1Universitas Bandar Lampung, Fakultas Teknik, Progrm Studi Teknik Sipil, Indonesia
2Jl. Zainal Abidin Pagar Alam No. 26, Labuhan Ratu, Bandar Lampung 35142., Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL85604, author = {Aprizal Aprizal and Ni Luh Chanda Swandewi}, title = {Integrasi SIG dan HEC-RAS untuk Analisis Genangan Banjir dalam Mendukung Mitigasi Risiko Lingkungan di DAS Way Krui}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {5}, year = {2026}, keywords = {banjir; DAS Way Krui; Global Mapper; HEC-RAS; genangan banjir}, abstract = {DAS Way Krui di Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung, merupakan wilayah yang berpotensi mengalami banjir karena peningkatan debit sungai dapat melampaui kapasitas tampung alur, terutama pada bagian hilir yang relatif landai dan berdekatan dengan kawasan permukiman. Kajian berbasis pemodelan diperlukan agar potensi genangan dapat diidentifikasi secara spasial dan digunakan sebagai dasar mitigasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis sebaran dan luas genangan banjir pada beberapa kala ulang menggunakan pemodelan hidraulika dua dimensi HEC-RAS. Data yang digunakan meliputi data elevasi Shuttle Radar Topography Mission (SRTM), interpretasi citra Google Earth, hasil delineasi daerah aliran sungai menggunakan Global Mapper, serta debit banjir rencana yang diperoleh melalui Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu. Pemodelan dilakukan dengan menyiapkan terrain, batas DAS, alur sungai, area aliran dua dimensi, kondisi batas hulu berupa hidrograf aliran, dan kondisi batas hilir berupa normal depth. Hasil delineasi menunjukkan luas DAS Way Krui sebesar 54,301 km² dengan panjang sungai utama sekitar 16 km. Simulasi memperlihatkan bahwa peningkatan kala ulang banjir menyebabkan bertambahnya luas dan kedalaman genangan. Luas genangan masing-masing skenario adalah 0,70 km² pada Q2, 1,35 km² pada Q5, 1,69 km² pada Q10, 2,17 km² pada Q25, 2,18 km² pada Q50, dan 3,00 km² pada Q100. Genangan dominan terjadi di wilayah hilir karena kombinasi elevasi rendah, kemiringan lahan kecil, dan akumulasi aliran dari bagian hulu. Perbedaan luas genangan Q25 dan Q50 yang relatif kecil menunjukkan bahwa sebagian besar dataran banjir utama telah tergenang pada skenario Q25, sedangkan peningkatan debit berikutnya lebih berpengaruh terhadap kedalaman dan perluasan lokal. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar awal perencanaan mitigasi banjir, pengendalian pemanfaatan ruang sempadan sungai, dan pengelolaan DAS Way Krui secara berkelanjutan.}, pages = {1140--1149} doi = {10.14710/jil.24.5.1140-1149}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/85604} }
Refworks Citation Data :
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-09-30 17:12:47
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.