Implementation ff Midwive-Traditional Birth Attendants Partnership by Midwives in Buton District, Southeast Sulawesi, (A Case Study on Wakaokili Primary Healthcare Center)

*Hermawati Hermawati -  Dinkes Kota Bau-Bau, Indonesia
Tjahjono Kuntjoro - 
Ayun Sriatmi - 
Received: 29 Feb 2016; Published: 1 Mar 2016.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: IND
Full Text:
Statistics: 168 206
Abstract
Terbatasnya pemahaman pentingnya persalinan Nakes terlatih menjadikan dukun sebagai pilihan penolong persalinan, disamping faktor sosial ekonomi, budaya, dan kinerja bidan, yang berdampak peningkatan AKI di Kabupaten Buton. Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan masih rendah, ditandai rendahnya jumlah dukun bermitra dan rendahnya rujukan
kehamilan dan rujukan persalinan dukun di Puskesmas Wakaokili. Inilah cermin Program Kemitraan Bidan-Dukun oleh Bidan Desa di Puskesmas Wakaokili. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam pada 4 bidan desa dan 9 dukun bersalin sebagai informan utama. Data dianalisis menggunakan metode content analysis. Penelitian menunjukkan tujuan dan indikator keberhasilan program kurang dipahami, tidak ada aturan tertulis, tidak ada SOP dan pencatatan khusus kemitraan bidan-dukun. Diseminasi program bersifat pengenalan, pelaporan tidak didiskusikan. Pembinaan dan magang dukun
tidak ada. Sikap pelaksana terhadap kemitraan cenderung mendua dan sumber daya kurang mendukung. Terbukti lingkungan ekonomi, sosial dan politik mempengaruhi keberhasilan program.
Kata Kunci : Puskesmas, Program Kemitraan Bidan-Dukun .

The limited knowledge on the importance of health workers deliveries, together with some other factors such as economies, social and culture, made traditional birth attendants became a choice of delivery services. This condition resulted in the increase of Maternal Mortality
Rate in Buton District. The coverage of health workers deliveries in Wakaokili was still low. It was marked by the low rate of traditional birth attendance-midwives’ partnership and deliveries referral to the midwives, as well as high rates of traditional birth attendance
deliveries. This study was a descriptive qualitative study. Data were collected by in depth interviews on 4 village midwives and 9 traditional birth attendants as the main informants. Data were analyzed by content analysis method. Results showed that the goals and program success indicators were not understood well. Dissemination was only an introduction and the report was not discussed. There was no coaching or internship program. The attitude tended to be ambivalent and the resources were not supportive. It is proven that economic, social and political environment influence the program results.
Keywords
Puskesmas; Program Kemitraan Bidan-Dukun .

Article Metrics:

  1. Abdi, T. 2008. Determinan Pemanfaatan Dukun Bayi Oleh Masyarakat
  2. Dalam Pilihan Pertolongan di Desa Anak Talang Kecamatan Batang Cenak Kabupaten Indragiri Hulu. USU, Jakarta
  3. Alwi, Q. 2007. Tema Budaya Yang Melatarbelakangi Perilaku Ibu-Ibu
  4. Penduduk Asli Dalam Pemeliharaan Kehamilan dan Persalinan di Kabupaten Mimika. Buletin Penelitian kesehatan. 35: 135-148
  5. Depkes RI. 2007. Pedoman Pengawasan Program Kesehatan Ibu
  6. dan Anak (KIA). Inspektorat Jenderal Depkes RI, Jakarta
  7. Depkes RI. 2007. Penilaian Peran Serta Masyarakat dalam Akselerasi
  8. Penurunan AKI dan AKB. Jakarta
  9. Depkes RI. 2008. Pedoman Kemitraan Bidan dan Dukun. Jakarta
  10. Dinas Kesehatan Kabupaten Buton. 2009. Profil Kesehatan Kabupaten
  11. Buton. Pasarwajo
  12. Kepmenkes RI. No. 81/Menkes/SK/I/2004 tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan di
  13. Tingkat Propinsi/Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit
  14. Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Rineka
  15. Cipta, Jakarta
  16. Puskesmas Wakaokili, 2011. Profil Puskesmas Wakaokili, Pasarwajo
  17. Subarsono, AG. 2008. Analisi Kebijakan Publik. Pustaka Pelajar,
  18. Yogyakarta
  19. Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.
  20. Alfabeta, Bandung
  21. Winarno, B. 2012. Kebijakan Publik (Teori, Proses, dan Studi Kasus) edisi & revisi terbaru. Caps, Yogyakarta
  22. Wiyono, Djoko. 1997. Manajemen Kepemimpinan dan Organisasi
  23. Kesehatan. Penerbit Airlangga University Press. Surabaya