BibTex Citation Data :
@article{J@TI81861, author = {Daniel Steven Santoso and Alina Cynthia Dewi and Amenda Septiala Tarigan}, title = {PENGENDALIAN DURASI PROYEK INFRASTRUKTUR MINYAK DAN GAS MENGGUNAKAN SINGULARITY FUNCTIONS-EARNED VALUE MANAGEMENT (SF-EVM)}, journal = {J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri}, volume = {21}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {earned value management; infrastruktur minyak dan gas; pengendalian proyek; singularity functions}, abstract = { Industri minyak dan gas bumi menghadapi tantangan kompleksitas tinggi yang kerap memicu deviasi jadwal. Metode Earned Value Management (EVM) konvensional memiliki keterbatasan akibat asumsi linearitas, sehingga kurang responsif terhadap dinamika tren kinerja. Penelitian ini membandingkan akurasi estimasi durasi proyek infrastruktur migas antara metode EVM dan Singularity Functions-Earned Value Management (SF-EVM). Validasi dilakukan menggunakan data historis hingga bulan ke-22 untuk memprediksi realisasi bulan ke-23 melalui metrik Absolute Percentage Error (APE). Selain itu, dilakukan analisis sensitivitas dengan memvariasikan nilai Earned Value (EV) dari 90% hingga 110% untuk menguji stabilitas model. Hasil penelitian menunjukkan metode EVM memberikan estimasi pesimis sebesar 58,14 bulan dengan tingkat kesalahan 4,34%. Sebaliknya, SF-EVM menghasilkan estimasi yang lebih realistis yakni 50,25 bulan dengan tingkat kesalahan yang lebih rendah, yaitu 3,84%. Analisis sensitivitas turut mengonfirmasi bahwa metode SF-EVM sangat stabil terhadap fluktuasi perubahan EV. Kesimpulannya, SF-EVM terbukti lebih andal sebagai instrumen pengendalian untuk menangkap diskontinuitas dan momentum pemulihan kinerja proyek secara presisi. }, issn = {2502-1516}, doi = {10.14710/jati.21.3.%p}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jgti/article/view/81861} }
Refworks Citation Data :
Industri minyak dan gas bumi menghadapi tantangan kompleksitas tinggi yang kerap memicu deviasi jadwal. Metode Earned Value Management (EVM) konvensional memiliki keterbatasan akibat asumsi linearitas, sehingga kurang responsif terhadap dinamika tren kinerja. Penelitian ini membandingkan akurasi estimasi durasi proyek infrastruktur migas antara metode EVM dan Singularity Functions-Earned Value Management (SF-EVM). Validasi dilakukan menggunakan data historis hingga bulan ke-22 untuk memprediksi realisasi bulan ke-23 melalui metrik Absolute Percentage Error (APE). Selain itu, dilakukan analisis sensitivitas dengan memvariasikan nilai Earned Value (EV) dari 90% hingga 110% untuk menguji stabilitas model. Hasil penelitian menunjukkan metode EVM memberikan estimasi pesimis sebesar 58,14 bulan dengan tingkat kesalahan 4,34%. Sebaliknya, SF-EVM menghasilkan estimasi yang lebih realistis yakni 50,25 bulan dengan tingkat kesalahan yang lebih rendah, yaitu 3,84%. Analisis sensitivitas turut mengonfirmasi bahwa metode SF-EVM sangat stabil terhadap fluktuasi perubahan EV. Kesimpulannya, SF-EVM terbukti lebih andal sebagai instrumen pengendalian untuk menangkap diskontinuitas dan momentum pemulihan kinerja proyek secara presisi.
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-09-30 16:04:04
Penulis yang mempublikasikan artikel pada jurnal J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri ini setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
View statistics of J@ti Undip:
Articles in J@ti Undip are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License