Analisis Model Struktural Hubungan Pelatihan, Pemberdayaan, Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan

*Meilan Sugiarto orcid  -  UPN Veteran Yogyakarta, Indonesia
Marni Ningsih  -  UPN Veteran Yogyakarta, Indonesia
Lukmono Hadi  -  UPN Veteran Yogyakarta, Indonesia
Received: 9 Jan 2020; Revised: 24 Mar 2020; Accepted: 26 Mar 2020; Published: 31 Mar 2020; Available online: 31 Mar 2020.
Open Access Copyright 2020 Jurnal Administrasi Bisnis


Citation Format:
Abstract

Employee performance has a crucial and decisive role in achieving an organization's success. This research conducted at PT. Madubaru Yogyakarta to investigate the impact of training that employees have participated in and empowerment on performance mediated by job satisfaction. Fifty employees of PT. Madubaru Yogyakarta used as a sample during this study. Data analysis and hypothesis testing using SEM-PLS 3.2.8. This study found that training that had been attended by employees and empowerment had a significant positive effect on performance, yet as on job satisfaction. Job satisfaction alone features a significant positive impact on performance. Indirectly, job satisfaction is in a position to mediate the effect of training and individual empowerment on indirect performance, and the indirect effect is essential and decisive. PT. Madubaru Yogyakarta is suggested within the use of coaching methods to be more accurate in order to achieve the training objectives and therefore the direction of employee empowerment is more emphasized on improving performance instead of merely increasing employee satisfaction at work. Realize the targets set by the corporate within the future, the amount of employee satisfaction at work and current performance still has to be improved in order that employee contributions recover.

Kinerja karyawan memiliki peran penting dan menjadi penentu untuk mencapai kesuksesan suatu organisasi, Penelitian ini dilakukan di PT. Madubaru Yogyakarta untuk menganalisis dampak pelatihan yang pernah diikuti karyawan dan pemberdayaan terhadap kinerja yang dimediasi oleh kepuasan kerja. Limapuluh karyawan PT. Madubaru Yogyakarta dijadikan sampel dalam penelitian ini. Analisis data dan pengujian hipotesis menggunakan SEM-PLS 3.2.8. Penelitian ini menemukan bahwa pelatihan yang pernah diikuti karyawan maupun pemberdayaan berdampak signifikan yang positif terhadap kinerja, demikian pula terhadap kepuasan kerja. Kepuasan kerja sendiri, memiliki dampak signifikan yang positif terhadap kinerja. Secaara tidak langsung, kepuasan kerja mampu menjembatani pengaruh pelatihan maupun pemberdayaan secara individual terhadap kinerja secara tidak langsung, pengaruh tidak langsung tersebut bersifat signifikan dan positif. PT. Madubaru Yogyakarta disarankan dalam penggunaan metode pelatihan untuk lebih akurat agar tujuan pelatihan dapat tercapai serta arah pemberdayaan karyawan lebih ditekankan pada peningkatan kinerja bukan sekedar meningkatkan rasa puas karyawan dalam bekerja. Untuk mencapai target yang ditetapkan perusahaan di masa depan, maka tingkat kepuasan karyawan dalam bekerja maupun kinerja yang ada saat ini masih perlu ditingkatkan agar kontribusi karyawan semakin baik.

Keywords: employee performance; empowerment; job satisfaction; training

Article Metrics:

Last update: 2021-03-01 02:08:17

No citation recorded.

Last update: 2021-03-01 02:08:18

No citation recorded.