skip to main content

Status Mutu Air Waduk Cengklik Berdasarkan Pengukuran Parameter Fisika-Kimia Perairan Menggunakan Metode Storet dan Indeks Pencemaran

*Avisha Fauziah Erzad  -  Aquaculture Study Program, Faculty of Agriculture, Universitas Tidar, Indonesia
Widyanti Octoriani  -  Aquaculture Study Program, Faculty of Agriculture, Universitas Tidar, Indonesia
Firdausa Putra Agry  -  Aquaculture Study Program, Faculty of Agriculture, Universitas Tidar, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Jurnal Pasir Laut
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Waduk Cengklik memiliki fungsi penting sebagai sumber air irigasi, perikanan budidaya, dan wisata air di Kabupaten Boyolali. Peningkatan aktivitas manusia di sekitar waduk berpotensi menurunkan kualitas air akibat masuknya limbah domestik, pertanian, serta sisa pakan ikan dari keramba jaring apung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status mutu air Waduk Cengklik berdasarkan parameter fisika-kimia menggunakan metode Storet dan Indeks Pencemaran (IP). Pengambilan sampel dilakukan pada tiga stasiun (inlet, tengah, dan outlet) pada bulan Juli 2025 dengan pengukuran parameter suhu, TDS, TSS, pH, DO, BOD, COD, N-Total, dan P-Total. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sebagian besar parameter fisik dan kimia masih memenuhi baku mutu kelas 1-4 berdasarkan PP RI Nomor 22 Tahun 2021, kecuali peningkatan nilai fosfor di area inlet yang mengindikasikan gejala eutrofikasi. Berdasarkan metode Storet, kualitas air Waduk Cengklik termasuk kategori tercemar berat pada kelas 1 dan 2 serta tercemar sedang pada kelas 3 dan 4, sedangkan metode Indeks Pencemaran menunjukkan kategori tercemar ringan pada kelas 1 dan 2 serta memenuhi baku mutu pada kelas 3 dan 4. Perbedaan hasil ini disebabkan oleh karakteristik metode penilaian yang berbeda. Secara umum, kondisi Waduk Cengklik tergolong tercemar ringan hingga sedang, sehingga perlu dilakukan upaya pengelolaan dan pemantauan kualitas air secara berkelanjutan untuk menjaga fungsi ekologis dan pemanfaatan waduk.

Keywords: Cengklik; Indeks Pencemaran; Kualitas Air; Storet; Waduk

Article Metrics:

Article Info
Section: Artikel
Language : ID
  1. Ali, M. dan Siti, N. A. 2017. Kualitas Fisika dan Kimia Air Waduk Batutegi Lampung. Jurnal Kinetika. 8(2): 25-32. ISSN:1693-9050
  2. Ariyani, N., Maharani, N. E., & Nurbaya, F. 2024. Kajian Temporal Tingkat Pencemaran Lingkungan Perairan Waduk Cengklik Kabupaten Boyolali – Jawa Tengah. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 19(3):6-13
  3. Bhasia, V. V., Puspita, N. T. S., Santosa, B., & Mulyanto, Y. Y. (2024). Analisis Potensi Laju Sedimentasi pada Waduk (Studi Kasus Waduk Cengklik Kabupaten Boyolali). G-Smart, 8(2), 90–99
  4. Chairul, M. 2024. Analisis Kualitas Air Berdasarkan Parameter Kimia, Fisik, dan Biologi di Perairan Bendung Bekasi. [Skripsi]. Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  5. Dewi, L. S., Supraba, I., Kamulyan, B. 2020. Penentuan Status Mutu Air Waduk Sermo dengan Metode Storet dan Indeks Pencemaran. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan. 12(1):12-24
  6. Hamzah, M. Syamsul, M., Marimin, dan Etty, R. 2016. Status Mutu Air Waduk Jatiluhur dan Ancaman Terhadap Proses Bisnins Vital. Jurnal Sumber Daya Air, 12(1):47-60
  7. Iraguha, F., Adita, C., -, M., & Arsianti, A. (2022). Analysis of Water Quality Status of Cengklik Reservoir based on Pollution Index, Boyolali Regency, Central Java, Indonesia. International Journal of Science and Engineering Applications, 11(10), 116–124
  8. Luvitasari, A., P. W. Purnomo, A. Rahman. 2021. Analisis Kualitas dan Status Mutu Air Kali Karanggeneng Rembang. Journal of Fisheries and Marine Research. 5(2):246-253
  9. Melani, A., Aliati, I., Dwi, Y. W., dan Niken, T. M. P. 2022. Kualitas air dan beban nitrogen di Waduk Jatigede Water quality and nitrogen load in Jatigede Reservoir. Habitus Aqua Journal. 3(1): 22-34
  10. Nufutomo TK, Manalu YS, Muntalif BS. 2023. STORET (Storage and Retrieval) method for analysis and identification of water pollutants in the Upper Citarum Watershed, West Java, Indonesia. IOP Conf Ser Earth Environ Sci;1201(1)
  11. Safitri, R. N., Ningtyas, S. R. A., Hermawan, W. G., Pramitasari, T. A., & Rachmawati, S. (2022). Dampak kualitas air pada kawasan keramba budidaya ikan air tawar di Waduk Cengklik, Boyolali. Envoist Journal, 2(2), 84–91
  12. Saragih, G. M., dan W. Erizka. 2018. Keanekaragaman Fitoplankton Sebagai Indikator Kualitas Air Sipin di Kota Jambi. Jurnal Daur Lingkungan, 1(1): 22-28
  13. Sopia, N., N. Zalmita, F. Yulianti, dan M. H. Furqan. 2025. Dampak Pencemaran Deterjen di Sungai Irigasi Kutatinggi Akibat Aktivitas Manusia. Jurnal Pendidikan Tambusai. 9(2):22523-22531
  14. Yuniarti, B. D. 2019 Analisis Kualitas Air Dengan Penentuan Status Mutu Air Sungai Jaing Kabupaten Tabalong. Jukung J Tek Lingkung. 5(2):52–69

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-04-24 15:47:57

No citation recorded.