ANALISIS FAKTOR-FAKTOR DETERMINASI KURS RUPIAH BERDASARKAN PENDEKATAN MONETER

*Hamdy Hady  -  Program Pascasarjana Universitas Persada Indonesia, Indonesia
Published: .
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 571 512
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keabsahan model moneter pada kasus Indonesia, untuk mengetahui apakah postulasinya memang terbukti pada nilai kurs Rupiah terhadap mata uang ketiga negara mitra dagang . Melihat berapa lama model tersebut dapat mengestimasi perubahan kurs Rupiah, apakah ia valid untuk jangka waktu lama atau hanya bersifat short-run saja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model moneter tidak dapat diandalkan sebagai estimator kurs karena hasil penelitian menunjukkan hanya ada 29. 63 % observasi yang bergerak sesuai dengan hipotesis pendekatan moneter. Artinya, kurs tidak mengalami depresiasi hanya karena money supply atau suku bunga suatu negara lebih tinggi daripada negara lain, juga tidak terapresiasi bila pendapatannya lebih besar daripada negara lain. Hipotesis model moneter tidak terbukti pada kasus rupiah terhadap US $, Yen dan Singapore $. Walapun ada 29, 63% kasus yang valid, usia validitasnya sangat pendek karena dari kasus
yang valid ini, 55% diantaranya hanya berusia 2 sampai 3 tahun. Artinya, untuk long-run, model moneter sama sekali tidak berlaku. Untuk mata uang Jepang dan Singapura, validitas model moneter lebih
terlihat pada awal periode observasi yaitu dari tahun 1987 sampai 1988 atau tidak lama sesudah devaluasi 1986. Sedangkan untuk dolar Amerika, validitas model moneter baru muncul pada tahun 1995 dan 1996 atau menjelang kerontokkan Rupiah. Dengan menggunakan money supply, pendapatan dan suku bunga sebagai penduga, dolar Singapura ternyata paling volatile karena koefisiennya berubah dengan magnitude yang besar dan tanda koefisiennya sangat tidak menentu. Ketidakpastian ini semakin memperlihatkan ketidakhandalan model moneter. Di antara ketiga variabel bebas, money supply adalah penjelas perubahan kurs yang terbaik, sedangkan suku bunga terbukti kurang berpengaruh, dan pendapatan adalah unsur yang tidak berperan. Namun tidak tertutup kemungkinan bahwa kecilnya pengaruh pendapatan dan suku bunga karena ada interaksi antara ketiga variabel bebas itu sendiri, sebab analisis menunjukkan ada korelasi erat antara mereka bertiga.

Keywords
kurs, model moneter, moneter

Article Metrics: