Ketika Orang Jawa Meminta Maaf dengan Menggunakan Bahasa Inggris dari Perspektif Tindak Tutur

DOI: https://doi.org/10.14710/parole.v5i2.9590

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Submitted: 02-12-2015
Published: 09-02-2017
Section: Research Articles
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author

This study is a case study of expressing apology used by Javanese who speak English. The study employs speech acts theory proposed by Searle (1975) and Javanese culture by Hofstede (1991) to analyze the data. Data was collected using Discourse Completion Test (DCT) with twelve different situations. Participants of the study were Javanese living in Surabaya who speak English whose age ranges between twenty five to thirty. The result of this study shows that there are four types of speech acts expressed by the participants of the study, namely representative, directive, commissives, and expressive.

 

Penelitian ini merupakan studi kasus tentang permintaan maaf yang digunakan oleh orang Jawa yang menggunakan bahasa Inggris. Studi ini menggunakan teori speech acts dari Searle (1975) dan budaya bahasa Jawa dari Hofstede (1991) untuk menganalisis data. Data dikumpulkan dengan menggunakan Discourse Completion Test (DCT) dengan 12 (duabelas) situasi yang berbeda. Partisipan penelitian adalah orang Jawa yang bisa berbahasa Inggris yang berdomisili di Surabaya dengan rentang usia antara 25 sampai 30 tahun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada empat jenis tindak tutur yang diekspresikan oleh partisipan penelitian, yaitu representatif, direktif, komisif, dan ekspresif.

Keywords

speech act; apology; Javanese

  1. Istianatul Hikmah 
    Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia
    Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa