skip to main content

Citra Lansia dalam Film ‘An’ (Selai Kacang Merah) dan ‘Oke Roujin!’ (Golden Orchestra)

*Lili Febriyani  -  Japanese Literature, Faculty of Cultural Science Universitas Gadjah Mada, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2021 KIRYOKU under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Orang-orang yang telah memasuki fase akhir kehidupan atau orang-orang lanjut usia (lansia), kerap dilabeli dengan stereotip negatif terkait perubahan fisik, psikologis, dan sosiologis. Berbagai penggambaran mengenai citra diri lansia banyak muncul dalam berbagai teks. Artikel ini membahas mengenai citra lansia dalam dua film berbahasa Jepang, yaitu film An (Selai Kacang Merah) dan Oke Roujin! (Golden Orchestra). Dengan menggunakan Activity Theory, Successful Aging, dan Loneliness, penelitian mencoba menganalisis citra lansia yang dikonstruksikan secara individu dan kelompok menggunakan metode Content Analysis. Dari hasil analisis yang dilakukan menyeluruh terhadap komponen-komponen yang ada dalam film, dapat disimpulkan bahwa citra positif lansia dikonstruksikan dengan mencari celah keunggulan dari kekurangan yang dimiliki, dan citra positif tersebut tidak menghilangkan penggambaran citra negatifnya. Lansia dari kedua film mencoba untuk tetap memanfaatkan usia tua dengan baik, meninggalkan karya dengan cara berbeda, yaitu Tokue Yoshii dengan selai kacang merahnya dan orkestra lansia dengan musik dan konser pertama mereka.  

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Research Results
Citra Lansia dalam Film ‘An’ (Selai Kacang Merah) dan ‘Oke Roujin!’ (Golden Orchestra)
Subject citra lansia; activity theory; film; successful aging
Type Research Results
  Download (787KB)    Indexing metadata
Keywords: citra lansia; activity theory; film; successful aging

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.