skip to main content

Bahasa Jepang vs Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing dalam Persepsi Mahasiswa Indonesia

*Girindra Putri Ardana Reswari  -  Applied Foreign Language, Diponegoro University, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2020 KIRYOKU under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang merupakan dua bahasa asing yang sama-sama banyak dipelajari oleh masyarakat Indonesia. Meskipun Bahasa Inggris dan Jepang sama-sama dipelajari dengan sangat luas di Indonesia,

Permasalahan yang timbul adalah terkait dengan kurangnya penelitian yang membuktikan apakah banyak bahasa asing lain yang perlu atau bahkan memiliki banyak peminat di Indonesia. Sebagian besar penelitian terhadap pembelajaran bahasa asing hanya terfokus pada pembelajaran Bahasa Inggris. Untuk itulah artikel ini akan menelaah lebih jauh persepsi masyarakat khususnya mahasiswa terhadap bahasa Inggris dan bahasa Jepang sebagai bahasa asing di Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk memahami persepsi yang ada pada masyarakat di balik alasan peminatan terhadap Bahasa Inggris atau Bahasa Jepang. Sehingga diharapkan pembelajaran Bahasa Inggris dan Jepang sebagai bahasa asing ke depan dapat dikembangkan lebih maksimal berdasarkan kesulitan yang dirasakan. Lebih lanjut, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran terhadap persepsi-persepsi masyarakat sebagai tolak ukur pemahaman masyarakat mengenai lulusan Bahasa asing khususnya Bahasa Inggris dan Jepang di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus terhadap 110 mahasiswa Sarjana Terapan Bahasa Asing pada Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro, Hasil dari penelitian ini adalah  persepsi mahasiswa terhadap lebih menjanjikan Bahasa Inggris dibandingkan Bahasa Jepang dalam hal pemilihan karir rupanya masih tinggi. Sedangkan, pemilihan Bahasa Jepang rupanya lebih didasarkan pada minat dan persepsi mahasiswa terhadap keindahan dan keunikan yang dimiliki oleh negara dan budaya Jepang.

Fulltext View|Download
Keywords: bahasa asing; persepsi; peluang karir

Article Metrics:

  1. Al-Mekhlafi, A. M. and Nagaratnam, R. P. (2011) ‘Difficulties in teaching and learning grammar in an EFL context.’, Online Submission. ERIC, 4(2), pp. 69–92
  2. Chilingaryan, K. and Gorbatenko, R. (2015) ‘Motivation in language learning’, in Sgem 2016, Bk 1: Psychology and Psychiatry, Sociology and Healthcare, Education Conference Proceedings, Vol II
  3. Emmaryana, F. (2010) ‘An analysis on the grammatical errors in the students’ writing’, Bachelor’s skripsi, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta
  4. Ghasemi, B. and Hashemi, M. (2011) ‘ICT: Newwave in English language learning/teaching’, Procedia-social and behavioral sciences. Elsevier, 15, pp. 3098–3102
  5. Istiqomah, D., Diner, L. and Wardhana, C. K. (2015) ‘Analisis Kesulitan Belajar Bahasa Jepang Siswa SMK Bagimu Negeriku Semarang’, Chi’e: Journal of Japanese Learning and Teaching, 4(1)
  6. Josefova, A. (2018) ‘The Importance of Foreign Language Instruction in the Current Multicultural World’, in SHS Web of Conferences. EDP Sciences, p. 1008
  7. Pennycook, A. (2008) ‘English as a language always in translation’, European Journal of English Studies. Taylor & Francis, 12(1), pp. 33–47
  8. Santoso, I. (2014) ‘Pembelajaran bahasa asing di Indonesia: Antara globalisasi dan hegemoni’, Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 14(1), pp. 1–11
  9. Stein-Smith, K. (2018) ‘The Romance Advantage—The Significance of the Romance Languages as a Pathway to Multilingualism’, Theory and Practice in Language Studies, 8(10), pp. 1253–1260
  10. Takebe, Y. (1993) ‘Kanji wa muzukashikunai [Kanji is not difficult]’, Tokyo: Alc
  11. Widianingsih, N. K. A. and Gulö, I. (2016) ‘Grammatical difficulties encountered by second language learners of English’, Proceedings of ISELT FBS Universitas Negeri Padang, 4(2), pp. 141–144

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.