skip to main content

Kadar Debu Terhirup dan Gangguan Fungsi Paru pada Masyarakat di sekitar Stasiun Tawang Semarang

*Nurul Aziza  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Mursid Rahardjo  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Budiyono Budiyono  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2020 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Latar Belakang: Transportasi berperan penting terjadinya pencemaran udara baik dalam bentuk gas atau partikel seperti debu. Stasiun Tawang merupakan stasiun induk yang ramai dikunjungi. Berdasarkan pengukuran kadar debu, didapatkan kadar debu total di kawasan Stasiun Tawang sebesar 441,16 µg/Nm3. Debu dapat mengganggu fungsi paru pada masyarakat yang beraktivitas di area tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar debu terhirup dengan gangguan fungsi paru pada masyarakat di sekitar Stasiun Tawang Semarang

Metode: Jenis penelitian menggunakan analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Populasi penelitian sejumlah 83 orang yang beraktivitas setiap hari di Stasiun Tawang yaitu pedagang tetap, pedagang kaki lima, petugas rel, petugas kebersihan, satpam, dan petugas parkir dengan jumlah sampel 45 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dimana pengambilan sampel berdasarkan kriteria inklusi yaitu bersedia menjadi responden, berusia produktif, dan durasi kerja ≥8 jam/hari. Kadar debu terhirup diukur menggunakan alat Personal Dust Sampler selama 1 jam, gangguan fungsi paru diukur menggunakan alat spirometer. Variabel dependen adalah gangguan fungsi paru pada masyarakat di Stasiun Tawang dan variabel independen adalah paparan debu terhirup, umur, jenis kelamin, status gizi, masa kerja, durasi paparan, dan penggunaan alat pelindung diri dengan variabel pengganggu adalah kebiasaan merokok. Analisis statistik penelitian ini menggunakan uji Chi square α=0,05.

Hasil : Hasil penelitian menunjukan 18 orang (40%) terpapar debu terhirup di atas NAB. Pemeriksaan fungsi paru menunjukan 44,4% orang mengalami gangguan. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara kadar debu terhirup (p-value = 0.001), jenis kelamin (p-value = 0.049), umur (p-value = 0.013), masa kerja (p-value = 0.027), penggunaan alat pelindung diri (p-value = 0.029) dengan gangguan fungsi paru pada masyarakat di sekitar Stasiun Tawang Semarang.

Simpulan : Kadar debu terhirup merupakan faktor risiko terjadinya gangguan fungsi paru pada masyarakat di sekitar Stasiun Tawang Semarang.

Kata kunci: Transportasi, debu, paru, masyarakat, Stasiun

 

ABSTRACT

Title: Inhaled Dust Levels and Impaired Lung Function in Communities around Tawang Station Semarang

Background: Transportation plays important of role in air pollution in form of gas and particle such as dust. Tawang Station is a main station that is highly visited. Based on the measurement of dust in the ambient are 441.16 μg/Nm3. Dust can influence the pulmonary function people in the area. This study aims to determine the relationship between the level of inhaled dust and disorder lung function of the people who activited at Tawang Station, Semarang.

Method: Type of research used observational analytic and cross sectional study design. Population of the research amount 83 people who activited at Tawang Station are permanent traders, street vendors, rail officers, janitors, security,and parking officers with a total sample are 45 people. The sampling technique used purposive sampling where sampling based on inclusion criteria that is willing to be a respondent, productive age, and duration of work ≥8 hours/day. Inhaled dust levels tested using the Personal Dust Sampler for 1 hour and lung vital capacity used a spirometer. The dependent variable impaired pulmonary function at Tawang Station, the independent variable was inhaled dust, age, sex, nutritional status, years of service, duration of exposure, and use of personal protective equipment and the confounding variable is smoking habit. Statistical analysis used the Chi square test α=0,05.

Result: The results that 18 people (40%) had inhaled dust levels the threshold limit values and the disorders lung function are 44.4%. There a correlation between the level of inhaled dust (p-value = 0,001), sex (p-value = 0.049), age (p-value = 0.013), years of service (p-value = 0.027), use of personal protective equipment (p-value = 0.029) and disorders lung function of the people who activited in Tawang Station Semarang

Conclusion: Inhaled dust is a risk factor around Semarang Tawang Station.

Keywords: transportation, dust, lung, community, station

Fulltext View|Download
Keywords: transportasi; debu; paru; masyarakat; stasiun

Article Metrics:

  1. Raharjo M, Nurjazuli, Suprapti. Ancaman Karboksi Haemoglobine (COHb), Masyarakat Berisiko Tinggi pada Ruas Jalan Nasional. Master Thesis, Magister Ilmu Lingkungan. 2009
  2. Raharjo M, Hanani Y, Astri. Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Pariculate Matter (PM10) pada Pedagang Kaki Lima Akibat Aktivitas Transportasi (Studi Kasus: Jalan Kaligawe Kota Semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia.2016
  3. Suma’mur. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes). Jakarta: Agung Seto; 2013
  4. Wardhana WA. Dampak Pencemaran Lingkungan. Yogyakarta: ANDI; 2001
  5. Andriyanto. Pencemaran Udara Lingkungan Kerja. Artikel Kesehatan Lingkungan; 2013
  6. Djojodibroto DRD. Respirologi. Jakarta: EGC; 2009
  7. Ikawati Z. Lung Function Test. Yogyakarta: UGM Press; 2009
  8. Surat Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Tengah No. 8 tahun 2001 tentang Baku Mutu Kualitas Udara Ambien Provinsi Jawa Tengah
  9. Sastroasmoro S, Ismael S. Dasar-dasar Metodologi Klinis. Jakarta: CV. Sagung Seto; 2011
  10. Murti B. Desain dan Ukuran Sampel untuk Penelitian Kuantatif dan Kualitatis di Bidang Kesehatan.Yogyakarta: Gadjah Mada University Press;2006
  11. Naura, Nurjazuli, Hanan. Hubungan Paparan Debu Terhirup dengan Gangguan Fungsi Paru pada Masyarakat Berisiko di Jalan Prof. Soedarto Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat.2018
  12. Deviandhoko, Endah N, Nurjazuli. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gangguan Fungsi Paru pada Pekerja Pengelasan di Kota Pontianak. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 2012;11(2):123-29
  13. Antarudin. Pengaruh Debu Padi pada Faal Paru Pekerja Kilang Padi yang Merokok dan Tidak Merokok. Sumatera Utara: Universitas Sumatera Utara (USU) Digital Library; 2002
  14. Suyono. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II, Edisi 3. Jakarta: Balai Penerbit FK UI; 2001
  15. Effendy N. Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta: Rineka Cipta; 2010
  16. Yulaekah S. Paparan Debu Terhirup dan Gangguan Fungsi Paru pada Pekerja Industri Batu Kapur (Studi di Desa Mrisi Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan) [Thesis]. Semarang: Universitas Diponegoro; 2007

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.