Pengaruh Kemiringan dan Susunan Struktur terhadap Stabilitas Pemecah Gelombang Tipe Kantong Pasir Bentuk Bantal

*Hamdani Hamdani -  Kementrian Pekerjaan Umum Balai Wilayah Sungai Sumatera VII, Bengkulu, Indonesia
Published: 3 Dec 2014.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 300 1002
Abstract

Coastal erosion causes the destruction of the buildings on the beach, like the houses of citizens and other infrastructure. One method is to use abrasion prevention breakwater structure, but the kind of Rubble Mound Breakwater (RMB) becomes uneconomical when used in the cultivation of isolated, which has limited infrastructure and resource materials, especially stone. One method of overcome this problem is to use sandbags as a breakwater. Many researchers have done much research in the stability of sandbags. However, research is limited to the analys of the effect of freeboard, the roughness, slope and structural arrangement. This is a physical model of an experimental 2-D is done in a wave tank in Marine Environment and energy engineering laboratory. Marine-FTK ITB. Wave height ranges between 10 cm to 22 cm, the period is contant, 1.5 seconds. 1200 number of waves for the wave. 50 cm high model, and the freeboard is 0 cm. models vary is the slope and configuration of the sand bags. The results showed that the level of damage caused by the power of the model is highly dependent on model and configuration and the second wavelength. As a result of change in the slope, the stability of SK1 has increased to 28.135, while as a result of configuration changes, SK1 to SK2 causing stability has increased 4.17%

Keywords : Stability, Sandbag breakwater, Configuration of structure, Pillow sandbag, Breakwater.

 

Abstrak

 

Abarsi pantai menyebabkan kehancuran pada bangunan di tepi pantai, seperti rumah-rumah warga dan infrastruktur lainnya. Salah satu metode pencegahan abrasi adalah dengan menggunakan struktur breakwater, tapi jenis Rubble Mound Breakwater (RMB) menjadi tidak ekonomis bila digunakan dalam pembudidayaan terisolasi, yang memiliki keterbatasan infrastruktur dan sumber bahan, terutama batu. Salah satu metode untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan karung pasir sebagai pemecah gelombang. Banyak peneliti telah melakukan banyak penelitian mengenai stabilitas kantong pasir. Namun demikian, penelitian tersebut adalah terbatas pada analisis tentang pengaruh freeboard, kekasaran lereng dan struktur tumit dan memaksakan pengepungan kestabilan. Penelitian ini mengkaji tentang analisis stabilitas pemecah gelombang tipe karung pasir yang dipengaruhi oleh kemiringan konfigurasi dan susunan struktur. Ini adalah model fisik eksperimental 2-D yang dilakukan dalam tangki Gelombang Lingkungan dan Energi Laut di laboratorium Teknik Kelautan – FTK ITB Bandung. Rentang tinggi gelombang antar 10 cm sampai 22 cm, periode konstan, 1,5 detik. Jumlah gelombang sebesar 1200 gelombang. Model tinggi 50 cm, dan freeboard adalah 0 cm. Model bervariasi adalah kemiringan dan konfigurasi kantong pasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerusakan model yang disebabkan oleh kekuatan sangat tergantung pada kemiringan konfigurasi dan model karung pasir. Stabilitas karung pasir dipengaruhi oleh penampangkarung pasir konfigurasi serta panjang gelmbang sesaat. Sebagai hasil perubahan lereng, stabilitas SK1 telah meningkat hingga 28,13%, sementara sebagai akibat dari perubahan konfigurasi, SK1 untuk Sk2, menyebabkan stabilitas telah meningkat 4,17%.

Kata kunci: Stabilitas, Karung pasir pemecah gelombang, Struktur konfigurasi, Karung bantal pasir, Pemecah gelombang
Keywords
Stability; Sandbag breakwater; Configuration of structure; Pillow sandbag; Breakwater; Stabilitas; Karung pasir pemecah gelombang; Struktur konfigurasi; Karung bantal pasir; Pemecah gelombang

Article Metrics: