skip to main content

Dinamika Gundukan Pasir Pantai dan Cangkang Moluska Bentik (Studi Kasus : Pantai Sadranan, Gunung Kidul)

Anggie Alfharetha  -  Departemen Sumber Daya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
*Agus Hartoko  -  Departemen Sumber Daya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Churun Ain  -  Departemen Sumber Daya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Jurnal Pasir Laut
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Pesisir dan garis pantai Kabupaten Gunung Kidul berada di bagian selatan Pulau Jawa memiliki dinamika
perubahan garis pantai yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan garis pantai, faktor
perubahan garis pantai, sandbar, dan jenis cangkang bentos di Kabupaten Gunung Kidul dalam rentang tahun
2019 - 2024. Penelitian ini dilakukan bulan Januari 2025 menggunakan metode survei lapangan dan pengolahan
data Citra Santinel 2A 2019 dan 2024, pasang surut, gelombang, arus, angin, fraksi sedimen, kemiringan,
cangkang bentos, dan dinamika luasan area sandbar. Pengolahan dan analisis data menggunakan perangkat
lunak ArcGis 10.8, ERMapper, WRPLOT, ODV, dan Microsoft excel. Penelitian ini menunjukkan bahwa Pantai
Gunung Kidul mengalami perubahan panjang garis pantai 0,279 km. Pola perubahan garis pantai lebih dominan
terjadi abrasi dengan nilai 21,559 Ha, dibandingkan akresi dengan nilai 39,964 Ha. Perubahan garis pantai terjadi
karena faktor oseanografi dengan nilai yaitu pasang surut (tipe campuran condong ke harian ganda), tinggi
gelombang maksimum 3,18 m, arus rata-rata 0,094–0,129 m/s, angin bergerak dominan dari timur laut ke barat
daya, dengan kecepatan 5,7–8,8 m/s dan menimbulkan terjadinya dinamika area sandbar, dan jenis fraksi
sedimen sandbar. Perubahan sandbar 1 (diameter 0,5 – 1 mm) sebesar 10,556 Ha (sekitar 21%) dan sandbar 2
(diameter 1 – 2 mm) sebesar 2,093 Ha (sekitar 3,4%), ukuran diameter pada fraksi sedimen mempengaruhi
terjadinya abrasi dan akresi.

Keywords: Bentos; Garis Pantai; Sandbar; Sedimen; Kabupaten Gunung Kidul

Article Metrics:

Article Info
Section: Artikel
Language : ID
  1. Abda, M. K. 2019. Mitigasi Bencana terhadap Abrasi Pantai di Kuala Leugekecamatan Aceh Timur. Jurnal Samudra Geografi, 2(1), 1-4
  2. Amiruddin, M. R., Hadi, S., dan Kurniawan, A. 2022. Analisis Komposisi Sedimen Pantai dan Dampaknya Terhadap Stabilitas Garis Pantai di Pesisir Selatan Yogyakarta. Jurnal Ilmu Kelautan Tropis, 24(1), 34–42
  3. Condro, H. E., Budi, S. T., dan Puji, H. 2018. Perubahan garis pantai dan pengaruhnya terhadap status kepemilikan dan penguasaan tanah timbul di Muara Sungai Wulan tahun 1986-2016. Geo-Image Journal, 7(2), 131-140
  4. Halim, H., dan Halili, H. 2016. Studi perubahan garis pantai dengan pendekatan penginderaan jauh di wilayah Pesisir Kecamatan Soropia (Doctoral dissertation, Haluoleo University)
  5. Hartoko, A. 2010. Oseanografi dan Sumberdaya Perikanan–Kelautan di Indonesia. Undip Press. ISBN : 978-979-097-053-3
  6. Irsadi, A., Martuti, N. K. T., Abdullah, M., dan Hadiyanti, L. N. 2022. Abrasion and accretion analysis in Demak, Indonesia Coastal for mitigation and environmental adaptation. Nature Environment and Pollution Technology, 21(2), 633-641
  7. Machrizal, R., Khairul dan R. H. Dimenta. 2020. Keanekaragaman Makrozoobenthos Pada Ekosistem Lamun di Perairan Natal Sumatera Utara. Gorontalo Fisheries Journal, 3(1):56-67
  8. Nehren, U., Thai, H. H. D., Marfai, M. A., Raedig, C., Alfonso, S., Sartohadi, J., dan Castro, C. 2016. Ecosystem services of coastal dune systems for hazard mitigation: Case studies from Vietnam, Indonesia, and Chile. Ecosystem-based disaster risk reduction and adaptation in practice, 401-433
  9. Pamungkas, A. 2018. Karakteristik parameter oseanografi (pasang-surut, arus, dan gelombang) di perairan utara dan selatan Pulau Bangka. Buletin Oseanografi Marina, 7(1), 51-58
  10. Restrepo, J. C., Orejarena-Rondón, A., Consuegra, C., Pérez, J., Llinas, H., Otero, L., dan O, Álvarez. 2020. Siltation on a highly regulated estuarine system: The Magdalena River mouth case (Northwestern South America). Estuarine, Coastal and Shelf Science, 245(107020): 1-13
  11. Safitri, D. A., Saves, F., dan Panjaitan, T. W. S. 2023. Dinamika Garis Pantai Surabaya Tahun 1994-2023. Konferensi Nasional Teknik Sipil (KoNTekS), 1(2)
  12. Sakti, A. P., Setiawan, R. Y., dan Wardana, W. 2022. Dinamika Arus Laut Permukaan di Selatan Jawa Berdasarkan Data Model dan Satelit. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 14(2), 89–98
  13. Sari, N. A., dan Pramono, H. 2023. Distribusi Sedimen dan Dinamika Sandbar di Pantai Berpasir Halus dan Kasar. Jurnal Sains Kelautan dan Perikanan, 18(1), 21–30
  14. Setyawan, F. O., Sari, W. K., dan Aliviyanti, D. 2021. Analisis Perubahan Garis Pantai Menggunakan Digital Shoreline Analysis System Di Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research), 5(2), 368-377
  15. Sinulingga, H. A., Muskananfola, M. R., dan Rudiyanti, S. 2018. Hubungan tekstur sedimen dan bahan organik dengan makrozoobentos di habitat mangrove Pantai Tirang Semarang. Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES), 6(3), 247-254
  16. Suryani, N. 2020. Strategi Pengembangan dan Pengelolaan Wilayah Pesisir Berbasis Tipologi Di Wilayah Kepesisiran Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. Jurnal Azimut, 3(SMAR), 1-8
  17. Tahir, I. 2018. Analisis kestabilan pantai berdasarkan karakteristik sedimen di Pulau Maitara, Kota Tidore Kepulauan. Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan, 1(1)
  18. Yulianto, B., Setyawan, D., dan Handayani, R. 2021. Identifikasi Perubahan Morfologi Pantai Menggunakan Citra Satelit Multitemporal. Jurnal Geomatika dan Lingkungan, 3(2), 101–110

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.