Analisis Kondisi Rumah Berdasarkan Tingkat Pemahaman Rumah Sehat di Kelurahan Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang

*Bintang Rumiris Christiyani  -  Diponegoro University
Sulistiyani Sulistiyani  -  Dosen Bagian Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Indonesia
Budiyono Budiyono  -  Dosen Bagian Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 29 Jun 2019; Revised: 29 Jun 2019; Accepted: 5 Jul 2019; Published: 5 Jul 2019.
Open Access Copyright 2019 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Citation Format:
Article Info
Section: Research article
Language: ID
Statistics: 243 858
Abstract

Latar belakang: Rumah sehat menjadi salah satu target di dalam SDGs. Rumah sehat menjadi salah satu target di dalam SDGs karena rumah merupakan determinan kesehatan. Cakupan rumah sehat di Kelurahan Rowosari sebesar 79,02%, sedangkan target SDGs adalah 100%. Pemahaman merupakan tingkatan dari pengetahuan yang bersifat aktif dalam mempengaruhi seseorang memiliki persepsi dan berperilaku untuk mengupayakan rumah sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan tingkat pemahaman rumah sehat dengan kondisi rumah di Kelurahan Rowosari.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 92 responden yang diambil secara acak dengan memperhatikan proporsi. Pengukuran pemahaman mengenai rumah sehat menggunakan kuesioner dan pengukuran kondisi rumah melalui lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan alfa 5%.

Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa 51,5% responden memiliki pemahaman yang tinggi mengenai rumah sehat. Ada hubungan antara tingkat pemahaman mengenai PHBS dalam rumah sehat dengan kondisi rumah di Kelurahan Rowosari (p-value = 0,003; 95% CI = 1,071 – 1,389). Variabel yang tidak berhubungan dengan kondisi rumah di Kelurahan Rowosari adalah tingkat pemahaman mengenai fisik rumah (p-value 0,729; 95% CI = 0,906 – 1,192), tingkat pemahaman mengenai sarana sanitasi (p-value = 0,485; 95% CI = 0,939 – 1,231) dan tingkat pemahaman rumah sehat (p-value = 0,486; 95% CI = 0,935 – 1,224).

Simpulan: Adanya hubungan tingkat pemahaman mengenai PHBS dalam rumah sehat dengan kondisi rumah di Kelurahan Rowosari.
Keywords: Tingkat Pemahaman, Kondisi Rumah, Rumah Sehat, Sanitasi.

Article Metrics:

  1. Notoatmodjo S. Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2014.
  2. Sardjoko S. Pengarusutamaan kesehatan dalam sustainable development goald (SDGs). Kementerian PPN/Bappenas; 2017 p. 1–28.
  3. Anies A. Penyakit berbasis lingkungan: berbagai penyakit menular & tidak menular yang disebabkan oleh faktor lingkungan. Jakarta: Ar-Ruzz Media; 2017.
  4. Zairinayati, Udiyono A, Hanani Y. Analisis faktor lingkungan fisik rumah yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja puskesmas sosial kecamatan sukarame palembang. Masker Med. 2013;1(2):1–20.
  5. Sofia, Suhartono, Wahyuningsih NE. Hubungan kondisi lingkungan rumah dan perilaku keluarga dengan kejadian demam berdarah dengue di kabupaten aceh besar. J Kesehat Lingkung Indones. 2014;13(1):30–7
  6. Pham HV, Doan HTM, Phan TTT Minh NNT. Ecological factors associated with dengue fever in a central highlands province , vietnam. BMC Infect Dis [Internet]. 2011;11(1):172. Available from: http://www.biomedcentral.com/1471-2334/11/172
  7. Aini N. Data kegiatan pkk kecamatan tembalang pokja III tahun 2018. Kecamatan Tembalang; 2018.
  8. Natalina, Rochmawati, Elly T. Gambaran kepemilikan rumah sehat di wilayah kerja puskesmas sungai durian kabupaten kubu raya. J Mhs dan Peneliti Kesehat. 2015;2(3):84–97.
  9. Formulir penilaian rumah sehat di wilayah kerja puskesmas rowosari kecamatan tembalang tahun 2018. 2018.
  10. Santoso S. Buku latihan statistik non parametrik. Jakarta: Gramedia; 2001.
  11. Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 560/68 Tahun 2018 tentang Upah minimum pada 35 (tiga puluh lima) kabupateb/kota di provinsi jawa tengah tahun 2019. 2018.
  12. Arikunto S. Dasar-dasar evaluasi pendidikan. 3rd ed. Jakarta: Bumi Aksara; 2019.
  13. Priyoto. Teori sikap dan perilaku dalam kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika; 2014.
  14. Puteri AD. Analisis faktor yang berhubungan dengan kondisi rumah sehat di desa bandur picak kecamatan koto kampar hulu tahun 2017. Prepotif J Kesehat Masy. 2017;1(2):28–41.
  15. Azwar S. Sikap Manusia: Teori dan pengukurannya. Jakarta: Pustaka Pelajar; 2011.
  16. Susilo BE. Identifikasi potensi kemampuan masyarakat kampung matraman salemba dalam peningkatan kualitas rumah sesuai prinsip rumah sesuai prinsip rumah sehat. J Planesa. 2011;2(2):122–30.
  17. Warlenda SV, Astuti WD. Faktor yang berhubungan dengan kondisi rumah sehat di kelurahan industritenayan kecamatan tenayan raya kota pekanbaru tahun 2017. Menara Ilmu. 2017;XI(77):161–4.
  18. Ngandu T, E VS, Helkala E, B W, A N, J T, et al. Education and dementia: what lies behind the association? Neurology. 2007;69(14):1442–50.
  19. Mubarok I. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Salemba Medika; 2009.
  20. Tipple AG, Masters GA, Garrod GD. An assessment of the decision to extend government-built houses in developing countries. Urban Stud. 2000;37(9):1–23.
  21. Kusumawati ID, Sunarko, Sanjoto TB. Hubungan antara pengetahuan rumah sehat dan status sosial ekonomi dengan kualitas rumah tinggal penduduk di desa rowolaku kecamatan kajen kabupaten pekalongan. Edu Geogr [Internet]. 2015;3(3):45–54. Available from: http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo%0AHUBUNGAN
  22. Atmaja J. Hubungan faktor sosial ekonomi dengan kondisi fisik bangunan rumah tidak sehat di kecamatan lubuk alung. J Ilm R&B. 2004;4(2):1–10.