1Magister Ilmu Lingkungan (Minat Studi Magister Pengelolaan Lingkungan), Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia , Indonesia
2Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Indonesia, Indonesia
3Magister Ilmu Lingkungan (Minat Studi Magister Pengelolaan Lingkungan), Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL81705, author = {Sri Ningsih and Tjahyo Adji and Langgeng Santosa}, title = {Analisis Dampak Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Imbangan Air menggunakan Model SWAT+ gwflow di Sub DAS Elo Kabupaten Magelang}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {6}, year = {2026}, keywords = {imbangan air; perubahan penggunaan lahan; Sub DAS Elo; SWAT+ gwflow}, abstract = { Analisis imbangan air penting untuk memahami fungsi hidrologis Daerah Aliran Sungai (DAS) dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika imbangan air sebagai respon perubahan penggunaan lahan di Sub DAS Elo, Kabupaten Magelang, dengan menggunakan model SWAT+ gwflow yang mengintegrasikan imbangan air permukaan dan air tanah pada skala DAS. Analisis perubahan penggunaan lahan pada periode 2014-2024 menunjukkan dominasi kegiatan pertanian dan urbanisasi, dengan peningkatan lahan pertanian kering dan pemukiman yang menggantikan pertanian lahan kering campur. Konversi lahan pertanian kering dominan terjadi di hulu DAS, sedangkan pemukiman berkembang di bagian tengah hingga hilir. Analisa imbangan air yang disimulasikan menggunakan SWAT+ gwflow menunjukkan performa baik pada tahap kalibrasi (R² = 0,76 dan NSE = 0,70) dan tahap validasi (R² = 0,74 dan NSE = 0,72). Simulasi model SWAT+ gwflow pada setiap skenario penggunaan lahan menunjukkan perubahan distribusi nilai komponen neraca air rata-rata tahunan yaitu peningkatan nilai surface runoff (+11 mm), penurunan lateral flow (-7,12 mm), serta penurunan perkolasi (-6,67 mm). Simulasi model pada setiap skenario penggunaan lahan juga menunjukkan perubahan pada imbangan air tanah, yaitu nilai komponen recharge menurun, sedangkan pertukaran air antara saluran dan sistem air tanah menunjukkan peningkatan swgw, air tanah dalam profil tanah ( gwsoil ) menurun dan perubahan simpanan air tanah ( dvol ). Hasil analisis imbangan air tersebut dijalankan dengan model yang memiliki nilai ketidakpastian sehingga memiliki nilai error imbangan air permukaan sekitar 8,9 – 11,7 mm dan nilai error imbangan air tanah 0,09 – 0,1 mm. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan respon komponen imbangan air terhadap skenario perubahan penggunaan lahan, baik pada komponen air permukaan maupun air tanah. Hasil ini menunjukkan pentingnya pengendalian perubahan penggunaan lahan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air di Sub DAS Elo. }, pages = {1572--1583} doi = {10.14710/jil.24.6.1572-1583}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/81705} }
Refworks Citation Data :
Analisis imbangan air penting untuk memahami fungsi hidrologis Daerah Aliran Sungai (DAS) dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika imbangan air sebagai respon perubahan penggunaan lahan di Sub DAS Elo, Kabupaten Magelang, dengan menggunakan model SWAT+ gwflow yang mengintegrasikan imbangan air permukaan dan air tanah pada skala DAS. Analisis perubahan penggunaan lahan pada periode 2014-2024 menunjukkan dominasi kegiatan pertanian dan urbanisasi, dengan peningkatan lahan pertanian kering dan pemukiman yang menggantikan pertanian lahan kering campur. Konversi lahan pertanian kering dominan terjadi di hulu DAS, sedangkan pemukiman berkembang di bagian tengah hingga hilir. Analisa imbangan air yang disimulasikan menggunakan SWAT+ gwflow menunjukkan performa baik pada tahap kalibrasi (R² = 0,76 dan NSE = 0,70) dan tahap validasi (R² = 0,74 dan NSE = 0,72). Simulasi model SWAT+ gwflow pada setiap skenario penggunaan lahan menunjukkan perubahan distribusi nilai komponen neraca air rata-rata tahunan yaitu peningkatan nilai surface runoff (+11 mm), penurunan lateral flow (-7,12 mm), serta penurunan perkolasi (-6,67 mm). Simulasi model pada setiap skenario penggunaan lahan juga menunjukkan perubahan pada imbangan air tanah, yaitu nilai komponen recharge menurun, sedangkan pertukaran air antara saluran dan sistem air tanah menunjukkan peningkatan swgw, air tanah dalam profil tanah (gwsoil) menurun dan perubahan simpanan air tanah (dvol). Hasil analisis imbangan air tersebut dijalankan dengan model yang memiliki nilai ketidakpastian sehingga memiliki nilai error imbangan air permukaan sekitar 8,9 – 11,7 mm dan nilai error imbangan air tanah 0,09 – 0,1 mm. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan respon komponen imbangan air terhadap skenario perubahan penggunaan lahan, baik pada komponen air permukaan maupun air tanah. Hasil ini menunjukkan pentingnya pengendalian perubahan penggunaan lahan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air di Sub DAS Elo.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-11-06 21:16:56
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.