KAJIAN PENGGUNAAN LAHAN DI SEKITAR KAWASAN BUKIT SEMARANG BARU

*Nadia Oktinova  -  Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Indonesia
Iwan Rudiarto  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 25 Dec 2018; Published: 31 Dec 2019.
Open Access License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Citation Format:
Abstract

Jumlah penduduk di pusat kota yang cukup besar mengakibatkan semakin berkurangnya lahan di wilayah tersebut sehingga lambat laun akan terjadi perkembangan perkotaan ke arah pinggiran (urbanisasi), seperti yang terjadi di Kota Semarang yaitu pengembangan kota baru Bukit Semarang Baru (BSB) di Kecamatan Mijen. Dengan adanya BSB ini terjadi perubahan penggunaan lahan yang kemudian juga mengakibatkan adanya perkembangan perkotaan di sekitarnya. Dengan adanya hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan dan perkembangan perkotaan yang terjadi di sekitar kawasan BSB. Pendekatan penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan pendekatan spasial yang pengolahan data serta analisisnya secara spasial menggunakan software ArcGIS 10.3.1. Data penggunaan lahan diperoleh dengan interpretasi citra DigitalGlobe tahun 2013 dan tahun 2017 yang kemudian dilakukan teknik overlay untuk mengetahui perubahan penggunaan lahannya. Hasil dari penelitian ini yaitu telah terjadi perubahan penggunaan lahan dari lahan pertanian menjadi danau/waduk (36,45 ha), industri (14,98 ha), lahan kosong (22,41 ha), perdagangan dan jasa (2,78 ha) dan permukiman (84,84 ha) serta perubahan penggunaan lahan permukiman menjadi perdagangan dan jasa (2,59 ha).  Di sekitar kawasan BSB juga telah terjadi perkembangan perkotaan yang terlihat dari peningkatan penggunaan lahan terbangun sebesar 102,59 ha dengan pola konsentris dan horisontal dimana lahan terbangunnya ini menyebar pada seluruh wilayahnya.

Keywords: Urbanisasi; Penggunaan Lahan; Perkembangan Perkotaan; Kota Baru
Funding: Pusbindiklatren Bappenas, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN

Article Metrics:

  1. Adisasmita, R. (2014). Ekonomi Tata Ruang Wilayah. Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu
  2. Aryany, P., A., & Pradoto, W. (2014). “Perubahan Penggunaan Lahan Di Kawasan Sekitar Bukit Semarang Baru”. Jurnal Teknik PWK, Vol. 3, No. 1
  3. Antrop, M. (2004). “Landscape change and the urbanization process in Europe”. Journal of Landscape and Urban Planning, Vol. 67, pp. 9–26. https://doi.org/10.1016/S0169-2046(03)00026-4
  4. Batudoka, Z. (2005). “Kota Baru dan Aspek Permukiman Mendepan”. Jurnal SMARTek, Vol. 3, No. 1, hal. 2736
  5. Branch, M.,C. (1985). Comprehensive City Planning: Introduction & Explanation. The Planners Press of the American Planning Association
  6. Chapin, F., S., & Kaiser, E. J. (1979). Urban Land Use Planning. Third Edition. Chicago: University of Illinois Press
  7. Champion, T. (2001). Urbanization, Suburbanization, Counterurbanization and Reurbanization. Handbook of Urban Studies. SAGE Publication Ltd
  8. Creswell, J.W. 2010. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Yogyakarta: PT Pustaka Pelajar
  9. Du, J., Thill, J., Peiser, R. B., & Feng, C. (2014). “Urban Land Market and Land-Use Changes in Post-Reform China : A Case Study of Beijing”. Journal of Landscape and UrbanPlanning, Vol. 124, pp. 118–128. https://doi.org/10.1016/j.landurbplan.2014.01.012
  10. Gu, W., Guo, J., Fan, K., & Chan, E.H.W. (2016). “Dynamic Land Use Change and Sustainable Urban Development in a Thirdtier City within Yangtze Delta”. Journal of Procedia Environmental Sciences, Vol. 36, pp. 98–105. https://doi.org/10.1016/j.proenv.2016.09.019
  11. Kaiser, E.J., Godschalk, D.R., Chapin, F.S. (1995). Urban Land Use Planning. Fourth Edition. Chicago: University of Illinois Press
  12. Lambin, E. F., Turner, B. L., Geist, H. J., Agbola, S. B., Angelsen, A., Folke, C., … Veldkamp, T. A. (2001). “The Causes of Landuse and Landcover Change : Moving Beyond The Myths”. Journal of Global Environment Change, Vol. 11, pp. 261–269. https://doi.org/10.1016/S0959-3780(01)00007-3
  13. Lillesand, T.M., Kiefer, R.W. (2000). Remote Sensing and Image Interpretation. New York: John Wiley. https://doi.org/10.1002/esp.267
  14. Nasucha, C. (1995). Politik Ekonomi Pertanahan dan Struktur Perpajakan Atas Tanah. Jakarta: Penerbit Megapoin
  15. Nugroho, I. & Dahuri, R. (2012). Pembangunan Wilayah Perspektif Ekonomi, Sosial dan Lingkungan. Jakarta: Penerbit LP3ES
  16. Sharif, M.S. and Esa, A. J. (2014). “Dynamics Of Land Price and Land Use Change: A Case of Savar Municipality, Bangladesh”. Journal of South Asian Studies, Vol. 2(1), pp. 83–89
  17. Susanto. (1994). Penginderaan Jauh Jilid 2. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
  18. Xiao, J., Shen, Y., Ge, J., Tateishi, R., Tang, C., Liang, Y., & Huang, Z. (2006). “Evaluating Urban Expansion and Land Use Change in Shijiazhuang, China, by Using Gis and Remote Sensing”. Journal of Landscape and Urban Planning, Vol. 75(1–2), pp. 69–80. https://doi.org/10.1016/j.landurbplan.2004.12.005
  19. Yunus, H.S. (2000). Struktur Tata Ruang Kota. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar
  20. Zahnd, M. (1999). Perancangan Kota Secara Terpadu.. Yogyakarta: Penerbit Kanisius

Last update: 2021-03-08 02:31:49

No citation recorded.

Last update: 2021-03-08 02:31:49

No citation recorded.