HUBUNGAN ANTARA KEMANDIRIAN DENGAN SIKAP TERHADAP KEKERASAN SUAMI PADA ISTRI YANG BEKERJA DI KELURAHAN SAMPANGAN KEC. GAJAH MUNGKUR KOTA SEMARANG

Published: .
Open Access
Citation Format:
Abstract
Budaya patriarki yang berorientasi pada kekuasaan laki-laki, memberikan kedudukan dan
kekuasaan yang lebih dominan kepada laki-laki, sehingga kedudukan perempuan menjadi lemah
dan mendorong perempuan untuk menjadi tergantung dengan laki-laki, begitu pula dalam
hubungan rumah tangga. Ketergantungan istri kepada suami secara ekonomi dalam rumah tangga
seringkali menjadi penyebab istri menjadi rentan terhadap tindakan kekerasan dalam rumah
tangga. Kemandirian dengan cara bekerja merupakan suatu usaha agar istri memiliki kemampuan
dalam mengurangi ketergantungan terhadap suami, sehingga istri lebih dapat menentukan sikap
dalam menghadapi masalah, salah satunya dalam menghadapi kekerasan yang dilakukan suami.
Penelitian ini berusaha mengungkap hubungan antara kemandirian dengan sikap terhadap
kekerasan suami pada istri yang bekerja, di Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajah Mungkur
Semarang. Subjek penelitian ini adalah istri yang bekerja di bidang swasta, usia 21-40 tahun dan
sudah mempunyai anak. Metode pengambilan data menggunakan dua skala yaitu, skala
kemandirian dengan 39 aitem dengan = 0,9308 dan skala sikap terhadap kekerasan suami pada
istri dengan 40 aitem dengan = 0,9442. Pengujian hipotesis menunjukkan skor koefisien korelasi
sebesar rxy= -0,524 dengan p=0,001 (p<0,01). Arah hubungan yang negatif menunjukkan bahwa
semakin tinggi kemandirian istri yang bekerja, maka semakin negatif sikap terhadap kekerasan
dalam rumah tangga atau sikap cenderung menolak kekerasan. Sebaliknya semakin rendah
tingkat kemandirian, maka semakin positif sikap terhadap kekerasan suami pada istri.
Kemandirian memberikan sumbangan efektif sebesar 27,4 % terhadap sikap terhadap
kekerasan dalam rumah tangga, sedangkan sebesar 72,6 % sikap istri terhadap kekerasan yang
dilakukan suami dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, misalnya perasaan takut akan pembalasan
yang dilakukan suami, merasa tidak ada tempat lain yang dituju, takut adanya stigma sosial dan
isolasi sosial, kurangnya kepercayaan diri, takut adanya perlakuan kejam, memikirkan
kepentingan anak, ancaman dari pelaku dengan melukai orang lain yang disayang korban, serta
istri masih mencintai suami.
Kata Kunci: kemandirian, sikap terhadap kekerasan suami pada istri, istri bekerja

Article Metrics:

Last update: 2021-05-11 17:26:52

No citation recorded.

Last update: 2021-05-11 17:26:52

  1. Does work influence women's autonomy or does autonomy deliberate women to work?

    Ristiana R.. E3S Web of Conferences, 74 , 2018. doi: 10.1051/e3sconf/20187410013