IDENTIFIKASI LANGGAM DAN PERIODISASI ARSITEKTUR KOLONIAL NUSANTARA PADA BANGUNAN CAGAR BUDAYA

Yemima Sahmura  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
*Sri Hartuti Wahyuningrum  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 18 May 2018; Published: 22 Nov 2018.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Pada umumnya masyarakat awam masih menganggap bahwa peninggalan sejarah dan benda-benda cagar budaya tidak memiliki arti dan manfaat bagi kehidupan langsung masyarakat. Masyarakat di sekitar lokasi tempat benda cagar budaya sadar atau tidak sadar, sebenarnya telah menikmati hasil dari keberadaan benda cagar budaya tersebut. Namun pada kenyataannya masyarakat seringkali tidak terlibat dalam upaya pelestarian benda cagar budaya tersebut. Dalam proses plestarian walaupun tidak menghasilkan karya rancangan baru, proses pelestarian terdiri dari beberapa tahap kegiatan yang saling berkesinambungan.  Apabila merujuk UU RI no. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, maka terdapat tiga tahap kegiatan, yaitu : [1] perlindungan, [2] pengembangan, dan [3] pemanfaatan. Adapun tahapannya, Tahap 1 : identifikasi arsitektural objek bersejarah, Tahap 2 : pemetaan kondisi objek dan rekomendasi tindakan pelestarian. Dengan Studi Kasus Poliklinik Bethesda, Semarang, keberadaan bangunannya menjadi satu lingkungan dengan GKI Peterongan. Sekarang bangunan ini termasuk bangunan cagar budaya terdaftar sebagai rumah  Tan Siang Swie.  Dalam studi ini, digunakan metode deskriptif-eksploratif, analisa deskriptif kualitatif dengan pendekatan tipologi wajah arsitektur kolonial Belanda pada Klinik Bethesda Semarang. Melalui tahapan penelitian sebagai berikut: (a) observasi lapangan pada lokasi pengamatan; (b) mengidentifikasi setiap bangunan berdasarkan, kekhasan langgam/gaya, lalu menyesuaikan dengan teori yang berkaitan dengan tipologi wajah bangunan;(c) mengidentifikasi dan menganalisa detail dari setiap elemen wajah bangunan (atap, dinding, dan lantai) dan ditipologikan berdasarkan langgam/gaya bangunannya;(d) menarik kesimpulan dari analisa tersebut tentang tipologi wajah bangunan arsitektur kolonial.

 

Keywords: Langgam; Periodisasi; Kolonial; Nusantara; Bethesda; Cagar Budaya

Article Metrics:

  1. Akihary, Huib. 1990. Architectuur en Stedebouw in Indonesie 1870-1970, De Walburg Pers, Zutphen
  2. Antariksa. 2010. Tipologi Wajah Bangunan dan Riasan dalam Arsitektur Kolonial Belanda.
  3. http://antariksaarticle.blogspot.co m/ 2010/05/tipologi-wajahbangunandan-riasan.html
  4. (diakses pada tanggal 18 September 2017)
  5. Brommer, B, et.al. 1995. Beeld van EenStadt, Asia Major, Nederland.
  6. Hadinoto. 2010. Arsitektur dan Kota-kota di Jawa pada Masa Kolonial. GrahaIlmu. Yogyakarta
  7. Hartono, S. & Handinoto. 2006. ‘Arsitektur Transisi’ di Nusantara dari Akhir Abad 19 ke Awal Abad 20. (Studi Kasus Komplek Bangunan Militer di Jawa pada Peralihan Abad 19 ke 20). Dimensi Teknik Arsitektur . XXXIV (2): 8192.
  8. Handinoto dan Soehargo, paulus H. 1996. Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolinial Belanda di Malang. Yogyakarta
  9. Imam Santoso & Beni G. Wulandanu. Studi Pengamatan Tipologi Bangunan pada Kawasan Kauman Kota Malang. Local Wisdom – Jurnal Ilmiah Online, ISSN: 2086-3764. Volume: III, Nomor: 2, Halaman: 10 - 26 , September 2017
  10. Jessup, H. 1984. The Dutch Colonial Villa, Indonesia, In MIMAR 13: Architecture in Development, Concept Media Ltd, Singapore.
  11. Jessup, H. 1985. Dutch Architectural Visions of the Indonesian Tradition, in Muqarnas III: An Annual on Islamic Art and Architecture, Journal Article 4
  12. Krier, Rob, 1983, Elements of Architecture, Architecture Design AD Publications Ltd, London.
  13. Krier, Rob. 1988 . Architectural Composition. London: Academy Edition
  14. Muljadinata, A. S. 1993. Karsten dan Penataan Kota Semarang, Thes. Mag. Arch., Institut Teknologi Bandung
  15. Schodek, Daniel L. 1998. Struktur. PT. Refika Aditama : Bandung