Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Paparan Hidrogen Sulfida (H2S) dan Ammonia (NH3) Pada Masyarakat Wilayah TPA Sukawinatan Kota Palembang Tahun 2018

*Achmad Fickry Faisya -  Bagian Kesehatan lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
Dini Arista Putri -  Bagian Kesehatan lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
Yustini Ardillah -  Bagian Kesehatan lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
Received: 12 Apr 2019; Revised: 24 Sep 2019; Accepted: 27 Sep 2019; Available online: 2 Oct 2019.
Open Access Copyright 2019 Achmad Fickry Faisya, Dini Arista Putri, Yustini Ardillah
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: EN
Full Text:
Supp. File(s):
Perjanjian Hak Cipta Artikel
Subject
Type Other
  Download (37KB)    Indexing metadata
Statistics: 171 111
Abstract

Latar belakang: TPA Sukawinatan merupakan salah satu tempat pembuangan akhir yang masih beroperasi aktif di Kota Palembang. TPA Sukawinatan berjenis controled landfill dengan risiko peningkatan aktivitas dekomposisi mikroorganisme secara anaerob sehingga menghasilkan gas hidrogen sulfida and ammonia setelah proses penimbunan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kesehatan lingkungan paparan gas hidrogen sulfide dan ammonia pada masyarakat sekitar TPA Sukawinatan.

Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode analisis kuantitatif. Pendekatan yang digunakan yaitu dengan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Sampel dalam penelitian ini adalah 50 orang masyarakat dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dalam radius 300 dan 600 m. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis univariat dan analisis risiko.

Hasil: Hasil penelitian untuk kadar risk agent menunjukkan bahwa kadar H2S tertinggi sebesar 0,003 mg/m3, kadar NH3 tertinggi yaitu 0,031 mg/m3. Nilai RQ (NH3) untuk setiap risk agent dilokasi studi seluruhnya menunjukkan dibawah 1, sedangkan nilai RQ (H2S)  untuk setiap risk agent berbeda terdapat nilai yang menunjukkan diatas 1.

Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian menunjukaan bahwa H2S di sekitar kawasan TPA sukawinatan memiliki risiko terhadap gangguan kesehatan masyarakat karena masih terdapat nilai RQ>1. Untuk itu sebaiknya Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Palembang sebaiknya dapat melakukan manajemen risiko terhadap masyarakat yang beresiko mengalami gangguan kesehatan.

 

ABSTRACT

Title: Enviromental Health Risk Analysis Of Hydrogen Sulfide (H2s) And Ammonia (Nh3) Exposure In The Communities Around Sukawinatan Landfill In Palembang 2018

Background: Sukawinatan landfill is a one of landfill that still operates actively in the city of Palembang. The types of Sukawinatan landfill was control landfill with increased risk of decomposition activity of anaerobic microorganisms to produce hydrogen sulfide and ammonia gases after the waste dumping process. This study aims to analyze risk factors of hidrogen sulfide and ammonia gases exposure to communities around Sukawinatan Landfill.

Methods: This study was descriptive research and used quantitative analysis method. The approach used was Environmental Health and Risk Analysis. Sample in this research was 50 human sample and technique was used Purposive Sampling within the radius of 300 and 600 m. Data analysis was conducted using  univariate and risk analysis.

Results: The results of research showed that the highest levels of risk agent H2S levels is 0,003 mg/m3, the highest levels of NH3 is 0,031 mg/m3. The level of risk (NH3) showed below 1, while The level of risk (H2S) for each different risk agent there is showed above 1.

Conclusion: Based on the result of this research, assesment is who received RQ>1 in TPA Sukawinatan Departement  of environmental and sanitation in Palembang must to do risk management towards people who are at risk of wxperiencing health problems.

 

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords
Ammonia; Hidrogen Sulfida; Risiko; Sampah; Tempat Pembuangan Akhir

Article Metrics:

  1. Sudrajat. Mengelola Sampah Kota. Jakarta: Penabar Suwaday; 2006.
  2. Harjanti WS, Hanani Y, Dewanti NAY. Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Gas Amonia (NH3) Pada Pemulung di TPA Jatibarang Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, 2016.
  3. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Pemerintah Kota Palembang. Rencanakan Penutupan TPA Sukawinatan. Jurnal Sumatera, Palembang; 2016. dari: https://www.jurnalsumatra.com/2016/10/pemkot-palembang-rencanakan- penutupan-tpa-sukawinatan/. [10 Februari 2018]
  4. Keputusan Menteri Kesehatan RI No.829 tahun 1999 tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan. Jakarta; 1999.
  5. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup RI No.50 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebauan. Jakarta; 1996.
  6. Rifa'i B, Hanani Y. Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Gas Hidrogen Sulfida (H2S) Pada Pemulung Akibat Timbulan Sampah Di TPA Jatibarang kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, Juli 2016; 4(3): 692–701.
  7. Haryoto, Setyono, Prabang, Masykuri. Fate Gas Amoniak Terhadap Besarnya Resiko Gangguan Kesehatan Pada Masyarakat Di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Putri Cempo Sukakarta. Jurnal EKOSAINS 2014; 6 (6).
  8. Lakitan B. Dasar-Dasar Klimatologi. Cetakan Ke-2. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002.
  9. Verma SS, and Desai B. Effect of Meteorological Conditions on Air Pollution of Surat City. J. Int. Environmental Application & Science, 2008; 3(5): 358-367.
  10. Taufik D. Analisis Risiko Paparan Hidrogen Sulfida pada Masyarakat Sekitar Kawasan Industri Medan di Kecamatan Medan Labuhan. [Tesis]. Medan; Universitas Sumatera Utara, 2016.
  11. Perdana, Chandra. Gambaran Asupan Amonia (NH3) Pada Masyarakat Dewasa di Kawasan Sekitar Pemukiman PT. Pusri Palembang. [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta; 2015.
  12. Rahmadani, Tualeka AR. Karakteristik Risiko Kesehatan Akibat Paparan Polutan Udara Pada Pekerja Sol Sepatu (Di Sekitar Jalan Raya Bubutan Kota Surabaya). Jurnal Kesehatan Lingkungan Juli 2016; 8(2): 164 -171.
  13. Abrianto H. Analisis Risiko Pencemaran Debu Terhirup terhadap Siswa Selama Berada di SDN 1 Pondok Cina, Kota Depok. Skripsi. Depok; Universitas Indonesia, 2004.
  14. Nukman A, et.al. Analisis dan Manajemen Risiko Kesehatan Pencemaran Udara: Studi Kasus Di Sembilan Kota Besar Padat Transportasi. Jurnal Ekologi Kesehatan, 2008; 4 (2): 270-289.
  15. Widyastuti P, Ester M. Bahaya Bahan Kimia Pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC, 2005.
  16. Makarovsky, et al. Ammonia-When Something Smells Wrong. IMAJ 2008, 10: 537-543.
  17. Ramadhona M. Analisis Risiko Kesehatan Pajanan Amonia Pada Karyawan di Area Produksi Amonia PT.PUSRI Palembang. [Skripsi]. Universitas Sriwijaya, Palembang; 2014.
  18. Hoppin JA, Jaramillo R, Salo P, Sandler. Questionnaire Predictors of Atopy in a US Popilation Sample: Findings from the National Health Nutrition Examinatin Survey, 2005-2006. Am J Epidemiolog 2011, 173;544-552.
  19. Sianipar RH. Analisis Risiko Paparan Hidrogen Sulfida Pada Masyarakat Sekitar TPA Sampah Terjun Kecamatan Medan Marelan, [Tesis]. Medan; Universitas Sumatera Utara, 2009.
  20. United State Environmental Protection Agency (US EPA). Human Health Risk Assessment Handbook. 2010. dari: https://www.epa.gov/sites/production/files/2013-12/documents/annual-report-2010.pdf. [9 April 2018]
  21. Wardani, Kusuma. Perbedaan Tingkat Risiko Kesehatan oleh Pajanan PM10, SO2, dan NO2 pada Hari Kerja, Hari Libur dan Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Bunderan HI Jakarta, [Skripsi]. Program Studi Kesehatan Lingkungan. Jakarta; Universitas Indonesia, 2012.
  22. Rahmat, Ade. Analisis Risiko Pajanan NH3 Dan H2S Terhadap Gangguan Pernapasan Pada Penduduk Di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah Bukit Pinang Samarinda. Universitas Widya Gama, Samarinda; 2015.
  23. Hutabarat IO. Analisis Dampak Gas Amoniak dan Klorin Pada Faal Paru Pekerja Pabrik Sarung Tangan Karet “X” Medan, [Skripsi]. Medan; Universitas Sumatera Utara, 2007.
  24. ATDSR. Toxicological Profile for Hydrogen Sulfide and Carbonyl Sulfide. Atlanta, GA: U.S. Department of Public Health and Human Services. 2016. dari: https://www.atsdr.cdc.gov/toxprofiles/tp114.pdf. [9 April 2018]
  25. Junaidi. Analisis dan Manajemen Risiko Pencemaran Sulfur Dioksida (SO2) Udara Ambien pada Pedagang Kaki Lima di Terminal Bus Pasar Senen, Jakarta Pusat 2007. [Skripsi]. Depok: Universitas Indonesia, 2007.