ANALISA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KENYAMANAN BERKENDARA PADA PENUMPANG KERETA API TAWANG JAYA MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODELLING

DOI: https://doi.org/10.12777/jati.10.3.133-140

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Published: 17-11-2015
Section: Research Articles
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author

Kereta api merupakan salah satu moda transportasi dengan jumlah penumpang yang besar. Pengoperasian kereta api Tawang Jaya merupakan salah satu upaya untuk mengakomodir rute perjalanan Semarang – Jakarta dan sebaliknya. Studi pendahuluan mencatat bahwa telah terjadi ketidaknyamanan pada kereta api Tawang Jaya yang diiringi dengan penurunan jumlah penumpang. Penurunan jumlah penumpang mungkin disebabkan karena ketidaknyamanan, sehingga banyak penumpang yang beraliih menggunakan moda transportasi lain atau kereta jenis lain. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan jumlah penumpang kereta kelas bisnis dan eksekutif pada waktu yang bersamaan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui persepsi kenyamanan pada perjalanan kereta api Tawang Jaya dengan menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) menggunakan software AMOS versi 21.0. Pendekatan Structural Equation Modelling (SEM) digunakan untuk menjelaskan secara sistematis kenyamanan pelanggan kereta api melalui beberapa faktor (suasana kabin, tempat duduk, gejala mabuk perjalanan, faktor terowongan, keletihan dan kenyamanan berkendara) serta menghitung pengaruh dari faktor-faktor tersebut terhadap kenyamanan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor yang secara langsung berpengaruh signifikan terhadap kenyamanan berkendara adalah suasana kabin dengan bobot sebesar 0.60. Sementara itu faktor yang secara tidak langsung berpengaruh signifikan terhadap kenyamanan berkendara melalui mediasi keletihan adalah tempat duduk dengan bobot sebesar 0.5394.

 

Kata kunci: kenyamanan; kereta api; structural equation modelling (SEM)

 

Abstract

 

Railway is one of the transportation vehicle with a large number of passenger. The operation of Tawang Jaya Train is one way to accomodate the route of Semarang – Jakarta and reversed. The pilot study notes that discomfort problem has occured in Tawang Jaya Train and caused decreasing the number of passenger. Decrease in the number of passengers may be caused because of discomfort, so a lot of passengers who switch to using other modes of transportation or other of trains. This is evidenced by the increase in the number of train passengers in business class and executive at the same time..This study aims to knowing about comfort perceptions in travelling by Tawang Jaya Train by using Structural Equation Modelling (SEM) using AMOS version 21.0 software. Structural Equation Modelling (SEM) is used to explain sistematically about comfort in train passenger with several factors (Ambient Factor, Seat Factor, Tunnelling effect factor, motion sickness factor, human fatigue and rde comfort) and calculate the effect from those factos to comfort perceptions.The result of this research shows the factor that significantly have direct effect to ride comfort is ambient factor with 0.60 of loading factor. Meanwhile, the factor that significantly have indirect effect to ride comfort mediated by human fatigue is seat factor with 0.5394 of loading factor.

Keywords: ride comfort; train; structural equation modelling (SEM)

Keywords

kenyamanan; kereta api; structural equation modelling (SEM)

  1. Diana Puspita Sari 
    Industrial Engineering Departement Diponegoro University Jl. Prof. Sudarto, SH Tembalang Semarang 50239 Telp. 0247460052, Indonesia
  2. Darminto Pujotomo 
    Industrial Engineering Departement Diponegoro University Jl. Prof. Sudarto, SH Tembalang Semarang 50239 Telp. 0247460052, Indonesia
  3. Sri Hartini 
    Industrial Engineering Departement Diponegoro University Jl. Prof. Sudarto, SH Tembalang Semarang 50239 Telp. 0247460052, Indonesia
  4. Faisal Adi Nugroho 
    Industrial Engineering Departement Diponegoro University Jl. Prof. Sudarto, SH Tembalang Semarang 50239 Telp. 0247460052, Indonesia