The Implication of Curriculum Renewal on ELT in Indonesia

*Kristian Adi Putra  -  The Department of English, English Language and Linguistics Program,The University of Arizona, United States
Received: 5 Mar 2014; Published: 26 Sep 2014.
Open Access

Citation Format:
Article Info
Section: Research Article
Language: EN
Statistics: 3055 2956
Abstract

There are three criticisms toward English teaching in Indonesia based on the revised curriculum 2004 in 2006 known as KTSP. Following the evaluation of the whole educational system in Indonesia, a new curriculum, i.e. Curriculum 2013 began to be implemented in schools to replace KTSP in 2015. In this paper, I will try to review the criticisms toward the implementation of KTSP in English subject, evaluate the possible challenges of the implementation of Curriculum 2013, and propose some possible suggestions and priorities for the improvement of Curriculum 2013, e.g. in-service and pre-service teacher development program, and alternatives to replace high stakes testing policy. (106)

 

Ada tiga kritik terhadap pengajaran bahasa Inggris di Indonesia berdasarkan kurikulum 2004 yang direvisi pada 2006, dikenal sebagai KTSP. Setelah diadakan evaluasi tentang sistem pendidikan di Indonesia secara menyeluruh, sebuah kurikulum baru, yaitu Kurikulum 2013 mulai diterapkan disekolah-sekolah untuk mengganti KTSP pada 2015. Dalam artikel ini, saya akan mencoba menelaah kritik-kritik terhadap pelaksanaan Kurikulum 2013, mengevaluasi tantangan-tantangan yang mungkin ada untuk pelaksanaannya, dan memberikan beberapa saran dan prioritas untuk perbaikan Kurikulum 2013, yaitu program pengembangan guru baik saat bertugas (in-service) maupun sebelum bertugas mengajar (pre-service), dan beberapa alternatif untuk mengganti kebijakan tes yang penuh dengan kontroversi.

Keywords: Curriculum 2013, English Language Teaching, evaluation.

Article Metrics: