skip to main content

Hubungan antara Status Gizi dan Kondisi Lingkungan Kerja dengan Produktivitas Pegawai (Studi pada Kantor Ketenagalistrikan di Semarang)

1PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pendidikan dan Pelatihan (UPDL), Semarang, Indonesia, Indonesia

2Department of Epidemiology and Tropical Disease, Faculty of Public Health Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

Received: 30 Jul 2023; Revised: 31 Aug 2023; Accepted: 8 Sep 2023; Published: 1 Oct 2023.
Open Access Copyright (c) 2023 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Tingkat produktivitas kerja sangat penting dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai pegawai kantor ketenagalistrikan. Produktivitas kerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya status gizi dan kondisi lingkungan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan kondisi lingkungan kerja dengan produktivitas pegawai kantor ketenagalistrikan di Semarang.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan pendekatan observasional analitik menggunakan rancangan studi cross-sectional. Penelitian dilakukan pada Mei s.d. Juli 2023 dengan populasi seluruh pegawai kantor ketenagalistrikan di Kota Semarang sebanyak 677 pegawai. Variabel bebas adalah status gizi dan kondisi lingkungan kerja, sedang variabel terikatnya adalah produktivitas kerja pegawai kantor ketenagalistrikan di Kota Semarang. Data dalam penelitian ini diambil menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui Google Form kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square.

Hasil: Usia responden dalam penelitian ini diketahui paling muda adalah 25 tahun dan paling tua berusia 57 tahun. Produktivitas kerja pegawai kategori baik lebih banyak pada responden dengan status gizi tidak normal (60%) dibandingkan responden dengan status gizi kategori normal (55,10%). Produktivitas kerja pegawai kategori baik lebih banyak pada responden yang mendapatkan kondisi lingkungan kerja yang baik (75%) dibandingkan responden yang mendapatkan kondisi lingkungan kerja yang kurang (31,30%). Hasil analisis bivariat pada penelitian di kantor ketenagalistrikan Semarang menunjukkan secara statistik tidak ada hubungan antara status gizi dengan produktivitas pegawai (nilai p = 1,000) dan ada hubungan antara kondisi lingkungan kerja dengan produktivitas pegawai (nilai p = 0,000).

Simpulan: Pada kantor ketenagalistrikan di Semarang, diketahui bahwa terdapat hubungan antara kondisi lingkungan kerja dengan produktivitas kerja pegawai (nilai p = 0,000), sedang status gizi tidak berhubungan secara statistik (nilai p = 1,000). Melihat adanya hubungan antara lingkungan kerja dengan produktivitas kerja, maka diharapkan ada peningkatan kualitas lingkungan kerja baik secara fisik maupun non fisik sehingga dapat menjadi jembatan peningkatan produktivitas kerja pegawai.

Kata kunci: status gizi; lingkungan kerja; produktivitas kerja

 

Title: Employee Productivity in Relation to Nutritional Status and Working Environment Conditions (Study at the Electricity Office in Semarang)

Background: In performing duties and responsibilities as an employee of the electricity office, the level of work productivity is crucial. Several factors, such as nutritional status and the conditions of the workplace, can have an effect on work productivity. This study's objective was to examine the relationship between Semarang office workers' nutritional status and working environment conditions and their productivity.

Method: This is a quantitative study employing an analytical observational methodology and a cross-sectional design. The study was conducted between May and July of 2023, with a sample size of 677 electricity office employees in Semarang City. The independent variables are nutritional status and working environmental conditions, while the dependent variable is the work productivity of electricity office employees in Semarang City. This study's data were collected via a Google Form questionnaire and analyzed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test.

Result: The youngest participant in the research was 25 years old, while the oldest participant was 57 years old. Sixty percent of respondents with an abnormal nutritional status were more productive at work than those with a normal nutritional status (55.10 percent). The work productivity of employees who receive good working conditions is greater (75%) than that of respondents who receive subpar working conditions (31.30%). The results of bivariate analysis in research at the Semarang electricity office show that statistically there is no relationship between nutritional status and employee productivity (p value = 1.000) and there is a relationship between working environmental conditions and employee productivity (p value = 0.000).

Conclusion: The Semarang power office found that working environment conditions and staff productivity were significantly associated (p = 0.000), while nutritional status was not (p = 1.000). The association between the work environment and employee productivity suggests that improving the physical and non-physical quality of the workplace will boost productivity.

Keywords: nutritional status; work environment; work productivity

Fulltext View|Download
Keywords: status gizi; lingkungan kerja; produktivitas kerja

Article Metrics:

  1. PLN. Company Profile Perusahaan Listrik Negara PT. PLN (Persero), https://web.pln.co.id/tentang-kami/profil-perusahaan (2021)
  2. Aggrianto D. Peran PT. PLN (Perusahaan Listrik Negara) Dalam Pelayanan Listrik Di Kampung Biatan Bapinang Kecamatan Biatan Lempake Kabupaten Berau. eJournal Ilmu Pemerintah 2014; 2: 2782–2794
  3. Pemerintah Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2009. Nomor 30 Tahun 2009, Jakarta, 2009
  4. Sekretariat Perusahaan PT PLN (Persero). Statistik PLN 2021. Jakarta, 2022
  5. Sulaeman A. Pengaruh Upah Dan Pengalaman Kerja terhadap Produktivitas Karyawan Kerajinan Ukiran Kabupaten Subang. Trikonomika 2014; 13: 91–100
  6. Harimisa ME. Kepemimpinan Dan Motivasi Kerja Pengaruhnya Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Di Kantor Camat Sario Kota Manado. J EMBA J Ris Ekon Manajemen, Bisnis dan Akunt 2013; 1: 2143–2154
  7. Sondang S. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Jakarta: Rineka Cipta, 2009
  8. Kamuli S. Pengaruh Iklim Organisasi Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai di Sekretariat Daerah Kota Gorontalo. J Inov 2012; Volime 9: 1–8
  9. Tanto D, Dewi SM, Budio SP. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas pekerja pada pengerjaan atap baja ringan di perumahan green hills malang. J Rekayasa Sipil 2012; 6: 69–82
  10. As’ad A. Psikologi Industri. Yogyakarta: Liberti, 1987
  11. Fajriansyah F, Taufiq MI, Sasmita H, et al. Pengaruh Lingkungan Kerja dan Produktivitas Kerja terhadap Kinerja Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Daya di Masa COVID-19. J Sains Manaj Nitro 2016; 1: 150–160
  12. Megawaty M. Kepribadian Locus of Control Karyawan Marketer Pada PT. Bank Panin Dubai Syariah. AKMEN J Ilm 2019; 40–49
  13. Novianti B, Kurniawan B, Widjasena B. Hubungan Antara Usia, Status Gizi, Motivasi Kerja, Dan Pengalaman Kerja Dengan Produktivitas Kerja Operator Bagian Perakitan Di Pt. X. J Kesehat Masy 2017; 5: 79–88
  14. Cahyaning RCD, Supriyadi S, Kurniawan A. Hubungan Pola Konsumsi, Aktivitas Fisik dan Jumlah Uang Saku dengan Status Gizi pada Siswa SMP Negeri di Kota Malang Tahun 2019. Sport Sci Heal 2019; 1: 22–27
  15. Diana E, Evendi A, Ismail I. Hubungan Status Gizi dengan Kelelahan Kerja pada Karyawan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji di Indramayu. Afiasi J Kesehat Masy 2017; 2: 84–88
  16. Rampisela VAJ, Lumintang GG. Pengaruh Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja Dan Upah Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT Dayana Cipta. J EMBA J Ris Ekon Manajemen, Bisnis dan Akunt 2020; 8: 302–311
  17. Astuti RW. Pengaruh Pendidikan, Keterampilan Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan. JSMBI ( J Sains Manaj Dan Bisnis Indones ) 2020; 10: 24–29
  18. Panjaitan M. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan. J Manaj 2017; 3: 1–5
  19. Ashari D. Factors Related To Work Productivity of Nurses in The Room Pringsewu Hospital Inpatient. J Ilm Kesehat 2022; 12: 11–22
  20. Aprina A. Pemberian Makanan Sehat “Nutrisi Seluler” terhadap Produktivitas Kerja pada Karyawan Penggilingan Padi. J Kesehat 2017; 8: 460
  21. Nurkardi N. Kesinambungan Energi dan Aktifitas Olahraga. J Pengabdi Kpd Masy 2014; 20: 78–83
  22. Verawati L. Hubungan tingkat kelelahan subjektif dengan produktivitas pada tenaga kerja bagian pengemasan di cv sumber barokah. Indones J Occup Saf Heal 2016; 5: 51–60
  23. Sari DAP, Halim R, Hidayati F. Faktorr-faktor yang Berhubungan dengan Produktivitas Kerja pada Pemanen Tandan Buah Segar di PT. AWY. J Kesmas Jambi 2022; 6: 59–72
  24. Stitapajna A, Aslam M. Hubungan Status Gizi dan Asupan Energi dengan Produktivitas Kerja pada Pekerja PT. Propack Kreasi Mandiri Cikarang. Nutrisia 2020; 22: 86–93
  25. Prasetya TAE, Mukhadiroh L, Farapti F, et al. Factors Contributing to Nurse Productivity in Public Hospitals in Surabaya, Indonesia. Hosp Top 2020; 98: 145–154
  26. Ilmi AY, Marji M, Ekawati R. Pengaruh Status Gizi dan Tingkat Kelelahan Subjektif terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Bagian Linting Rokok di PT. X Kabupaten Malang. Sport Sci Heal 2021; 3: 1013–1023
  27. Wardani AK, Ratnawati R, Wiryanto W, et al. Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Produktivitas Kerja Karyawan di PT. Pangan Jaya Bersama. Formosa J Sci Technol 2022; 1: 555–564
  28. Fitri E, Yuliantini E, Haya M. Relationship Between Nutritional Status and Work Productivity of Tea Picking Workers. J Vokasi Keperawatan 2021; 4: 219–228
  29. Sumigar JT, Kawatu P, Korompis G. Hubungan Antara Motivasi Kerja Dan Status Gizi Dengan Produktivitas Kerja Pada Pekerja Bagian Open Area Di Pt. Tropica Cocoprima Desa Lelema Kabupaten Minahasa Selatan. Kesmas 2020; 9: 195–201
  30. Bakri AS, Suharni S, Yusriani Y, et al. Hubungan Status Gizi Dengan Produktivitas Kerja Karyawan PT. Angkasa Pura I (PERSERO) Kota Makassar. Wind Public Heal J 2022; 2: 1414–1420
  31. Shafitra M, Permatasari P, Agustina A, et al. Hubungan Status Gizi, Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Produktivitas Kerja Pada Pekerja di PT Gatra Tahun 2019. Media Kesehat Masy Indones 2020; 19: 50–56
  32. Sedarmayanti S. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: PT. Refika Aditama, 2009
  33. Martina EC, Yusuf AA, Shuaibu H. Impact of Work Environment on Employee Productivity in Polytechnics in Edo State. Eur J Bus Manag 2022; 4: 80–98
  34. Sunyoto D. Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan Pe. Jakarta: Penerbit PT Caps, 2012
  35. Wulandari N. Analysis of Factors Affecting Employee Productivity (Study on the Employee of PT Arkan Teknik Medan). Int J Econ Technol Soc Sci 2022; 3: 219–226
  36. Elaho OB, Odion AS. The Impact of Work Environment on Employee Productivity: A Case Study of Business Centers in University of Benin Complex. Amity J Manag Res 2022; 5: 1–19

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-06-12 20:47:02

No citation recorded.