skip to main content

Hubungan pola asuh dengan kejadian stunting balita dari keluarga miskin di Kota Palembang

*Febriani Dwi Bella  -  Faculty of Public Health, Sriwijaya University, Indonesia
Nur Alam Fajar  -  Faculty of Public Health, Sriwijaya University, Indonesia
Misnaniarti Misnaniarti  -  Faculty of Public Health, Sriwijaya University, Indonesia
Received: 10 Jul 2019; Published: 6 Feb 2020.

Citation Format:
Abstract

Background: Nutritional problems do not always occur in poor families, in fact many of under five years in poor families in good nutritional status which have normal height (not stunting) based on the parenting in the family. The positive parenting in poor families are feeding habit, parenting habit, hygiene habit and health services habit.

Objectives: This research aim to observe the parenting of feeding habits, parenting habits, hygiene habits and health services habits on the incidence of toddler’s stunting on poor families in the city of Palembang.

Methods: This research was an observational study which using a quantitative approach with a Cross Sectional Study design. It took 100 mothers who have children aged 24-59 months from poor families in the city of Palembang were chosen by proportional random sampling.Data taken regarding feeding habits, parenting habits, hygiene habits, and health services habits obtained through questionnaires, and the incidence of child stunting obtained from measurements of children's height using a toddler's height measurement tool. Data analysis to observe the relationship between variables using the Chi-Square test.

Results: The results showed the proportion of toddler stunting in poor families in the city of Palembang was 29%. There was a significant correlation between feeding habits (p-value = 0.000); parenting habits (p-value = 0.001; hygiene habits (p-value = 0.021) and health services habits (p-value = 0.000) on the incidence of toddler’s stunting.

Conclusion: Normal height (not stunting) toddlers have positive deviance of feeding habits, parenting habits, hygiene habits and health services habits better than stunting under five years with same economic backgrounds family

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Research Instrument
Untitled
Subject
Type Research Instrument
  Download (451KB)    Indexing metadata
Keywords: Stunting; Parenting; Toddler

Article Metrics:

  1. Milman A, Frongillo EA, Onis M, Hwang J. Differential Improvement among Countries in Child Stunting is Associated with Long-Term Development and Specific Interventions. The Journal of Nutrition. 2005 ; 135(2) :1415–1422
  2. Kurniawati T. Langkah-langkah Penentuan Sebab Terjadinya Stunting pada Anak. Pedagogi. 2017 ; 3(1) : 58-69
  3. Arfines PP, Puspitasari FD. Hubungan Stunting dengan Prestasi Belajar Anak Sekolah Dasar di Daerah Kumuh Kotamadya Jakarta Pusat. Buletin Penelitian Kesehatan. 2017 ; 45(1) : 45–52
  4. Indrawati S. Hubungan Pemberian Asi Esklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-3 Tahun Di Desa Karangrejek Wonosari Gunungkidul (Skripsi). Yogyakarta : Universitas Aisyiyah ; 2016
  5. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI. Stunting dan TBC Mengancam Masa Depan Indonesia. 2018. Diakses tanggal 23 November 2018. Available from www.litbang.kemkes.go.id
  6. Millennium Challenge Account – Indonesia. Backgrounder : stunting dan masa depan indonesia. 2014. Diakses tanggal 10 November 2018. Available from www.mca-indonesia.go.id
  7. Kementerian Kesehatan RI. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar 2018. Jakarta. 2018
  8. Dinas Kesehatan Kota Palembang. Laporan Hasil Operasi Timbang 2017. Palembang. 2017
  9. UNICEF. Third Report on the World Nutrition Situation: A Report Compiled From Information Available to the ACC/SCN. 1998
  10. Ni’mah K, Nadhiroh SR. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita. Media Gizi Indonesia. 2015 ; 10(1) : 13–19
  11. Handayani KOW, Prameswari GN. Daerah Positive Deviance Sebagai Rekomendasi Model Perbaikan Gizi. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2012 ; 7(2) : 102–109
  12. Anugraheni HS, Kartasurya MI. Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 12-36 Bulan di Kecamatan Pati Kabupaten Pati. Journal of Nutrition College. 2012 ; 1(1) : 30-37
  13. Engle PL, Menon P, Haddad L. Care and Nutrition: Concepts and Measurement. World Development. International Food Policy Research Institute. 1999
  14. Panjaitan R. Pola Asuh Ibu dan Status Gizi Anak Balita di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2011 (Thesis). Medan : Universitas Sumatera Utara ; 2011
  15. Rahmayana. Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Kejadian Stunting Anak Usia 24-59 bulan di Posyandu Asoka II Wilayah Pesisir Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makasar Tahun 2014. Al Sihah : Public Health Science Journal. 2014 ; 6(2) : 424-436
  16. Aramico B, Sudargo T, Susilo J. Hubungan Sosial Ekonomi, Pola Asuh, Pola Makan Dengan Stunting pada Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia. 2013 ; 1(3) : 121–130
  17. Kemensos RI. Bantuan Pangan Non Tunai. 2018. Diakses tanggal 3 November 2018. Available from https://www.kemsos.go.id/page/bantuan-pangan-non-tunai
  18. CORE. Positive Deviance & Hearth : Buku Panduan Pemulihan yang Berkesinambungan Bagi Anak Malnutrisi. Edisi Kedua. Diterjemahkan oleh PCI-Indonesia. 2004
  19. Dahlia S. Peningkatan Status Gizi Balita the Effect of Positive Deviance Five Years. Media Gizi Masyarakat Indonesia. 2012 ; 2(1) : 1–5
  20. Hayati W, Marianthi D. Efektifitas Pendekatan Positive Deviance – Pos Gizi dalam Peningkatan Status Gizi Batita di Kota Sabang. Idea Nursing Journal. 2010 ; 3(1) : 70–78
  21. Luciasari E, Permanasari Y, Almasyhuri. Faktor-Faktor Penyimpangan Positif (Positive Deviance) Status Gizi Balita Pada Keluarga Miskin di Kabupaten Gizi-Kurang Rendah dan Tinggi di Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan. 2011 ; 34(2) : 114-122
  22. Monica R, Shafiya AI, Nurfadilah VI, Hafiza I, Krisnadi H, Nurdin NM. Pendekatan Positive Deviance Dalam Upaya Peningkatan Tingkat Kehadiran Sasaran Posyandu. Media Gizi Indonesia. 2017 ; 12(2) : 173–182
  23. Sab’atmaja S, Khomsan A, Tanziha I. Analisis Determinan Positive Deviance Status Gizi Balita di Wilayah Miskin dengan Prevalensi Kurang Gizi Rendah dan Tinggi. Jurnal Pangan Dan Gizi. 2010 ; 5(2) : 103–112
  24. Nasution B. Pengaruh Pola Asuh Ibu Terhadap Status Gizi Balita Keluarga Miskin Di Kecamatan Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2011 (Thesis). Medan : Universitas Sumatera Utara ; 2011
  25. Widyaningsih NN, Kusnandar, Anantanyu S. Keragaman Pangan, Pola Asuh Makan dan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 bulan. Jurnal Gizi Indonesia. 2018 ; 7(1) : 22-29
  26. Ni'mah C, Muniroh L. Hubungan Tingkat Pendidikan, Tingkat Pengetahuan dan Pola Asuh Ibu dengan Wasting dan Stunting pada Balita Keluarga Miskin. Media Gizi Indonesia. 2015 ; 10(1) : 84–90
  27. Pangkong M, Rattu AJM, Malonda NSH. Hubungan Antara Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 13-36 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sonder. E-Journal Health. 2017 ; 6(3)
  28. Rahayu A, Khairiyati L. Risiko Pendidikan Ibu Terhadap Kejadian Stunting pada Anak 6-23 bulan. Penelitian Gizi Makan. 2014 ; 37(2) : 129–136
  29. Pratiwi TD, Masrul, Yerizel E. Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas. 2016 ; 5(3) : 661-665
  30. Saragih B. Analisis Perilaku Positif Deviance Pemberian Makan dan Ketahanan Pangan Keluarga Miskin (Positive Deviance Analysis of Feeding Behavior and Food Security of Poor Families). Magrobis Journal. 2014 ;14(1):1-2
  31. Astari LD, Nasoetion A, Dwiriani C. Hubungan Karakteristik Keluarga, Pola Pengasuhan dan Kejadian Stunting Anak Usia 6-12 Bulan. Media Gizi dan Keluarga. 2005 ; 29(2) : 40–46
  32. Loya RRP, Nuryanto. Pola Asuh Pemberian Makan pada Balita Stunting usia 6-12 bulan di Kabupaten Sumba Tengah Nusa Tenggara Timur. Journal of Nutrition College. 2017 ; 6(1) : 83-95
  33. Butarbutar AF. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Anak Usia 0-24 Bulan Dengan Kajian Positive Deviance Dari Keluarga Miskin di Wilayah Kerja Puskesmas Pematang Panjang Kabupaten Batubara Tahun 2014 (Thesis). Medan : Universitas Sumatera Utara ; 2014
  34. Turnip F. Pengaruh Positive Deviance pada Ibu dari Keluarga Miskin Terhadap Status Gizi Anak Usia 12-24 bulan di Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Tahun 2007 (Thesis). Medan : Universitas Sumatera Utara ; 2008
  35. Soetjiningsih. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 1995
  36. Zeitlin M, Ghassemi H, Mansour M, Levine RA, Dillanneva M, Carballo M, Sockalingam S. Positive Deviance in Child Nutrition: With Emphasis on Psychosocial and Behavioural Aspects and Implications for Development. 1990
  37. Yudianti, Saeni RH. Pola Asuh dengan Kejadian Stunting pada Balita di Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Kesehatan Manarang. 2016 ; 2(1) : 21-25
  38. Lanita U, Febry F, Mutahar R. Gambaran Perilaku Positive Deviance Pada Ibu Dan Status Gizi Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir. Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2012 ; 3(1) : 24–34
  39. Lestari, W, Margawati A, Rahfiludin MZ. 2014. Faktor Risiko Stunting pada Anak Umur 6-24 bulan di Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam Provinsi Aceh. Jurnal Gizi Indonesia. 2014 ; 3(1) : 37–45
  40. Yusnidaryani. Pengaruh Pola Asuh Terhadap Status Gizi Bayi Pada Keluarga Miskin dan Tidak Miskin di Kabupaten Aceh Utara (Thesis). Medan : Universitas Sumatera Utara ; 2008
  41. AL-Rahmad AH, Miko A, Hadi A. Kajian Stunting pada Anak Balita Ditinjau dari Pemberian ASI Eksklusif, MP-ASI, Status Imunisasi dan Karakteristik Keluarga di Kota Banda Aceh. Jurnal Kesehatan Ilmiah Nasuwakes. 2013 ; 6(2) : 169–184
  42. Sihadi, Sandjaja, Sudjasmin. Aktivitas Ibu dalam Organisasi dan Paparan terhadap Media Massa dalam Penyimpangan Positif Status Gizi Anak Balita. Buletin Penelitian Kesehatan. 2000 ; 28(3) : 453–459
  43. Hestuningtyas TR. Pengaruh Konseling Gizi terhadap Pengetahuan, Sikap, Praktik Ibu dalam Pemberian Makan Anak dan Asupan Zat Gizi Anak Stunting Usia 1-2 Tahun di Kecamatan Semarang Timur (Skripsi). Semarang : Universitas Diponegoro ; 2013

Last update: 2021-06-18 11:18:07

No citation recorded.

Last update: 2021-06-18 11:18:07

No citation recorded.