Evaluation on Rooming In Mardi Rahayu, Kudus

*Titik Ariyanti  -  Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus, Indonesia
Sudiro Sudiro  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Indonesia
Lucia Ratna Kartika Wulan  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 431 717
Abstract

Tingginya Angka Kematian Bayi di Indonesia, adanya bukti ilmiah, bayi yang diberi susu formula kemungkinan meninggal lebih tinggi dibandingkan dengan yang diberi ASI eksklusif, Pelaksanaan Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi dengan melaksanakan program rawat gabung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program rawat gabung di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Desain penelitian deskriptif kualitatif, subyek penelitian 5 informan utama penentu kebijakan dan 5 informan trianggulasi sebagai pelaksana dan penerima program. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam (indepth interview), pengolahan data dengan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian aspek output belum baik, ibu dan bayi dilakukan rawat gabung ± 2 jam/hari, masih diberi susu formula, Aspek input, SDM belum disesuaikan dengan standar tenaga rumah sakit tipe B, Pendanaan belum seimbang dari setiap program, sarana prasarana untuk ketersediaan, kecukupan dan kelayakan baik, sedangkan ruang nifas kelas tiga kurang lengkap dan kurang nyaman, SOP dilakukan sebagian, Pemasaran belum dilakukan. Aspek proses belum berjalan baik, kebijakan pimpinan sudah ada, sosialisasi, penggerakan dan koordinasi belum dilakukan, belum pernah
dilakukan monitoring dan evaluasi, belum ada komitmen dalam pelaksanaan rawat gabung mulai
dari pimpinan sampai dengan pelaksana. Simpulan Rumah Sakit Mardi Rahayu melaksanakan rawat gabung parsial, masih diberi susu formula. Dari aspek SDM belum sesui standar strata B, program dana belum seimbang, sarana prasarana kelas 3 belum swesui standar, SOP dilaksanakan sebagian, kurangnya pemasaran dan belum adanya komitmen bersama. Disarankan melaksanakan rawat gabung total dan susu formula diberikan sesuai indikasi, diadakan pelatihan manajemen laktasi, konselor ASI serta kelompok pendukung ASI, adanya monitoring dan evaluasi.

 

Infant mortality rate in Indonesia was high. Scientific evidence showed that infants with formula milk had higher probability to die than infant with exclusive breastfeeding. Implementation of ‘Sayang Ibu dan Anak’ hospital movement was done by performing rooming in program. Objective of this study was to evaluate the implementation of rooming-in program in Mardi Rahayu hospital Kudus. This was a descriptive-qualitative study. Study subjects were five main informants as policy makers, and five triangulation informants as executors of the program. Data were collected through in- depth interview. Content analysis method was applied in the data analysis. Results of the study showed that output aspect was not good; rooming in for mother and child were conducted ± 2 hours/day; formula milk was still given. Input aspect: human resource was not standardized to the type B hospital worker standard. Budget for each program was not equal; availability, sufficiency, and feasibility of facility were good. Third class post delivery room was not complete and uncomfortable. Not all standard operating procedure was performed. Marketing was not done. Process aspect was inadequate. Leader’s policy was made; socialization, actuating, and coordination were not done; monitoring and evaluation were not done; no commitment from the leaders and executors in the implementation of rooming in. In conclusion, Mardi Rahayu hospital performed partial rooming in; formula milk was still given. Human resource aspects were not suitable with type B hospital standard; budgeting program was not equal; facilities for third class were not suitable with the standard. Not all SOP was performed; marketing was insufficient, and no collective commitment was done. It was suggested to do total rooming-in, and to give formula milk according to the indication; to do lactation management training, breast milk counselor and supporter training, to conduct monitoring and evaluation.

Keywords: rooming in program ; evaluation ; hospital

Article Metrics:

  1. Edmond K, Zandoh C, Quigley M. Delayed Breastfeeding Initiation Increases Risk of Neonatal Mortalty. Pediatrics. 2006; 117: 380–386.
  2. Kepmenkes RI No 450/MENKES/SK/IV/2004 tentang pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif.
  3. Departemen Kesehatan RI. Rumah Sakit Sayang Ibu Dan Bayi. Jakarta, 2001
  4. Departemen Kesehatan RI. Program Safe Motherhood Di Indonesia. Jakarta, 2002.
  5. William, N. Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Gajah Mada university Press, Cetakan Klima, Yogyakarta, 2003
  6. Pengantar Administrasi Kesehatan. Edisi Ketiga, PT Bina Rupa Aksar, Jakarta, 1996
  7. Buku Jilid Dua Administrasi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Surabaya, 2003
  8. Perencanaan Kesehatan untuk Meningkatkan Efektifitas Manajemen. Gajah Mada university Press, Yogyakarta, 1994
  9. Husein. Evaluasi Kinerja Perusahaan. Penerbit PT Gramedika Pustaka Utama, Jakarta, 2005.
  10. James, E. Panduan Evaluasi Kinerja Karyawan. Prestasi Pustaka Publisher, Jakarta, 2004.
  11. Marasco, L. Maria, Santa. Agar ASI Lancar di awal Menyusui. [online] 2007 [15Desember 2008]:Available from:URL: http://www.lalecheleague.org/NB/ NBJulAug05p142.html.
  12. Marjono, A.B. Kamar Bersalin dan Rawat Gabung. [online] 2007 [15 Desember 2008]: Available from: URL: http://www.blog at WordPress.com.
  13. Anonim. Rooming in di Rumah Bersalin. [online] 2008 [15 Desember 2008]:Available from: URL: http://www.info-sehat.com.
  14. Bustami, MS. Penjaminan mutu Pelayanan Kesehatan dan Akseptabilitasnya. PT Gelora Aksara Pratama. Padang. 2011; 47 – 54.
  15. Departemen Kesehatan RI. Pedoman Rawat Gabung Ibu dan Bayi.. Jakarta. 2007.
  16. Wijono, D. Evaluasi Program Kesehatan dan Rumah Sakit. CV Duta Prima Airlangga.Surabaya. 2007.
  17. Wijono, D. Manajemen Kesehatan Ibu dan Anak. CV Duta Prima Airlangga. Surabaya.2008
  18. Sulaeman, ES. Manajemen Kesehatan Teori dan Praktek Puskesmas. UNS Surakarta. 2009
  19. Kartika Sari, R. Evaluasi pelaksanaan Kegiatan Balai Kesehatan Ibu dan Anak Khususnya Tumbuh Kembang Anak sebagai Bagian Program Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, Pasca Sarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat Undip. Jenis Penelitian deskreptif dengan Metode Kualitatif. (Tesis). 2008.
  20. Permenkes 262/Menkes/Per/VII/1979. Tentang Standarisasi Ketenagaan di Rumah Sakit. Jakarta. 1979.
  21. Patton, MQ. Metode Evaluasi Kualitatif. Pustaka Pelajar. Yogjakarta. 2009.
  22. Saryono, Anggraeni, MD. Metodologi Penelitian Kualitatif Dalam Bidang Kesehatan. Nuha Medika. Yogjakarta. 2010.
  23. Creswell, JW. Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Pustaka pelajar. Yogjakarta. 2010.
  24. Departemen Kesehatan RI. Pedoman Pelaksanaan Program Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi. Jakarta. 2008
  25. Prawirohardjo, Sarwono. 2007. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Universitas Indonesia.
  26. Mappiwali, Asrul. Rooming In. (online) 2011 (1 Oktober 2011) : Available from : URL : http://www.scribd.com/doc/12963634/ Rawat-Gabung-Rooming-in.
  27. Selasi. Rawat Gabung. (online) 2011 (1 Oktober 2011) : Available from : URL : http:/ /www.selasi.net/rumah-sakit-sayang-ibudan-bayi/rawat-gabung.
  28. Sukses Sekamar dengan Bayi (Rooming In). (online) 2011 (1 Oktober 2011) : Available from : URL : http://www.ayahbunda.co.id/ Artikel/Psikologi/sukses.sekamar.dengan.bayi.rooming.in/001/007/394/460/-/4.
  29. Soetjiningsih, Suraatmaja S. The advantages of rooming-in. Pediatr Indones. 1986; 26:229-35.
  30. Siagian, S.P. Fungsi-fungsi Manajemen, Bumi Aksara, Jakarta,2002
  31. Usman, Husaini. Manajemen – Teori, praktik dan Riset Pendidikan, Bumi Aksara, Yogyakarta, 2006
  32. Azwar , A. Pengantar Administrasi Kesehatan, Binarupa Aksana : Jakarta, 1996
  33. Jackson, H. John & Robert L. Mathis. Manajemen Sumber daya manusia, Salemba Empat, Jakarta, 2006.
  34. Satrianegara, Fais M & Siti Saleha. Buku Ajar Organisasi dan Manajemen Pelayanan Kesehatan serta Kebidanan, Salemba Medika, Jakarta, 2009.
  35. http://www. Litbang. Depkes. Go. Id/djunaedi/documentation/350407 pdf/ sundari.pdf;vol.2011
  36. http://www.scribd.com/doc/46969856/Pengertian SOP,2011;vol 2011
  37. Dunn. W, Analisis Kebijakan, Jakarta, 1999