Struktur Vegetasi Kawasan Hutan Pada Zona Ketinggian Berbeda di Kawasan Gunung Galunggung Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat

DOI: https://doi.org/10.14710/jil.16.2.130-135

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Published: 25-12-2018
Section: Research Article
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author

ABSTRAK

Vegetasi Hutan di Kawasan Hutan Gunung Galunggung Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat telah dilakukan pada Maret – November 2016. Metode yang digunakan adalah metode survey.  Pengumpulan data dilakukan dengan teknik plot kuadrat yang diletakan di sepanjang transek. Sebanyak 43 jenis tumbuhan telah ditemukan yang terbagi ke dalam kategori pohon dewasa, tiang, pancang, dan semai. Kategori pohon, tiang pancang dan semai berturut-turut ditemukan sebanyak sebanyak 12, 25, 23, dan 21 jenis.  Kurai (Trema orientalis) adalah jenis yang menguasai pada kategori pohon, paku bagedor (Cyathea contaminans) pada kategori tiang, kiseureuh (Piper aduncum) pada kategori pancang, dan nangsi (Villebrunea rubescens) pada tingkat semai. Komposisi jenis vegetasi pada dua zona berbeda, tetapi jenis-jenis tumbuhan yang dominan pada dua zona tersebut hampir sama.  Hutan Gunung Galunggung masih berada dalam kondisi yang belum klimaks, populasi dan strukturnya masih dalam tahap perkembangan/tahap sekunder. Hal ini ditandai dengan tingkat keanekaragamannya yang sedang dan ditemukannya jenis huru (Litsea sp.), puspa (Schima walichii), hamerang (Vernonia arborea), dan nangsi (Villebrunea rubescens), serta jenis lainnya yang merupakan karakteristik hutan hujan pegunungan yang berada pada tahap suksesi “seral”.

ABSTRACT

The study of forest vegetation in the area of Galunggung Mountains, Tasikmalaya Regency, West Java have been carried out in March to November 2016. The method used is survey method. The data was collected teknic square plots placed along the transect. The research found as many as 43 in the plant species, which are divided into categories of tree, poles, saplings and seedlings. Kurai (Trema orientalis) is dominant species into tree categories, Paku bagedor (Cyathea contaminans) into poles, Kiseureuh (Piper aduncum) into saplings, and Nangsi (Villebrunea rubescens) into seedlings.  The composition of vegetation types found in two different zones indicates a difference, but it can be said that the plant species are dominant in the two zones are almost the same. Galunggung forests are still in a state that has not climax, and the population structure is still in development (secondary stage). Marked with the current level of diversity and the discovery of Huru (Litsea sp.), Puspa (Schima walichii), Hamerang (Vernonia arborea), and Nangsi (Villebrunea rubescens), as well as other types that are characteristic of rain forest at mountian seral successional stage.

Keywords: Vegetation, Rain Forest at Mountain, Seral Successional Stage

Sitasi: Suryana, Iskandar, J., Parikesit, Partasasmita, R. dan Irawan, B. (2018). Struktur Vegetasi Kawasan Hutan pada Zona Ketinggian Berbeda di Kawasan Gunung Galunggung Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(2), 130-135, doi:10.14710/jil.16.2.130-135

 

Keywords

Vegetasi;Hutan hujan pegunungan;suksesi seral

  1. Suryana Suryana 
    Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Padjadjaran, Indonesia
    Sekolah Pasca Sarjana,  Universitas Padjadjaran
  2. Parikesit Parikesit Parikesit 
    Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Padjadjaran, Indonesia
    Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Padjadjaran
  3. Johan Iskandar Iskandar 
    Sekolah Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran, Indonesia
    Sekolah Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran