Implementasi Penerapan Sanitasi Tempat-tempat Umum Pada Rekreasi Benteng Kuto Besak Kota Palembang

*Dika Marinda -  Jurusan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
Yustini Ardillah -  Jurusan Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia
Received: 23 Feb 2019; Revised: 17 Jul 2019; Accepted: 10 Sep 2019; Available online: 2 Oct 2019.
Open Access Copyright 2019 JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN INDONESIA
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: IND
Full Text:
Supp. File(s):
Perjanjian Pengalihan Hak Cipta
Subject
Type Other
  Download (341KB)    Indexing metadata
Statistics: 276 90
Abstract

Latar belakang: Tempat-tempat umum sarana wisata dikategorikan sebagai tempat yang berpotensi menyebarkan penularan, pencemaran lingkungan, maupun gangguan kesehatan. Penyebab penularan penyakit di tempat-tempat umum disebabkan oleh salah satunya ialah buruknya akses sanitasi. Penelitian ini untuk bertujuan mengevaluasi penerapan sanitasi tempat-tempat umum (STTU) pada rekreasi Benteng Kuto Besak Kota (BKB) Palembang.
Metode: Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan evaluasi. Informasi dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, telaah dokumen, dan photovoice. Informan dalam penelitian ini berjumlah 9 orang. Analisis data yang digunakan adalah content analysis. Uji validitas yang dilakukan melalui triangulasi sumber, metode, dan data.           
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) belum mencukupi, pendidikan SDM sesuai standar, dana berasal dari Anggaran Pendatan dan Belanja Daerah (APBD), sarana dan prasarana pelaksanaan program STTU hampir sesuai dengan standar persyaratan sanitasi dasar. Kebijakan STTU sudah diimplementasikan, pencatatan, pelaporan, dan monitoring terhadap STTU terkhusus di BKB cukup baik. Pemeriksaan sanitasi di BKB belum terjadwal dengan baik karena terfokus melakukan STTU di sekolah, hotel, restoran, dan lain sebagainya. Penilaian yang dilakukan sesuai dengan formulir pemeriksaan obyek wisata. Pemberian rekomendasi secara lisan dan tulisan dan hasil STTU sudah mencapai target sebesar 85% dari target yang telah ditetapkan yaitu 80%.           
Simpulan: Penerapan sanitasi tempat-tempat umum pada rekreasi Benteng Kuto Besak Kota Palembang telah memenuhi syarat kesehatan sanitasi. Disarankan sebaiknya inspeksi sanitasi tempat-tempat umum lebih dioptimalkan pelaksanaannya melalui pemerataan penyehatan lingkungan tempat-tempat umum lainnya, menambah fasilitas sarana dasar di tempat wisata, dan melengkapi sarana pemeriksaan sanitasi tempat-tempat umum.


ABSTRACT

Title: Implementation Sanitation of Public Places in the Recreation Benteng Kuto Besak Palembang         
Background: Public places of tourist facilities are categorized as potential places  spread transmission, environmental pollution, and health problems. The cause of disease transmission in public places is caused by one of them is the need for sanitation access . This research aims to evaluate the application sanitation of public places (STTU) in the recreation of Benteng Kuto Besak Palembang (BKB).                    
Method: This research included qualitative research with an evaluation approach. Information is collected through in-depth interviews, observation, document review, and photovoice. The informants this research were 9 people. Analysis of the data used content analysis. Validity testing used through triangulation of sources, methods, and data.         
Result: The results of the research showed that Human Resources (HR) was insufficient, HR education according to standards, funds obtained from the Regional Education and Expenditure Budget (APBD), facilities and infrastructure for implementing the STTU program are almost in accordance with the standards of basic sanitation requirements. The STTU policy has been implemented, recording, reporting, and monitoring of STTU especially in BKB is quite good. The sanitation inspection at BKB has not been scheduled properly because it focuses on STTU in schools, hotels, restaurants, etc. The assessment is carried out according to the arrangement of the tourist inspetion object. STTU has reached the target of 85% of the set target 80%.                   
Conclusion: The implementation sanitation of public places in the recreation Benteng Kuto Besak  Palembang has fulfilled sanitation health requirements. Suggestion that sanitation inspections of public places should be optimized to be carried out through environmental sanitation in other public places, adding basic facilities in tourist attractions, and completing sanitation inspection facilities for public places.               

 

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords
Implementasi; Rekreasi; Sanitasi Tempat-tempat Umum.

Article Metrics:

  1. World Health Organization, Progress Drinking Water & Sanitation Update 2015. Switzerland; 2015
  2. World Health Organization. Media Centre. Sanitation Fact Sheet. 2015.
  3. Bartram, J & Cairncross, S. Hygiene, Sanitation, and Water: Forgotten Foundations of Health.Journal.pmed.1000367. 2010.
  4. Itchon, Gina S & Gensch, R. Water, Sanitation, Health. Sustainable Sanitation Water Managemet, Xavier University. 2013.
  5. Suryadi I, Rinawati S, Rachmawati S. Penerapan Hygiene dan Sanitasi Hotel Kusuma Kartika Sari di Kota Surakarta. Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health. 2018;2(2):142 .
  6. Gunawan, et al. Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Sanitasi Tempat-Tempat Umum Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: Dinkes Provinsi DIY; 2003.
  7. Wati CAI. Faktor yang Berhubungan dengan Praktik Sanitasi pada Pedagang Makanan di Sekitar Wisata Pantai Legonding Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Unnes Journal of Public Health. 2013;2(4):1-2.
  8. Sari P, Nurjazuli, Sulistiyani. Analisis Hubungan dan Sanitasi dengan Keberadaan Coliform Fecal pada Handle Pintu Toilet di Tempat-tempat Umum di Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Mayarakat. 2015;3(3):777-8.
  9. Saraswati LA, Werdiningsih I, Purwanto P. Evaluasi Kondisi Sarana Sanitasi yang Disediakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan Tingkat Kepuasan Wisatawan Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta Tahun 2016. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 2016;8(2):64-72.
  10. Santoso, I. Inspeksi Sanitasi Tempat-tempat Umum. Yogyakarta: Pustaka Baru, 2015.
  11. Devy HA, Soemanto RB. Pengembangan Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam sebagai Daerah Tujuan Wisata di Kabupaten Karanganyar. Jurnal Sosiologi Dilema. 2017;32(1):34-35.
  12. Dinas Pariwisata Palembang. Data Kunjungan Wisata Nusantara & Mancanegara 2018. Palembang: Dinas Palembang; 2018.
  13. Mujiati, Yuniar Y. Ketersediaan Sumber Daya Manusia Kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dalam Era Jaminan Kesehatan Nasional di Delapan Kabupaten-Kota di Indonesia. 2016;26(4):201-210
  14. Suparlan. Pengantar Pengawasan Hygiene Sanitasi Tempat-Tempat Umum Wisata & Usaha-Usaha untuk Umum. Surabaya: Percetakan Dua tujuh, 2012.
  15. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerja Sanitarian. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2013.
  16. Rahmawati D, Handayani RD, Fauzzia W. Hygiene dan Sanitasi Lingkungan di Obyek Wisata Kampung Tulip. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 2018:1(1):87-94.
  17. Mardiana, SW. Evaluasi Kinerja Pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan Jambi dalam Pemeriksaan Sanitasi di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Jambi [thesis]. Yogyakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada; 2012.
  18. Maulini ML, Syaifudin A, Boediarsih. Hubungan Sikap Pengelola Wisata Terhadap Upaya Pemeliharaan Kesehatan Lingkungan di Juwana Water Fantasy (JWF). Jurnal Keperawatan Komunitas. 2013;1(2):75-76
  19. Daulay NF, Hasan W, Marsaulina I. Pelaksanaan Pengelolaan Sampah dan Partisipasi Pedagang untuk Menciptakan Lingkungan Bersih di Basement Pasar Petisah Kota Medan Tahun 2012. Jurnal Lingkungan dan Keselamatan Kerja. 2013;2(3):9.
  20. Adriyani, R. Managemen Sanitasi Pelabuhan Domestik di Gresik. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 2005;1(2):137-140