Bahasa Sunda sebagai Bahasa Ibu di Provinsi Jawa Tengah: Studi Data Sensus Penduduk 2010

*Suyanto Suyanto  -  Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 31 May 2018.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Abstract

Central Java Province is a speech community of Javanese language, but Sundanese language as a mother tongue in residents the Central Java area bordering with West Java. Because of Central Java as a speech community the Javanese langage, it’s as one subject of local content in this region. For residents who speak Sundanese as mothertongue, this is a difficulty in itself. It is important for us to discuss. This paper aims to analyze the use of Sundanese as a mother tongue and its implications in language teaching policy in the Province of Central Java. The data in this study were collected by literature study technique with data source, that is,TheCitizenship, Ethnicity, Religion, and Every day language Indonesia Population: Result of Population Census2010. Data analysis using statistics descriptive and descriptive qualitative.Data from the 2010 Population Census shows that 578,164 people of Central Java (age 5 and above) use Sundanese as the mother tongue of a total of 29,671,375. The number of Sundanese speakers in Central Java is spread across 14 districts in two districts, namely Brebes and Cilacap. The presence of Sundanese speakers in Central Java is due to two factors: 1) migration factors and 2) non-migration factors. Number of Sundanese speakers due to migration factor 109,428 and non-migration factors amounted to 468,736.


Intisari

Provinsi Jawa Tengah merupakan masyarakat tutur bahasa Jawa, namun penduduk di daerah Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Barat menggunakanan bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari (bahasa ibu). Karena Jawa Tengah sebagai masyaratakat tutur bahasa Jawa, maka bahasa Jawa sebagai salah satu mata pelajaran muatan lokal di wilayah ini. Bagi penduduk yang berbahasa ibu bahasa Sunda, hal ini merupakan kesulitan tersendiri. Karena itulah, hal ini penting untuk kita diskusikan. Paper ini bertujuan menganalisis pemakaian bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari (bahasa ibu) dan implikasinya dalam kebijakan pengajaran bahasa daerah di Provinsi Jawa Tengah. Data dalam studi ini dikumpulkan dengan teknik studi pustaka dengan sumber dataKewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia: Sensus Penduduk2010. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan deskriptif kualitatif.Data hasil Sensus Penduduk 2010 menunjukkan bahwa578.164 jiwa penduduk Jawa Tengah (umur 5 tahun ke atas) menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa ibu dari total 29.671.375. Jumlah penutur bahasa Sunda di Jawa Tengah tersebar di 14 kecamatan dalam dua kabupaten, yakni Brebes dan Cilacap. Keberadaan penutur bahasa Sunda di Jawa Tengah karena dua faktor yaitu 1) faktor migrasi, dan 2) faktor non-migrasi. Jumlah penutur bahasa Sunda karena faktor migrasi 109.428 jiwa. Sementara itu, jumlah penutur bahasa Sunda karena faktor non-migrasi sebesar 468.736 jiwa.

 

Keywords: Sundanese speakers, migration; non-migration; Central Java; West Java.

Article Metrics: