skip to main content

Perbedaan Kelelahan Kerja pada Penanganan Prasarana dan Sarana Umum dengan Karakteristik Lingkungan yang Berbeda

1Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

2Bagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Received: 18 Jun 2019; Revised: 1 Mar 2020; Accepted: 6 Mar 2020; Published: 1 Apr 2020.
Open Access Copyright (c) 2020 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Latar Belakang: Kelelahan kerja pada pekerja dapat berpengaruh terhadap penurunan produktivitas kerja, masalah kesehatan, dan kejadian kecelakaan kerja. Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) mempunyai risiko kelelahan kerja akibat pekerjaan yang padat. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa tingkat kelelahan berasal dari karakteristik lingkungan yang berbeda, berdasarkan wilayah, kepadatan penduduk, dan volume sampah tiap harinya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan kelelahan kerja ditinjau berdasarkan karakteristik wilayah pada PPSU.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan studi cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah PPSU di Pinangsia (padat) dengan 98 orang dan Krukut (tidak padat) dengan 48 orang. Sampel penelitian ini dipilih dari simple random sampling dari 50 PPSU di Pinangsia dan 32 PPSU di Krukut. Pengukuran yang dilakukan pada pekerja adalah kelelahan kerja dengan timer reaksi, beban kerja fisik dengan pulse oxymeter, status gizi dengan indeks massa tubuh (BMI), beban kerja mental dengan NASA-TLX, asupan energi menggunakan recall 24 jam dan kebisingan dengan sound level meter.

Hasil: Berdasarkan hasil uji Mann Whitney disimpulkan bahwa ada perbedaan kelelahan kerja di PPSU dengan karakteristik lingkungan yang berbeda (p-value = 0,008). Sementara berdasarkan hasil uji rank spearman disimpulkan bahwa ada hubungan antara beban kerja fisik di PPSU di Pinangsia (sig = 0,005), PPSU di Krukut sig = 0,002) dan asupan energi di PPSU di Pinangsia (sig = 0,000) , PPSU di Krukut (sig = 0,008) dengan kelelahan kerja, bahwa tidak ada hubungan antara beban mental pada PPSU di Pinangsia (sig = 0,199) dan PPSU di Krukut (sig = 0,660), status gizi di PPSU di Pinangsia (sig = 0,734 ) dan PPSU di Krukut (sig = 0.647) dengan kelelahan kerja.

Simpulan: Karakteristik lingkungan berhubungan dengan kelelahan kerja

Kata kunci: kelelahan kerja, Pinangsia, Krukut, beban kerja fisik, asupan energi

 

ABSTRACT

Title: Differences in Work Fatigue in Handling Public Infrastructure and Facilities with Different Environmental Characteristics

 

Background: Work fatigue experienced by workers can result in a decrease in work productivity, health problems, and the incidence of workplace accidents. In Handling Public Infrastructure and Facilities (PPSU) there are risk factors for work fatigue that come from the workload. A research that the level of fatigue comes from different environmental characteristics based on area, population density and volume of waste per day. This research aimed to determine differences in work fatigue based on environmental characteristics in PPSU.

Method: This research was an observational analitic study with cross sectional study approach. The population from this research were PPSU in the Pinangsia (dense) with 98 people and Krukut (not dense) with 48 people. The sample of this research was chosen from simple random sampling from of 50 PPSU in Pinangsia and 32 PPSU in Krukut. The Measurements carried out on workers are work fatigue with a reaction timer, physical workload with pulse oxymeter, nutritional status with body mass index (BMI), mental workload withn NASA-TLX, energy intake using 24-hour recall and noise with sound level meters.

Result: Based on the results of the Mann Whitney test it was concluded that there were differences in work fatigue in PPSU with different environmental characteristics (p-value = 0.008).  While based on the results of the rank spearman test it was concluded that there was a relationship between physical workload at PPSU in Pinangsia (sig = 0.005), PPSU in Krukut sig = 0.002) and energy intake in PPSU in Pinangsia (sig = 0.000), PPSU in Krukut (sig = 0.008) with work fatigue, that there is no relationship between mental burden on PPSU in Pinangsia (sig = 0.199) and PPSU in Krukut (sig = 0.660), nutritional status in PPSU in Pinangsia (sig = 0.734) and PPSU in Krukut (sig = 0.647) with work fatigue.

Conclusion: Environmental characteristic related to work fatigue.

Keywords: work fatigue, Pinangsia, Krukut, physical workload, energy intake

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Research Instrument
PERBEDAAN KELELAHAN KERJA PADA PENANGANAN PRASARANA DAN SARANA UMUM DENGAN KARAKTERISTIK LINGKUNGAN YANG BERBEDA (Studi Observasional didasarkan pada Asupan Energi, Status Gizi dan Beban Kerja)
Subject work fatigue, Pinangsia, Krukut, physical workload, energy intake
Type Research Instrument
  Download (39KB)    Indexing metadata
Keywords: kelelahan kerja; Pinangsia; Krukut; beban kerja fisik; asupan energi

Article Metrics:

  1. Andreas, Asri, Irma Nurjanah As. Karakteristik Lingkungan Dan Perilaku Masyarakat Kawasan Permukiman Nelayan Di Sekitar Teluk Kendari. J Arsit Nalars. 2014;13(2):89–98
  2. Atiqoh J, Wahyuni I, Lestantyo D. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Konveksi Bagian Penjahitan Di Cv . Aneka Garment Gunungpati Semarang. J Kesehat Masy (Journal Public Heal. 2014;2:119–26
  3. Ihsan T, Salami Rs. Hubungan Antara Bahaya Fisik Lingkungan Kerja Dan Beban Kerja Dengan Tingkat Kelelahan Pada Pekerja Di Divisi Stamping Pt. X Indonesia. J Tek Lingkung. 2015;12(1):7
  4. Grandjean. Fitting The Task To The Man. 4th Edt. Inc T& F, Editor. London; 1988
  5. Fitria N, Setiawan P. Identifikasi Karakteristik Lingkungan Permukiman Kumuh Di Kelurahan Kapuk , Jakarta Barat. J Tek Pomits. 2014;3(2)
  6. Marquart G, Cabrall C WJ De. Review of eye- related Measures Of Driver’s Mental Workload. 2015; Available From: Http://Dx.Doi.Org/10.1016/J.Promfg.2015.07.783
  7. Suma’mur. Higine Perusahaan Dan Kesehatan Kerja. Jakarta: Toko Gunung Agung; 2001. 56-78 P
  8. Mentri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Ri. Keputusan Mentri Tenaga Kerja Nomor 608/Men/1989 Tentang Pemberian Izin Penyimpangan Waktu Kerja Dan Waktu Istirahat Bagi Perusahaan Yang Memperkerjakan Pekerja 9 Jam Perhari. 1989;
  9. Hardinsyah. Kecukapan Energi,Lemak,Protein Dan Karbohidrat. Bogor: Ipb; 2012
  10. Almatsier. Prinsip Dasar Ilmu Dasar Gizi. Jakarta: Pt Gramedia Pustaka Utama; 2009
  11. Tarwaka. Ergonomi Industri. Surakarta: Harapan Offset; 2015
  12. Klinis D-Dmp. Sastroasmoro. Seto S, Editor. Jakarta; 2011
  13. Dewa Putu Gunasastra Septian Adi, Dr. Dr. Ari Suwondo, Mph, Dr. Daru Lestyanto Ms. Hubungan Antara Iklim Kerja, Asupan Gizi Sebelum Bekerja, Dan Beban Kerja Terhadap Tingkat Kelelahan Pada Pekerja Shift Pagi Bagian Packing Pt.X, Kabupaten Kendal. J Kesehat Masy (Journal Public Heal

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-06-12 17:49:03

No citation recorded.