BibTex Citation Data :
@article{Nusa84253, author = {Mahju Ariadi and M. Suryadi and Dennis Pramana}, title = {Stigma Politik Sebagai Praktik Relasi Kuasa Dalam Novel Namaku Alam Karya Leila S. Chudori: Perspektif Michel Foucault}, journal = {Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra}, volume = {21}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {kekuasaan; labeling; resistensi; stigma; wacana}, abstract = { Penelitian ini menganalisis stigma politik sebagai praktik relasi kuasa dalam novel Namaku Alam melalui perspektif Michel Foucault, berfokus pada pembentukan relasi kuasa dan bentuk perlawanan tokoh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka teori relasi kuasa Michel Foucault untuk mengkaji narasi dan dialog dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma politik berfungsi sebagai mekanisme kekuasaan yang beroperasi melalui marginalisasi, normalisasi, dan pengawasan sosial, yang membentuk subjektivitas karakter lintas generasi. Selain itu, perlawanan terwujud dalam bentuk melawan dominasi negara, penyelidikan sejarah, strategi ekonomi alternatif untuk menghindari marginalisasi struktural, maupun upaya untuk menegosiasikan posisinya dalam relasi sosial. Perlawanan ini menunjukan bahwa dalam setiap relasi kekuasaan, pasti selalu ada perlawanan. Temuan ini menegaskan bahwa kekuasaan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga produktif dalam membentuk identitas sosial. Hal ini membawa kita memahami bagaimana pembacaan kritis atas hubungan sejarah, ideologi, dan identitas dalam sastra kontemporer. }, issn = {2597-9558}, pages = {63--78} doi = {10.14710/nusa.21.1.63-78}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/nusa/article/view/84253} }
Refworks Citation Data :
Penelitian ini menganalisis stigma politik sebagai praktik relasi kuasa dalam novel Namaku Alam melalui perspektif Michel Foucault, berfokus pada pembentukan relasi kuasa dan bentuk perlawanan tokoh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka teori relasi kuasa Michel Foucault untuk mengkaji narasi dan dialog dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma politik berfungsi sebagai mekanisme kekuasaan yang beroperasi melalui marginalisasi, normalisasi, dan pengawasan sosial, yang membentuk subjektivitas karakter lintas generasi. Selain itu, perlawanan terwujud dalam bentuk melawan dominasi negara, penyelidikan sejarah, strategi ekonomi alternatif untuk menghindari marginalisasi struktural, maupun upaya untuk menegosiasikan posisinya dalam relasi sosial. Perlawanan ini menunjukan bahwa dalam setiap relasi kekuasaan, pasti selalu ada perlawanan. Temuan ini menegaskan bahwa kekuasaan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga produktif dalam membentuk identitas sosial. Hal ini membawa kita memahami bagaimana pembacaan kritis atas hubungan sejarah, ideologi, dan identitas dalam sastra kontemporer.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-06-30 14:33:00
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0)
You are free to:
The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
Under the following terms:
Notices:
Nusa oleh http://ejournal.undip.ac.id/index.php/nusa disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
View My Stats