Siaran Iklan di Tengah Acara Edukasi Anak

*Mumuk Mukaromah -  Program Studi Magister Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP Angkatan II, Indonesia
Published: 1 Jul 2013.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 208 405
Abstract

Abstract :

Impressions for children containing the values of education, manners, entertainment, aesthetic appreciation, and growth of a child’s curiosity about the environment, storytelling style. Broadcast advertisements that appear on the television with segmentation for children should displays this values such as part of the media’s social responsibility to the community as the owner of a public frequency.This study aims to determine how exactly the application procedures of advertisements broadcast on television can be eligible to show and how the internal rules of the Trans 7 television about broadcast advertising.This study uses a constructivist interpretive paradigm with a descriptive qualitative research method, using a case study research strategy, with a holistic single case design on broadcast advertising in children’s program that aired on Trans 7 at 12:30 to 15:30 pm during mid-January to mid-February 2011.Social Responsibility of Media Theory can be applied in this study because this theory combines independence of media by an obligation to the community as owner of broadcast frequencies. The main runway is the assumption that media perform essential functions in society, the media should function as an obligation to carry out the provision of information and provision of facilities for a variety of different views, the emphasis on the independence of the media to the maximum, consistent with obligations to the community, there is a standard of achievement certain media in the work that can be expressed and should be guided.Empirical reality suggests that Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS) by KPI especially for broadcast advertising, addressed seriously by Trans 7 to provide standards that must be adhered by advertisers before riding impressions in the form of media order and the advertisement must be accordance with the Ethics Pariwara Indonesia (Etika Pariwara Indonesia ), has sensor graduate certificate (STLS) from the LSF and the technical provisions of the Trans 7 about broadcast commercials. Internal policies such as censorship of advertising conducted by the Marketing, Public Relations and Traffic by watching the broadcast commercials that could potentially violate the rules of the KPI. But internal censorship in trans 7 yet optimally coordinated and institutionalized formally so often broadcast advertising get a warning from the KPI..

Keywords: advertising, impressions show for children,media responsibility

Abstraksi :

Tayangan untuk anak mengandung nilai-nilai pendidikan, budi pekerti, hiburan, apresiasi estetik, dan penumbuhan rasa ingin tahu anak tentang lingkungan sekitar, gaya penceritaan, tampilan disesuaikan dengan perkembangan jiwa anak. Siaran iklan yang tampil di acara televisi dengan segmentasi anak-anak hendaknya mengedepankan nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab sosial media kepada masyarakat sebagai pemilik frekuensi publik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana prosedur penerapan siaran iklan di televisi khususnya di Trans 7 sehingga dapat layak tayang dan bagaimana aturan internal Trans 7 mengenai penayangan iklan.Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif konstruktivis dengan metoda penelitian deskriptif kualitatif, menggunakan strategi penelitian studi kasus dengan desain kasus tunggal holistik tentang siaran22iklan di acara anak Trans 7 yang tayang pada pukul 12.30-15.30 WIB selama pertengahan Januari hingga pertengahan Februari 2011.Teori tanggungjawab sosial media dapat diterapkan dalam kajian ini karena teori ini menggabungkan kemandirian media dengan kewajiban terhadap masyarakat sebagai pemilik frekuensi siaran. Landasan utamanya adalah asumsi bahwa media melakukan fungsi yang esensial dalam masyarakat, media memiliki kewajiban untuk melakukan fungsi sebagai penyedia informasi dan penyedia sarana bagai berbagai pandangan yanga berbeda.Penekanan pada kemandirian media secara maksimum, konsisten dengan kewajibannya kepada masyarakat, terdapat standar prestasi tertentu dalam karya media yang dapat dinyatakan dan dipedomani.Realitas empirik menunjukkan bahwa Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS) yang dikeluarkan oleh KPI khususnya tentang siaran iklan, disikapi secara serius oleh lembaga penyiaran Trans 7 dengan memberikan standar- standar yang harus dipatuhi oleh pemasang iklan sebelum naik tayang dalam bentuk media order dengan adanya kewajiban bahwa iklan yang bersangkutan telah sesuai dengan Etika Pariwara Indonesia, memiliki STLS (Suarat Tanda Lulus Sensor) dari lembaga sensor film dan ketentuan teknis dari pihak Trans 7 mengenai pemasangan siaran iklan. Kebijakan internal berupa penyensoran iklan dilakukan oleh bagian Marketing, Public Realtions dan Traffic iklan dengan melakukan pengamatan terhadap iklan tertentu yang berpotensi melanggar aturan dari KPI. Tetapi bagian penyensoran iklan ini belum terkoordinasi dan terlembaga secara resmi dan optimal sehingga seringkali masih ada siaran iklan yang mendapatkan teguran dari KPI.

Kata Kunci: iklan, tayangan anak, tanggungjawab media

Article Metrics: