ATTACHMENT DAN PENYESUAIAN DIRI DALAM PERKAWINAN

*Endang Sri Indrawati -  Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Jl. Prof Sudharto. SH, Kampus Tembalang, Semarang, 50275, Indonesia
Nailul Fauziah -  Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Jl. Prof Sudharto. SH, Kampus Tembalang, Semarang, 50275, Indonesia
Published: 2 Apr 2012.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Article
Language: EN
Full Text:
Statistics: 6839 13422
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara attachment dengan penyesuaian diri dalam perkawinan. Selama tahun pertama dan kedua perkawinan pasangan suami-istri biasanya harus melakukan penyesuaian satu sama lain, terhadap anggota keluarga masing-masing dan teman-teman. Masalah penyesuaian yang paling pokok yang pertama kali dihadapi oleh keluarga baru adalah penyesuaian terhadap pasangannya. Subjek penelitian sebanyak 100 orang anggota paguyuban Ibu-ibu PTPN IX Sub Unit Kebun Sukamangli Sukorejo. Penelitian ini menggunakan skala attachment dan penyesuaian diri dalam perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara variabel attachment dengan penyesuaian diri dalam perkawinan ditunjukkan dengan skor korelasi    rxy = 0,541dengan p= 0,001 (p<0,05). Semakin tinggi kelekatan, maka semakin ringgi penyesuaian diri dalam perkawinan, dan sebaliknya, semakin rendah kelekatan maka akan semakin rendah penyesuaian diri dalam perkawinan. Koefisien determinasi R2 sebesar 0,292 . Hubungan orang tua dengan anaknya dapat mempengaruhi individu dalam melakukan penyesuaian diri karena penerimaan orangtua terhadap anak akan menumbuhkan rasa aman, percaya diri, penghargaan, sehingga terjadi penyesuaian diri yang baik. Penyesuaian diri tersebut akan berlaku juga dalam kehidupan perkawinannya.

Kata Kunci: attachment, penyesuaian diri dalam perkawinan, ibu-ibu anggota paguyuban

Article Metrics: