DAMPAK BISNIS ONLINE TERHADAP SOSIAL-EKONOMI DAN KARAKTERISTIK RUANG DALAM RUMAH TINGGAL DI CIBADUYUT, KOTA BANDUNG

*Amelia T. Widya  -  Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Jasmine C. U. Bachtiar  -  Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Helfa Rahmadyani  -  Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Aristyo Rahardiyan  -  Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Theodorus Ananda B. P  -  Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Agustinus A. Abadi  -  Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Received: 26 Apr 2020; Revised: 2 Jul 2020; Accepted: 12 Aug 2020; Published: 13 Oct 2020.
DOI: https://doi.org/10.14710/mdl.20.2.2020.98-110 View
surat pengantar
Subject surat pengantar revisi
Type Other
  Download (27KB)    Indexing metadata
Open Access
Citation Format:
Abstract

Revolusi industri 4.0 yang diinisiasi oleh perkembangan teknologi informasi digital mendorong perkembangan dalam segala bidang termasuk industri komersial. Penerapan teknologi ini berimplikasi pada perubahan pola kegiatan jual-beli secara ‘online’ tanpa adanya batasan jarak, waktu, dan tempat. Peluang kegiatan jual-beli ‘online’ tersebut dimanfaatkan oleh sebagian orang di rumah. Perubahan kegiatan ini telah berimplikasi pada perubahan sosial-ekonomi dan karakteristik fisik ruang dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan sosial-ekonomi dan karakteristik fisik ruang dalam rumah tinggal akibat kegiatan bisnis ‘online’. Penelitian dilakukan di Sentra Kerajinan Sepatu Cibaduyut, Kota Bandung pada tiga orang responden yang memiliki bisnis usaha kerajinan sepatu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan pengambilan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan survei. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan sosial-ekonomi dan fisik yang meliputi transformasi fungsi ruang, ‘layout’ ruang, dan ‘layout’ perabot di ruang dalam rumah akibat bisnis ‘online’. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh arsitek atau pengembang perumahan untuk mempertimbangkan pola perilaku dan kebutuhan para pelaku industri dalam rumah tinggal di era industri 4.0.

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords: Bisnis online; ruang dalam rumah; rumah tinggal; transformasi fisik; transformasi sosial-ekonomi

Article Metrics:

  1. Burke, R. R. (2001). Technology and the Customer Interface: What Consumers Want in the Physical and Virtual Store. Journal of the Academy of Marketing Science, 30(4), 411–432. https://doi.org/10.1177/009207002236914
  2. Chan, X., Bin, L., & Tianzuo, W. (2017). New Patterns of County In-Situ Urbanization and Rural Development: Perspective of E-Commerce. China City Planning Review, 26(4), 34–41.
  3. Chidambaram, L., & Zigurs, I. (2001). Our Virtual World: The Transformation of Work, Play and Life via Technology (Vol. 18). Idea Group Publishing.
  4. Dewi, A., & Soesanto, antariksa san. (2005). Pengaruh Kegiatan Berdagang Terhadap Pola Ruang Dalam Bangunan Rumah-Toko Kawasan Pecinan Kota Malang. Dimensi Teknik Arsitektur, 33(1), 17–26.
  5. Douglas, J. (2006). Building Adaptation. Routledge.
  6. Erdiono, D., Karongkong, H. H., & Direga, F. O. P. (2012). Studi Pengamatan terjadinya Pola Pergeseran Fungsi Ruang pada Bangunan Rumah-Toko di Manado. Media Matrasain, 9(3), 47–66.
  7. Freathy, P., & Calderwood, E. (2020). Social transformation in the Scottish islands: Liberationist perspectives on consumer empowerment. Journal of Rural Studies, 1–10. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2020.01.016
  8. Herdiansyah, A. (2016). Kajian Transformasi Bentuk dan Fungsi pada Perumnas Type 36 di Area Kampus Universitas Islam Riau Pekanbaru.
  9. Kellett, P., & Tipple, G. (2002). Home-Based Enterprise and Housing Policy: Evidence from India and Indonesia. ENHR 2002, 1–5.
  10. Kumar, R. (2005). Research Methodology: A Step-by-step Guide for Beginners (2nd Editio). SAGE Publication Ltd.
  11. Lin, Y. (2018). E-urbanism: E-commerce, migration, and the transformation of Taobao villages in urban China. Cities, 1–11. https://doi.org/10.1016/j.cities.2018.11.020
  12. Marlina, R. (2018). Pembagian Zona Dalam Sebuah Ruang. Verdant.Id. https://verdant.id/artikel/pembagian-zona-dalam-sebuah-ruangan/
  13. Mosconi, F. (2015). The new European industrial policy: Global competitiveness and the manufacturing renaissance. Routledge.
  14. Omar, E. O., Endut, E., & Saruwono, M. (2017). Adapting by Altering: Spatial modifications of terraced houses in the Klang Valley area. Asian Journal of Environment-Behaviour Studies, 2(2), 1–10. https://doi.org/10.21834/aje-bs.v2i2.173
  15. Prasetyo, B., & Trisyanti, U. (2018). Revolusi Industri 4.0 dan Tantangan Perubahan Sosial. Prosiding SEMATEKSOS 3: Strategi Pembangunan Nasional Menghadapi Revolusi Industri 4.0, 22–27.
  16. Pujantara, R. (2014). Karakteristik Ruang pada Rancangan Arsitektur dengan Konsep Superimposisi dan Hibrid dalam Teori Function Follow Form. Jurnal Forum Bangunan, 12(1), 18–25.
  17. Purnamasari, L. S., Antariksa, & Suryasari, N. (2010). Pola Tata Ruang Dalam Rumah Tinggal Masa Kolonial di Kidul Dalem Malang. Aristektue E-Journal UB, 3(1), 40–53.
  18. Roblek, V., Meško, M., & Krapež, A. (2016). A Complex View of Industry 4 . 0. Sage Open, 6(2), 1–11. https://doi.org/10.1177/2158244016653987
  19. Soegiono, B. S., Setijanti, P., & Faqih, M. (2011). Transformasi Penggunaan Ruang Hunian Akibat Usaha berbasis Rumah Tangga Studi Kasus : Pengrajin Seni Ukir Batu Dusun Jatisumber Desa Watesumpak Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. In Digilib ITS.
  20. Watson, P. (2009). The key issues when choosing adaptation of an existing building over new build. Journal of Building Appraisal, 4(3), 215–223. https://doi.org/10.1057/jba.2008.39
  21. Wibisono, I. (2013). Tingkat dan Jenis Perubahan Fisik Ruang Dalam Pada Rumah Produktif (UBR) Perajin Tempe Kampung Sanan, Malang. Jurnal RUAS, 11(2), 75–88.