skip to main content

Analisis Pengaruh Pembiayaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik terhadap Indikator Kinerja Layanan Kesehatan Primer Indonesia

1Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 4-9. Jakarta Selatan 12950, Indonesia

2Badan Riset dan Inovasi Nasional, Gedung B.J. Habibie, Jl. M.H. Thamrin No. 8, Jakarta Pusat 10340, Indonesia

Received: 26 Dec 2023; Revised: 29 Jan 2024; Accepted: 27 Feb 2024; Published: 1 Jun 2024.

 

 

Open Access Copyright (c) 2024 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Alokasi anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Jampersal dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dari tahun 2016 anggaran yang telah diberikan sebesar 3.344 miliar rupiah dan naik hampir 2 kali lipat di tahun 2017 menjadi 6.610 miliar rupiah. Hal tersebut akan berdampak langsung terhadap daya penyerapan realisasi anggaran di daerah untuk masing-masing menu BOK dan Jampersal yang secara linier akan mempengaruhi kualitas pencapaian setiap indikator kesehatan masyarakat. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pembiayaan anggaran BOK dan Jampersal dalam skema Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik terhadap capaian indikator layanan kesehatan primer.
Metode: Metode penelitian yang digunakan merupakan hasil analisis gabungan deskriptif dan statistik dengan menggunakan program software SPSS. Instrumen penelitian ini menggunakan data sekunder. Data sekunder didapatkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, hasil studi kepustakaan dan review kajian literatur Analisis data menggunakan studi kuantitatif dengan pengisian kuesioner oleh responden yang dilakukan oleh penanggung jawab program dan anggaran kesehatan masyarakat di level Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
Hasil: Pada penelitian ini, Bantuan Operasional Khusus (BOK) menjadi variabel terikat (dependent), sementara capaian kesehatan lingkungan, capaian kesehatan neonatus dan bayi, capaian kesehatan anak usia sekolah dan remaja, capaian kesehatan ibu menjadi variabel bebas (independent). Dari hasil simulasi menggunakan software SPSS didapatkan nilai R 0,705 menunjukkan bahwa indikator kinerja capaian BOK berdampak 70,5% terhadap layanan kesehatan primer (definisi kuat R > 0,5). Sementara itu, Angka R Square 0,497 menunjukkan 49,7% capaian BOK berdampak pada variabel kesehatan ibu, kesehatan neonatus dan bayi serta kesehatan anak usia sekolah dan remaja, sementara itu 50,3% capaian berdampak pada faktor lain.
Simpulan: Berdasarkan penelitian ini, diketahui bahwa Pengaruh Pembiayaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik berupa Bantuan Operasional Khusus (BOK) terhadap Indikator Kinerja Layanan Kesehatan Primer Indonesia pada tahun 2017 cukup berpengaruh. Dari empat indikator kinerja terdapat tiga indikator kinerja yang dipengaruhi oleh realisasi Bantuan Operasional Khusus (BOK).

Kata kunci: BOK; DAK; Indikator Kinerja Layanan Kesehatan

 

ABSTRACT
Title: Analysis of the Effect of Non-Physical Special Allocation Fund (DAK) Financing on Indonesia's Primary Health Service Performance Indicators.

Background: The budget allocation for Health Operational Assistance (BOK) and Jampersal from year to year continues to experience a significant increase. Since 2016, the budget that has been provided was 3,344 billion rupiah and has almost doubled in 2017 to 6,610 billion rupiah. This will have a direct impact on the absorption capacity of budget realization in the regions for each BOK and Jampersal menu which will linearly affect the quality of achievement of each public health indicator. So this study aims to determine how much influence the BOK and Jampersal budget financing in the Non-Physical Special Allocation Fund (DAK) scheme has on the achievement of primary health service indicators.
Method: The research method used is the result of a combined descriptive and statistical analysis using the SPSS software program. This research instrument uses secondary data. Secondary data was obtained from the District/City Health Office, the results of literature studies and literature review studies. Data analysis uses quantitative studies with respondents filling out questionnaires carried out by those responsible for public health programs and budgets at the District/City Health Office level.
Results: In this study, Special Operational Assistance (BOK) is the dependent variable, while environmental health achievements, neonatal and infant health achievements, school-age children and adolescent health achievements, maternal health achievements are independent variables. From the simulation results using SPSS software, the R value of 0.705 shows that the BOK achievement performance indicator has a 70.5% impact on primary health services (strong definition R> 0.5). Meanwhile, the R Square Figure of 0.497 shows that 49.7% of BOK achievements have an impact on maternal health variables, neonatal and infant health and school-age children and adolescent health, while 50.3% of achievements have an impact on other factors.
Conclusion: Based on this study, it is known that the Influence of Non-Physical Special Allocation Fund (DAK) Financing in the form of Special Operational Assistance (BOK) on the Performance Indicators of Indonesian Primary Health Services in 2017 is quite influential. Of the four performance indicators, there are three performance indicators that are influenced by the realization of Special Operational Assistance (BOK).

Keywords: BOK; DAK; Health Service Performance Indicators

 

Fulltext View|Download
Keywords: BOK; DAK; Indikator Kinerja Layanan Kesehatan

Article Metrics:

  1. Mujiwardhani, A., Setiawan, L., & Nawawi, A. (2022). Dana Alokasi Khusus di Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI
  2. Saraswati. (2021). Rencana Aksi Tahun 2020 - 2024. Jakarta: Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer
  3. Sistriani. (2012). Analisis Pencapaian Indikator 9 Cakupan Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Wilayah Kerja Puskesmas Kalibagor Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Jurnal Kesmasindo, 96
  4. Kementerian Kesehatan RI. (2015). Rencana Pembangunan Jangka Menengah dalam Bidang Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI
  5. Stanhope, M., & Lancaster, J. (2012). Public Health Nursing: Population-Centred Health Care in the Community (Sixth ed.). Maryland Heights, Missouri: Mosby
  6. Maniagasi, Y. (2021). Penguatan Kapasitas Pusat Kesehatan Masyarakat dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Jayapura. Makasar: Universitas Hasanudin
  7. Munawaroh, B. (2019). Membangun Masyarakat Sehat Melalui Pembentukan Keluarga Sehat Di Dusun Tawangrejo Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun. Surabaya: UIN Sunanampel
  8. Wibowo, D. (2022). Analisis Implementasi Keberhasilan Program Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) Melalui Studi Kasus Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tahun 2017. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 238-247

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2025-04-02 13:31:30

No citation recorded.