Model Pengembangan Pasar Tradisional Berbasis Pada Perilaku Konsumen

Wahyu Hidayat -  Departemen Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Widiartanto Widiartanto -  Departemen Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Apriatni Endang Prihartini -  Departemen Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, Indonesia
*Reni Shinta Dewi -  Departemen Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 22 Sep 2018.
Open Access Copyright 2019 JURNAL ADMINISTRASI BISNIS
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 128 48
Abstract

This study aims to determine the factors that shape the traditional market development model based on consumer behavior. The study was conducted at Peterongan Market in Semarang City with a sample of 100 traders using Cluster Purposive Sampling and 100 buyers using Accidental Sampling. Data was collected using interviews with 2 key informants from the Market Service using Snowball Sampling. Data was processed using Factor Analysis and Regression Analysis using SPSS 16. The results of the analysis show that the Development of Peterongan Market must be based on consumer behavior, in addition to the regional regulations of Semarang City. Through consumer behavior, we can find out the desires of the consumers of Peterongan Market who are the boosters for traders to continue developing their businesses to meet consumer needs. Traders need a place or facility to transact with consumers in a comfortable, clean and well-organized. For this reason, the government has a big role to facilitate the needs of traders and consumers by build a clean, comfortable, orderly and well-organized market buildings.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang membentuk model pengembangan pasar tradisional berbasis pada perilaku konsumen. Penelitian dilakukan di Pasar Peterongan di Kota Semarang dengan mengambil sampel sebanyak 100 pedagang dengan teknik pengambilan sampel Cluster Purposive Sampling dan 100 orang pembeli dengan teknik pengambilan sampel Acidental Sampling. Adapun untuk mengetahui pengembangan pasar tradisional, maka data diambil dengan menggunakan wawancara dengan 2 key informan yang berasal dari Dinas Pasar dengan teknik pengambilan sampel Snowball Sampling. Data yang telah terkumpul kemudian diolah dengan menggunakan Analisis Faktor dan Uji Analisis Regresi dengan bantuan SPSS 16. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pembangunan Pasar Peterongan harus berbasis dari perilaku konsumen, disamping berbasis peraturan daerah Kota Semarang. Melalui perilaku konsumen dapat diketahui bagaimana keinginan para konsumen di Pasar Peterongan yang menjadi pemacu pedagang untuk terus mengembangkan usahanya demi memenuhi kebutuhan konsumen. Pedagang membutuhkan tempat atau sarana bertransaksi dengan konsumen secara nyaman, bersih dan teratur. Untuk itu pemerintah memiliki peran besar untuk memfasilitasi kebutuhan pedagang dan konsumen dengan membangun bangunan pasar yang bersih, nyaman, tertib, dan teratur.

Keywords
Trader; Buyer; Market Service; Consumer Behavior-based Market

Article Metrics: