skip to main content

PERANCANGAN ALAT PENYADAP KARET DI KABUPATEN LANGKAT SUMATERA UTARA DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DAN MODEL KANO

*Rosnani Ginting  -  Industrial Engineering Departement Diponegoro University, Indonesia
Ikhsan Siregar  -  Industrial Engineering Departement Diponegoro University, Indonesia
Terang Ukur HS. Ginting  -  Industrial Engineering Departement Diponegoro University, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Karet merupakan komoditas perkebunan yang sangat penting peranannya di Indonesia, terlebihnya lagi di Kabupaten Langkat karena sekitar 70% komoditas utama Kabupaten ini adalah dari sektor pertanian dan perkebunan. Selain sebagai sumber lapangan kerja bagi sekitar 1 juta jiwa penduduk Langkat, komoditas ini juga memberikan kontribusi yang signifikan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah dari non-migas, pemasok bahan baku karet dan berperan penting dalam mendorong pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru di wilayah-wilayah pengembangan karet. Untuk menghasilkan karet yang berkwalitas tinggi, maka sangat diperlukan manajemen dan teknologi budidaya tanaman karet. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perancangan alat penyadapan karet. Penyadapan merupakan salah satu kegiatan pokok dari pengusahaan tanaman karet untuk membuka pembuluh lateks pada kulit pohon agar lateks cepat mengalir. Kecepatan aliran lateks akan berkurang bila takaran cairan lateks pada kulit berkurang. Untuk memperoleh hasil sadap yang baik, penyadapan harus mengikuti aturan tertentu agar diperoleh produksi yang tinggi, menguntungkan, serta berkesinambungan  dengan  tetap memperhatikan  faktor  kesehatan tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis usaha mikro mendominasi sebanyak 33,5 persen dari total jenis usaha di kota Medan dengan lama usia usaha mencapai lebih dari 10 tahun. Masalah pada perancangan alat penyadapan adalah kadar besi dan kekuatan kayu. Kedua masalah tersebut menyebabkan alat penyadap karet tersebut mudah rusak, sehingga ketika melakukan penyadapan dengan alat tersebut akan menyebabkan kulit pohon karet menjadi rusak.

 

Kata Kunci: budidaya karet, QFD, kano, perancangan produk

Abstract

Rubber plantation is a very important commodity that hold role in Indonesia, especially in Langkat, because about 70% of the main commodities in this district are of agriculture and plantation sector. Aside from being a source of employment for about 1 million people in Langkat, these commodities also make a significant contribution as a source of local revenue from non-oil, sector the raw material suppliers of rubber and play an important role in encouraging the growth of new economic centers in the territories rubber development. To produce a high at quality of rubber, it will need the management and technology of rubber cultivation. This study aims at identifing the factors that influence the design of rubber tapping tool. Tapping is one of the main activities of rubber cultivation to open the latex vessels in the bark so that the latex is flowing fast. The speed of latex flow will be reduced when the dose of latex liquid in the skin is reduced. To obtain a good result of tapping, tapping must follow certain rules in order to obtain high production, profitable, and sustainable while maintaining plant health factors. The results showed that the type of micro-enterprises dominate total type of business in the city of Medan about 33,5% by the age of the business more than 10 years. In the design of the rubber tapping tool, the main issues are the level of iron and wood strength. Both of these problems cause the rubber tapper tool easily damaged, so when use the tool, the skin of rubber tree is damaged.

 

Keywords: rubber cultivation, QFD, kano, product design

Fulltext View|Download

Article Metrics:

Last update: 2021-08-04 04:15:03

No citation recorded.

Last update: 2021-08-04 04:15:03

  1. The Design of Flexible Rubber Tapping Tool with Settings the Depth and Thickness Control

    Susanto H.. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 127 (1), 2019. doi: 10.1088/1757-899X/506/1/012002
  2. Prioritizing critical parts of crumb rubber product by using quality function deployment (QFD) phase II: Product design matrix

    Ginting R.. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 127 (1), 2019. doi: 10.1088/1757-899X/505/1/012090
  3. Integration of kansei engineering and quality function deployment (qfd) for product development : A literature review

    Ginting R.. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 127 (1), 2020. doi: 10.1088/1757-899X/1003/1/012020
  4. Technical characteristics' determination of crumb rubber product by using quality function deployment (QFD) phase i

    Ginting R.. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 127 (1), 2019. doi: 10.1088/1757-899X/602/1/012048