Pengaruh Kondisi Fisik Sumur dan Penurunan Kualitas Air (BOD) terhadap Kejadian Penyakit (Studi Kasus IndustrixSoun di DesaxManjung Kecamatan Ngawen Kabupaten Klaten)

*Hera Rachmawati -  Mahasiswa BagianKesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 15 May 2019; Published: 15 May 2019.
Open Access Copyright 2019 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Research article
Language: ID
Full Text:
Statistics: 71 65
Abstract
ABSTRAK
Latar Belakang: Desa Manjung adalah sentral industri soun di Kabupaten Klaten. Industri soun menghasilkan limbah cair yang memiliki kadar BOD di atas baku mutu yaitu sebanyak 1.290 mg/L. Tingginya kadar BOD dalam air menandakan tingginya kandungan mikroorganisme. Kelompok coliform, Escherichia coli, Streptococcus, dan Staphylococcus terkandung di dalam BOD dapat menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan dan iritasi kulit. Hal tersebut mungkin dapat menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan dan iritasi kulit di Desa Manjung. Tujuan x.penelitian, untuk mengetahui x.hubungan x.kondisi fisik sumur dan penurunan kualitas x.air (BOD) dengan x.kejadian gangguan kesehatan yang dialami warga Desa Manjung.
Metode: Penelitian.observasional analitik denganxpendekatan case control. Sampel sebanyak 38 responden (19 kelompok kasus dan 19 kelompok kontrol) dengan purposive sampling. Analisis data dengan uji Chi-square.
Hasil: Hasil uji laboratorium kadar BOD terdapat 5 sampel air sumur atau sebesar 13,15% yang memiliki baku mutu air badan air kelas I dari 38 sampel air sumur. Hasil uji hubungan menunjukkan bahwa kondisi dinding sumur (p-value = 0,032; OR = 7,650(1,370-42,713)), kondisi lantai sumur (p-value = 0,040; OR = 5,926(1,287-27,283)), dan kadar BOD dalam sampel air sumur (p-value = 0,046) berhubungan dengan kejadian penyakit. Kondisi bibir sumur (p-value = 0,065; OR = 6,182(1,101-34,700)) tidak berhubungan dengan kejadian penyakit.
Simpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah gangguan kesehatan yang terjadi berhubungan dengan kondisi dinding sumur, kondisi lantai sumur, dan kadar BOD dalam sampel air sumur.
Keywords
Kata kunci: Air tanah, BOD, industri soun, gangguan pencernaan dan iritasi kulit

Article Metrics:

  1. Suriawiria, U. Mikrobiologi Air dan Dasar-Dasar Pengolahan Buangan Secara Biologis. Bandung : Penerbit Alumni. 2008.
  2. Salim, H. Beban Pencemaran Limbah Domestik Dan Pertanian di Das Citarum Hulu. Jurnal Teknologi Lingkungan, Vol. 3, No. 2, Mei : 107-111. 2002.
  3. Widiyanto, A. F., Yuniarno,S. dan Kuswanto. Polusi Air Tanah Akibat Limbah Industri dan LimbahRumah Tangga. Jurnal Kesehatan Masyarakat KEMAS 10 (2) 246-254. ISSN 1858-1196. 2015.
  4. Sudarmadji. Perubahan Kualitas Airtanah di Sekitar Sumber Pencemar Akibat Bencana Gempa Bumi. Forum Geografi, 20(2):99–11. 2006.
  5. Wardhana, W. A. 1994. Dampak Pencemaran Lingkungan. Yogyakarta:Penerbit Andi. 1994.
  6. Dewi, Andita Y.P., dan Setyawan Purnama. Kajian Pengaruh Limbah Industri Soun Terhadap Kualitas Airtanah di Desa Manjung Kecamatan Ngawen Kabupaten Klaten.
  7. Data 20 besar penyakit di Puskesmas Ngawen tahun 2018.
  8. WHO tahun 2014 tentang kontruksi sumur gali.
  9. Joko, T. Unit Air Baku Dalam Sistem Penyediaan Air Minum. Yogyakarta : Graha Ilmu. Cetakan Pertama, 2010.
  10. Umaly, R. C. dan Ma L. A. Cuvin. Limnology: Laboratory and field guide, Physico-chemical
  11. factors, Biological factors. National Book Store, Inc. Publishers. Metro Manila. 322 p. 1988.
  12. Metcalf dan Eddy, INC. Wastewater Engineering : Treatment, Disposal, Reuse. 3rd ed. (Revised by : G. Tchobanoglous and F. L. Burton). McGraw-Hill, Inc. New York, Singapore. 1334 p. 1991.
  13. Schaecher, M. Escherichia coli. General Biology. Enscyclopedia of Microbiology, Vol. II, Academic press, Great Britain. 1992.