Chitosan Pada Sisik Ikan Bandeng (Chanos Chanos) Sebagai Alternatif Pengawet Alami Pada Bakso

*Fathin Faridah -  , Indonesia
Anisatul Khafidzoh -  , Indonesia
Dewi Mustikawati -  , Indonesia
Nofi Anggraeni -  , Indonesia
Yudhy Dharmawan -  , Indonesia
Published: 10 Sep 2012.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 3579 13222
Abstract
Manusia membutuhkan makanan. Makanan yang baik adalah makanan tanpa zat aditif. Indonesia memiliki beragam jajanan kuliner, salah satunya bakso. Dalam pengolahan bakso, diperlukan zat pengawet. Penggunaan boraks pada bakso dapat membahayakan kesehatan. Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki kekayaan alam potensial, salah satunya adalah hasil perikanan. Bandeng (Chanos chanos), selain mudah didapat dan enak untuk dikonsumsi, sisiknya pun memiliki manfaat untuk pengawet makanan. Chitosan adalah produk alami dari chitin, polysaccharide pada eksoskeleton ikan. Bahan dasar chitosan antara lain dari sisik ikan. Chitosan mempunyai kelebihan dan tingkat keamanan lebih dibandingkan dengan boraks karena mempunyai gugus aktif yang akan berikatan dengan mikroba, maka chitosan mampu menghambat pertumbuhan mikroba. Penelitian ini akan membuktikan keefektifan chitosan pada sisik ikan bandeng sebagai pengawet pada bakso. Luaran yang diharapkan adalah pembuktian terkait keefektifan pemanfaatan chitosan pada sisik ikan sebagai pengawet alami. Metode yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu berdasarkan karakteristik subjek yang telah ditentukan oleh peneliti.

Article Metrics: