skip to main content

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT : KAMPUNG TUNAGRAHITA MENUJU KAMPUNG MANDIRI DESA KARANGPATIHAN, PONOROGO, INDONESIA

*Yeni Rosilawati  -  Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia
Dinar Ayu Amalia  -  Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia
Aswad Ishak  -  Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia
Open Access Copyright 2021 Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi under https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

People with intellectual disabilities in Indonesia are vulnerable to discrimination due to lack of information on diseases, treatment, education, public access, and very limited job opportunities. Karangpatihan is a village called Kampung Tunagrahita (Mental Retardation Village) because 86 of its people are suffering from an intellectual disability. A community development program of self-help group (SHG) named Rumah Harapan Karangpatihan Bangkit aims to improve the social and economic capabilities of people with intellectual disabilities in Karangpatihan Village, Ponorogo, Indonesia. The researcher applied a qualitative method in the form of a case study. Data collection techniques used in this study were an in-depth interview with the Head of Karangpatihan Village, managers of Rumah Harapan Karangpatihan Bangkit, and people with intellectual disabilities involved within the program. Secondary data were obtained through the report of the SHG Rumah Harapan Karangpatihan Bangkit and mass media news clipping. This research shows that community development programs are carried out through mentoring mentally retarded citizens through counseling individually and in groups using sign language. Through effective mentoring, mentally disabled people in Karangpatihan Village have life skills, therefore they are able to be independent, have jobs, creative and have income that fullfill their daily needs.

Fulltext View|Download
Keywords: community development, mentoring, intellectual disability, independent, creative
Funding: N/A

Article Metrics:

  1. A, G. P., Apsari, N. C., & Mulyana, N. (2018). Penyandang Disabilitas Dalam Dunia Kerja. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, Vo. 1, No. 3, 234-244
  2. Andriana, L. (2017). Kesejahteraan Sosial Tunagrahita di Ponorogo. Inklusi: Journal of Disabillity
  3. Studies, Vol. 4, No.1, 25-48
  4. Aprianto, K. T., Rasyad, A., & Zulkarnain. (2019). Pendampingan Partisipatori dalam Meningkatkan Kemandirian Masyarakat Tunagrahita. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, Vol. 4, No. 6, 795-802
  5. Alfitri. (2011). Community Development: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Budimanta, A. (2003). Pengelolaan Community Development. Jakarta: Indonesian Center for Sustainable Development
  6. Dewi, D. S. K. (2016). Model Pemberdayaan Masyarakat Tunagrahita di Kampung Idiot Kabupaten
  7. Ponorogo. Jurnal Ilmu Pemerintahan, Vol. 6, No. 1, 21-27
  8. Dilla, S. (2007). Komunikasi Pembangunan. Bandung: Simbiosa Rekatama Media
  9. Hamid, H. (2018). Manajemen Pemberdayaan Masyarakat. Makassar: De La Macca
  10. Iskandar. (2008). Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif). Jakarta:
  11. GP Press
  12. Ife, Jim. (2008). Alternatif Pengembangan Masyarakat di Era Globalisasi: Community Development
  13. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  14. Kusumastuti, F., Leonardo, J., & Widiatmojo, R. (2019). Narasi Tentang Autism di Facebook
  15. (Studi Autoetnografi pada Status K.W). Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, Vol. 8, No. 2, 57-67
  16. Maani, K.D. (2011). Teori ACTORS dalam Pemberdayaan Masyarakat. Demokrasi Vol. X, No. 1
  17. Mardalis, (1999). Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara
  18. Miles,M.B, Huberman,A.M, dan Saldana,J. (2014). Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook, Edition 3. USA: Sage Publications. Terjemahan Tjetjep Rohindi Rohidi, UI-Press
  19. Mulyana, D. (2010). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
  20. Muslimin. (2010). Komunikasi Pembangunan. Malang: Jurusan Ilmu Komunikasi
  21. Moleong, L (2014). Metode Penelitian Kualitatif. PT. Remaja Rosdakarya: Bandung
  22. Nasution. 1996. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito
  23. Nasution, Z. (2004). Komunikasi Pembangunan: Pengenalan Teori dan Penerapannya. Jakarta:
  24. PT Raja Grafindo Persada
  25. Nisa, K., Mambela, S., & Badiah, L. I. (2018). Karakteristik dan Kebutuhan Anak Berkebutuhan
  26. Khusus. Jurnal Abadimas Adi Buana, Vol. 02 No. 1
  27. Payne, M. (1995). Social Work and Community Care. London: Mc Millan
  28. Raco, C. (2010). Metode Penelitian Kualitatif, Jenis, Karakteristik dan Keunggulannya. Jakarta:
  29. Gramedia
  30. Rahman, R. (2009). Corporate Social Responsibility: Antara Teori dan Kenyataan. Yogyakarta:
  31. Media Pressindo
  32. Renaldi, E. & Zhou C. (25 Juni 2018). Transformasi di Ponorogo: Dari 'Kampung Idiot' Menjadi 'Desa
  33. Wisata'. Diakses dari https://www.abc.net.au/indonesian/2018-06-25/kampung-idiot-jadi-desa
  34. -wisata/9846420
  35. Rochyadi, E. (2012). Karakteristik Pendidikan Anak Tunagrahita. Modul Universitas Pendidikan
  36. Indonesia
  37. Salmiah, Siti. (2010). Retardasi Mental. Medan: Departemen Ilmu Kedokteran Gigi dan Anak
  38. Universitas Sumatera Utara
  39. Samuji. (3 Juli 2019). Wawancara
  40. Suharto, E. (1997). Pembangunan Kebijakan Sosial dan Pekerjaan Sosial (Spektrum Pemikiran)
  41. Bandung: Lembaga Studi Pembangunan
  42. Surakhmad, W. (1990). Penelitian Ilmiah Dasar Metode dan Teknik. Bandung: Tarsito
  43. Susilawati, I. (2016). Pemberdayaan Masyarakat Miskin Penyandang Disabilitas Melalui
  44. Pengembangan Industri Kreatif “Limbah Singkong” di Kabupaten Ponorogo. Jurnal Lentera:
  45. Kajian Keagamaan, Keilmuan, dan Teknologi, Vol. 14, No. 2, 224-242
  46. Taqwarahmah, C. G., Riyono, B., & Setiyawati, D. (2017). Peran Karang Taruna dalam Pemberdayaan Penyandang Disabilitas di Desa Karangpatihan, Kabupaten Ponorogo dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Ekonomi Keluarga. Jurnal Ketahanan Nasional, Vol. 23, No. 1, 37-48
  47. Triono, B. (2018). Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat Difabel Idiot di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Vol.5 No.1
  48. Wulandari, R., Anjasari, H., Wulandari, N. D., Jayanti, M. N., & Gunarhadi. (2019). Pemberdayaan
  49. Warga Keterbelakangan Mental di Desa Karangpatihan Ponorogo Melalui Frutable Greden
  50. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.