Kepercayaan dan Hegemoni dalam Cerpen “Dukun yang Selamat” Karya Joni Hendri (Kajian Hegemoni Gramsci)

*Fajrul Falah  -  Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 27 Feb 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

The purpose of this study expresses trust and hegemony in a short story “Dukun yang Selamat” by Joni Hendri. Short Story “Dukun yang Selamat” interesting research because it contains differences in belief in the existence of shamans. The research approach used is Gramsci's hegemony, entering the realm of sociology of literature. This research belongs to the field of library research, not field research. This study used descriptive qualitative method. Research data obtained from words, phrases, sentences, and dialogues contained in short story “Dukun yang Selamat” which is relevant to belief and hegemony. The research data was analyzed by interpreting it according to the research approach used. The results showed differences in attitudes and behaviors towards figures Nenek Sari or a shaman is caused by the trust of each individual. The beliefs that have been adhered to and believed to be true are able to make a character Wak Atan acting that is not justified, which is to kill the shaman. The hegemony of belief is able to make Wak Atan marginalize the role of humans who are considered shamans.

Keywords: Belief; hegemony; shaman; behavior; and role.

 

Intisari

Tujuan penelitian ini mengungkapkan kepercayaan dan hegemoni dalam cerita pendek “Dukun yang Selamat” karya Joni Hendri. Cerpen “Dukun yang Selamat” menarik diteliti karena memuat perbedaan kepercayaan terhadap keberadaan dukun. Pendekatan penelitan yang dipakai adalah hegemoni Gramsci, masuk ranah sosiologi sastra. Penelitian ini masuk ranah penelitian kepustakaan, bukan penelitian lapangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian didapatkan dari kata, frasa, kalimat, dan dialog yang terdapat dalam cerpen “Dukun yang Selamat” yang relevan dengan kepercayaan dan hegemoni. Data penelitian itu dianalisis dengan cara diinterpretasikan sesuai dengan pendekatan penelitian yang dipakai. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan sikap dan perilaku terhadap tokoh Nenek Sari atau dukun disebabkan oleh kepercayaan tiap-tiap individu. Kepercayaan yang telah dianut dan diyakini kebenarannya mampu membuat tokoh Wak Atan bertindak yang tidak dibenarkan, yakni ingin membunuh dukun itu. Hegemoni kepercayaan mampu membuat Wak Atan memarjinalkan peran manusia yang dianggap sebagai dukun.

 

Kata kunci: Kepercayaan; hegemoni; dukun; perilaku; dan peran.

Keywords: Belief; hegemony; shaman; behavior; and role; Kepercayaan; hegemoni; dukun; perilaku; dan peran

Article Metrics: