2025). Pemetaan Kerentanan Tsunami di Kawasan Wisata Pantai: Studi Kasus di Pulau Merah, Banyuwangi-Indonesia. JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research), 9(2), 14–23. https://doi.org/10.21776/ub.jfmr.2025.009.02.2
  8. Handayani, W., Chigbu, U. E., Rudiarto, I., & Putri, I. H. S. (2020). Urbanization and Increasing Flood Risk in the Northern Coast of Central Java—Indonesia: An Assessment towards Better Land Use Policy and Flood Management. Land, 9(10), 343. https://doi.org/10.3390/land9100343
  9. Horspool, N., Pranantyo, I., Griffin, J., Latief, H., Natawidjaja, D. H., Kongko, W., Cipta, A., Bustaman, B., Anugrah, S. D., & Thio, H. K. (2014). A probabilistic tsunami hazard assessment for Indonesia. Natural Hazards and Earth System Sciences, 14(11), 3105–3122. https://doi.org/10.5194/nhess-14-3105-2014
  10. Li, L., Switzer, A. D., Wang, Y., Chan, C.-H., Qiu, Q., & Weiss, R. (2018). A modest 0.5-m rise in sea level will double the tsunami hazard in Macau. Science Advances, 4(8). https://doi.org/10.1126/sciadv.aat1180
  11. Løvholt, F., Glimsdal, S., Harbitz, C. B., Horspool, N., Smebye, H., de Bono, A., & Nadim, F. (2014). Global tsunami hazard and exposure due to large co-seismic slip. International Journal of Disaster Risk Reduction, 10, 406–418. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2014.04.003
  12. Ningtyas, N. N., Satyarno, I., & Triatmadja, R. (2022). Preparedness of Tsunami Disaster in Pandeglang Region Due to The Activity of Mount Krakatau. INERSIA Lnformasi Dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil Dan Arsitektur, 18(2), 141–156. https://doi.org/10.21831/inersia.v18i2.54054
  13. Purwanto, N. I., Poluan, R. J., & Takumansang, E. D. (2017). Perencanaan Wilayah Pesisir Berbasis Mitigasi Bencana di Kecamatan Sanana Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara. Spasial, 4(3), 1–8. https://doi.org/10.35793/sp.v4i3.17295
  14. Putra, I. M. E. K., & Chernovita, H. P. (2020). Mapping of Tsunami disaster evacuation pathways based on Tsunami altitude scenario using Network Analyst Method (case study: Palu City, Central Sulawesi). Journal of Applied Geospatial Information, 4(1), 304–311. https://doi.org/10.30871/jagi.v4i1.2012
  15. Rasyid, F. M., Damai, A. A., & Asbi, A. M. (2021). Hubungan Daya Dukung Lingkungan Berbasis Kemampuan Lahan dengan Kerentanan Banjir di Kecamatan Teluk Betung Selatan. Jurnal Sumberdaya Alam Dan Lingkungan, 8(1), 1–11. https://doi.org/10.21776/ub.jsal.2021.008.01.1
  16. Sagala, S. A. H., Suroso, D. S. A., Puspitasari, N., Suroso, A. A., & Rizqika, K. A. (2021). Knowledge and implementation gaps in disaster risk reduction and spatial planning: Palu City, Indonesia. Disaster Prevention and Management: An International Journal, 30(4–5), 462–479. https://doi.org/10.1108/DPM-03-2021-0105
  17. Santius, S. H. (2015). Pemodelan Tingkat Risiko Bencana Tsunami pada Permukiman di Kota Bengkulu Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Jurnal Permukiman, 10(2), 92–105
  18. Strunz, G., Post, J., Zosseder, K., Wegscheider, S., Mück, M., Riedlinger, T., Mehl, H., Dech, S., Birkmann, J., Gebert, N., Harjono, H., Anwar, H. Z., Khomarudin, R. M., & Muhari, A. (2011). Tsunami risk assessment in Indonesia. Natural Hazards and Earth System Sciences, 11(1), 67–82. https://doi.org/10.5194/nhess-11-67-2011
  19. Suppasri, A., Shuto, N., Imamura, F., Koshimura, S., Mas, E., & Yalciner, A. C. (2013). Lessons Learned from the 2011 Great East Japan Tsunami: Performance of Tsunami Countermeasures, Coastal Buildings, and Tsunami Evacuation in Japan. Pure and Applied Geophysics, 170(6), 993–1018. https://doi.org/10.1007/s00024-012-0511-7
  20. Urbanus, A., Sela, R. L. E., & Tungka, A. E. (2021). Mitigasi Bencana Banjir Struktural dan Non-Struktural di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Spasial, 8(3), 447–458. https://doi.org/10.35793/sp.v8i3.36350
  21. Utami, W. (2021). Analisis Rencana Tata Ruang Wilayah Pada Pesisir Rawan Tsunami (Studi Pesisir Aceh, Banten dan Palu). TATALOKA, 23(4), 479–495. https://doi.org/10.14710/tataloka.23.4.479-495
  22. Veni, V. (2019). Arahan Kebijakan Penggunaan Lahan Permukiman Berbasis Bencana Tsunami di Kabupaten Pesisir Selatan. JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi Dan Pembelajaran Geografi, 4(2), 122–130. https://doi.org/10.31851/swarnabhumi.v4i2.2893
  23. Yuzal, H., Kim, K., Pant, P., & Yamashita, E. (2017). Tsunami evacuation buildings and evacuation planning in Banda Aceh, Indonesia. Journal of Emergency Management, 15(1), 49–61. https://doi.org/10.5055/jem.2017.0312
  24. Zalmansyah, A., Herlina, N., Rasyid, F. M., & Arinta, F. K. (2022). Kearifan Lokal dalam Tradisi Sambatan: Diaspora Masyarakat Jawa di Lampung Tengah. Mlangun: Jurnal Ilmiah Kebahasaan Dan Kesastraan, 19(2), 185–200

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-10-17 01:04:25

No citation recorded.