skip to main content

Celah di Sudut Mimpi Jakarta: Representasi Sick Society dalam Novel Dua Dini Hari Karya Chandra Bientang

*Diantri Seprina Putri  -  Universitas Negeri Padang, Indonesia
Roma Kyo Kae Saniro  -  Universitas Andalas, Indonesia
Vivi Indriyani  -  Universitas Negeri Padang, Indonesia
Received: 2 Aug 2025; Revised: 9 Nov 2025; Accepted: 15 Nov 2025; Available online: 28 Nov 2025; Published: 28 Nov 2025.
Open Access Copyright 2025 Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Di balik julukannya sebagai Jakarta’s Dream - kota yang dapat mewujudkan mimpi dan cita-cita- Jakarta menyimpan beragam masalah sosial. Salah satunya yaitu jumlah anak jalanan, sebagai korban dari kemiskinan, yang semakin meningkat. Selain harus menjalani kerasnya kehidupan jalanan tanpa orang tua ataupun keluarga, anak jalanan juga kerap kali menjadi sasaran tindak kekerasan, pengabaian, dan diskriminasi dari masyarakat di sekitarnya. Fenomena sosial serupa juga mendapat perhatian di dunia sastra, salah satunya yaitu di dalam novel Dua Dini Hari karya Chandra Bientang. Novel ini menceritakan usaha pencarian dan pengungkapan kebenaran yang ‘kelam’ di balik kasus pembunuhan berantai terhadap anak-anak jalanan di Jatinegara, Jakarta Timur. Novel ini dipilih sebagai objek penelitian sastra yang berfokus pada analisis representasi masyarakat yang ‘sakit’ (sick society). Sejalan dengan fokus penelitian, tujuan penelitian ini yaitu untuk menunjukkan bagaimana representasi sick society diungkapkan melalui penggambaran anggota-anggota dalam satu kesatuan masyarakat yang terdapat di dalam novel Dua Dini Hari. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kutipan teks dari novel Dua Dini Hari. Data ini kemudian dianalisis dengan menggunakan teori representasi Stuart Hall dan sosiologi sastra Wellek-Warren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi sick society dalam novel ini diungkapkan melalui penggambaran masyarakat yang nirempati, aparat yang menyelewengkan hukum, serta media dan jurnalis yang tidak berintegritas ketika dihadapkan dengan kasus pembunuhan berantai yang meneror kehidupan anak-anak jalanan di pinggiran kota Jakarta Timur, Jatinegara. Ketiga unsur ini menunjukkan bahwa masyarakat telah ‘sakit’ secara moral and sosial.

Fulltext View|Download
Keywords: representasi; sick society; jakarta; dua dini hari; chandra bientang.

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2025-11-28 22:09:17

No citation recorded.