skip to main content

Pola Persebaran Aktivitas Wisatawan Terhadap Pemanfaatan Lahan di Pantai Sanur

*Kadek Suwi Yantari  -  Program Studi Magister Arsitektur, Universitas Udayana, Badung, Indonesia
Ngakan Ketut Acwin Dwijendra  -  Program Studi Magister Arsitektur, Universitas Udayana, Badung, Indonesia
Tri Anggraini Prajnawrdhi  -  Program Studi Magister Arsitektur, Universitas Udayana, Badung, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Pantai Sanur merupakan kawasan pariwisata yang memiliki standar fasilitas dengan beragam aktivitas wisatawan yang diwadahinya. Adanya tuntutan terhadap fasilitas penunjang dari berbagai aktivitas yang berbeda menjadikan munculnya permasalahan pemanfaatan lahan di Pantai Sanur. Permasalahan pemanfaatan lahan yang terjadi yaitu: adanya pemanfaatan lahan untuk fasilitas penunjang yang letaknya tidak terorganisir, dan adanya kepadatan pemanfaatan lahan di Pantai Sanur. Penelitian dilakukan untuk menemukan pengaruh dari pola persebaran aktivitas wisatawan di Pantai Sanur terhadap pemanfaatan lahannya. Selain itu penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan faktor penyebab terjadinya kepadatan pemanfaatan lahan di Pantai Sanur. Metode kualitatif digunakan pada penelitian ini dengan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Hasil dari penelitian menemukan bahwa di Pantai Sanur terdapat 5 (lima) kelompok aktivitas, yaitu: aktivitas penyeberangan, ekonomi, olahraga, wisata, dan aktivitas keagamaan. Penelitian ini juga menemukan pemanfaatan lahan di Pantai Sanur dipengaruhi oleh tuntutan fasilitas penunjang untuk aktivitas utama (aktivitas wisata dan aktivitas penyeberangan). Pola persebaran fasilitas pariwisata di Pantai Sanur membentuk pola linier ke arah jalan setapak, dengan kepadatan pemanfaatan lahan kearah selatan kawasan Pantai Sanur.
Fulltext
Keywords: Pemanfaatan Lahan, Aktivitas Pariwisata, Pantai Sanur

Article Metrics:

  1. Adisamita, R. (2010). Pembangunan Kota Optimum, Efisien dan Mandiri. Yogyakarta: Graha Ilmu
  2. Adnyana, I. W. S., Arthana, I. W. & As-syakur, A. R. 2011. Perubahan Penggunaan Lahan dan Daya Dukung Lingkungan. Denpasar: Udayana University Pers
  3. Arianto,Mukhamad Fredy. (2020). Potensi Wilayah Pesisir di Negara Indonesia. Jurnal Geografi 20 (20), hal 1-7
  4. A, Yoeti, Oka. (1996). Pengantar Ilmu Pariwisata, Penerbit Angkasa, Bandung
  5. Arimbawa, Wahyudi. (2019). Kompetisi Kepentingan Dalam Pemanfaatan Ruang Publik di Kawasan Pesisir Sanur, Bali. Magister Arsitektur, Universitas Udayana
  6. Arwandi. (2016). Studi Peningkatan Fasilitas Kawasan Objek Wisata Pantai Pa’badilang Kecamatan Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar. Sarjana Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  7. Badan Pusat Statistik Provinsi Bali. (2019). Provinsi Bali Dalam Angka Tahun 2019. Denpasar: Badan Pusat Statistik
  8. Chapin F. Stuart, E. J. Kaiser, dan Godschalk, D.R. (1995). Urban Land Use Planning. University Chicago: University of Illionis Press
  9. Dahuri, R. (2001). Pengelolaan Ruang Wilayah Pesisir Dan Lautan Seiring Dengan Pelaksanaan Otonomi Daerah. Jurnal Mimbar, 2(17), 139-171
  10. Dahuri, R. (2003). Paradigma Baru Pembangunan Indonesia Berbasis Kelautan. Orasi Ilmiah: Guru Besar Tetap Bidang Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Institut Pertanian Bogor
  11. Darmana, Ketut, dan I Nyoman Suarsana. (2016). Optimalisasi Potensi Kawasan Sanur Memasuki Pasar Bebas Global Asean Economic Community (MEA). Laporan Penelitian Antropologi Pariwisata. Universitas Udayana
  12. Darwanto, Herry, dan Dwiagus Stepantoro. (2000). Penataan Ruang Kawasan Pesisir, Laut dan Pulau-Pulau Kecil, serta Hubungan dengan Penataan Ruang Wlayah. Pembangunan Daerah 21, hal 20-27
  13. Eriyanto, Y. D. (2006). Pengelolaan Sumber Air bersih secara Partisipatif di Gunung Merbabu. Semarang: Tugas Akhir tidak diterbitkan. Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
  14. Hall, C. M. (2001). Trends in ocean and coastal tourism: the end of the last frontier?. Ocean & Coastal Management, hal. 601-618
  15. Juhadi. (2007). Pola-Pola Pemanfaatan Lahan Dan Degradasi Lingkungan Pada Kawasan Perbukitan. Jurnal Geografi 4 (2), hal 11-24
  16. Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2013). Pedoman Teknis Penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP-3-K) Provinsi. Direktorat Tata Ruang Laut Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil: Jakarta
  17. Ledysianty, I. A. (2018). “Pemanfaatan Lahan di Sepanjang Pesisir Gianyar Pasca Ditetapkannya sebagai Kawasan Pariwisata Lebih. Magister Arsitektur: Universitas Udayana
  18. Manaf, M. (2015). Analisis Pemanfaatan Ruang Di Wilayah Pesisir Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Salayar. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota , 2(4), 10-21
  19. Nurjanah, R. (2012). Studi Persepsi Dampak Perubahan Pemanfaatan Lahan Terhadap Kunjungan Wisata Di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu. Journal of Regional and City Planning , 2(23), 139-156
  20. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 50 Tahun 2011 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasilonal Tahun 2010-2025
  21. Peraturan Walikota (Perwali) Denpasar No. 6 Tahun 2013 Tentang Peraturan Zonasi Kawasan Strategis Sanur
  22. Putera, Asmara. (2017). DPRD Denpasar Harap Pemkot Tata Sanur Secara Komprehensif. BaliPost, 08 November. http://www.balipost.com/news/2017/11/08/27252/DPRD-Denpasar-Harap-Pemkot-Tata...html
  23. Putra, Dewa Raditya, dan Wisnu Pradoto (2016). Pola dan Faktor Perkembangan Pemanfaatan Lahan di Kecamatan Meranggen, Kabupaten Demak
  24. Ritohardoyo, Su.(2013). Penggunaan dan Tata Guna Lahan.Yogyakarta : Penerbit Ombak
  25. Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan W3PK
  26. Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan
  27. Wahyunto, M., Abidin, Z., Priyono, A. & Sunaryo. 2001. Studi perubahan penggunaan lahan di Sub DAS Citarik, Jawa Barat dan DAS Kaligarang, Jawa Tengah. Bogor, Prosiding Seminar Nasional Multifungsi Lahan Sawah
  28. Widiyani, Desak Made Sukma. (2014). Perkembangan Daerah Pariwisata Sanur (Dilihat dari Teori Lokasi Growth Pole” Jurnal Anala 1 (11), hal 1-10
  29. Zulkaidi, Denny. (1999). Pemahaman Perubahan Pemanfaatan Lahan Kota Sebagai Dasar Bagi Kebijakan Penanganannya. Jurnal PWK 10 (2). Hal.108-124

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.