skip to main content

Stigma Politik Sebagai Praktik Relasi Kuasa Dalam Novel Namaku Alam Karya Leila S. Chudori: Perspektif Michel Foucault

*Mahju Ariadi orcid  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
M. Suryadi scopus  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Dennis Audria Pramana  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 11 May 2026; Accepted: 30 May 2026; Available online: 30 Jun 2026; Published: 31 May 2026.
Open Access Copyright 2026 Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Penelitian ini menganalisis stigma politik sebagai praktik relasi kuasa dalam novel Namaku Alam melalui perspektif Michel Foucault, berfokus pada pembentukan relasi kuasa dan bentuk perlawanan tokoh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka teori relasi kuasa Michel Foucault untuk mengkaji narasi dan dialog dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma politik berfungsi sebagai mekanisme kekuasaan yang beroperasi melalui marginalisasi, normalisasi, dan pengawasan sosial, yang membentuk subjektivitas karakter lintas generasi. Selain itu, perlawanan terwujud dalam bentuk melawan dominasi negara, penyelidikan sejarah, strategi ekonomi alternatif untuk menghindari marginalisasi struktural, maupun upaya untuk menegosiasikan posisinya dalam relasi sosial. Perlawanan ini menunjukan bahwa dalam setiap relasi kekuasaan, pasti selalu ada perlawanan. Temuan ini menegaskan bahwa kekuasaan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga produktif dalam membentuk identitas sosial. Hal ini membawa kita memahami bagaimana pembacaan kritis atas hubungan sejarah, ideologi, dan identitas dalam sastra kontemporer.

Keywords: kekuasaan; labeling; resistensi; stigma; wacana

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-06-30 14:33:00

No citation recorded.