Pengaruh Ovitrap Sebagai Monitoring Keberadaan Vektor Aedes sp di Kelurahan Bulusan Kecamatan Tembalang Kota Semarang

*Kurnia Nur Latifa -  , Indonesia
Whawan Bayu Arusyid -  , Indonesia
Tyas Iswidaty -  , Indonesia
Dwi Sutiningsih -  , Indonesia
Published: 30 Apr 2013.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 468 515
Abstract
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan yang penting di Indonesia. Penularan Penyakit di sebarkan oleh nyamuk Aedes sp. Penularan Virus Dengue (VirDen) terjadi secara transexual atau induk jantan ke induk betina namun juga secara transovarial dari induk betina ke keturunan-keturunanya. Tempat Perkembangbiakan (TP) nyamuk vektor DBD adalah wadah (container) yang berisi air jernih yang ada di dalam dan sekitar rumah. Survai yang dilakukan, angka jentik Aedes sp. di beberapa daerah masih tinggi. Angka CFR DBD Kota Semarang di tahun 2012 meningkat dari tahun 2011 sebanyak 0,77% menjadi 1,76%. Jumlah Penderita DBD di wilayah kerja Puskesmas Rowosari dari bulan Januari-Oktober 2013 mencapai 49 kasus dari 38.396 jiwa dengan IR/10.000 penduduk adalah 11,72. Di Kelurahan Bulusan Kecamatan Tembalang terdapat 5 kasus dari 3924 penduduk RW 03 merupakan kejadian yang paling tinggi yaitu 3 kasus dari 932 penduduk. IR/10.000 sebesar 32,19. Kegiatan monitoring dengan cara survei telur memasang ovitrap dinilai sangat efektif untuk mendeteksi keberadaan nyamuk Aedes sp di suatu daerah dan bahkan pada level yang rendah.

Article Metrics: