skip to main content

Studi Persebaran Infrastruktur Sekolah Menengah Pertama Negeri berdasarkan Sistem Zonasi PPDB di Kota Bandung

*Achmad Fauzan Iscahyono orcid scopus publons  -  Department of Urban and Regional Planning, Institut Teknologi Nasional, Jl. PH. H. Mustofa No. 23, Neglasari, Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia 40124, Indonesia
Siti Calulla Putri  -  Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Nasional Bandung, Jl. PH.H. Mustapa No. 23, Bandung, Indonesia 40124, Indonesia
Nur Diana Safitri orcid scopus  -  Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa No. 10, Coblong, Bandung, Indonesia 40132, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Penerapan sistem zonasi dalam PPDB menimbulkan permasalahan di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satu permasalahan yang timbul adalah adanya daerah yang belum memiliki sekolah negeri, yang dikenal sebagai "blind spot". Fenomena ini terjadi di Kota Bandung, khususnya di Kecamatan Cinambo yang masih belum memiliki Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN). Hal tersebut tidak sesuai dengan tujuan utama sistem zonasi, yaitu meningkatkan pemerataan dan keadilan dalam mengakses pendidikan serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi persebaran infrastruktur SMPN berdasarkan sistem zonasi PPDB di Kota Bandung. Penelitian ini menerapkan deskriptif kuantitatif serta kualitatif dengan pendekatan analisis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan metode space syntax. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran infrastruktur SMPN di Kota Bandung belum merata, karena masih banyak kecamatan yang tidak terlayani oleh radius zonasi sekolah. Namun, berdasarkan analisis space syntax infrastruktur SMPN di Kota Bandung sudah didukung oleh aksesibilitas jalan yang baik, yang mudah dilalui oleh kendaraan dan pejalan kaki. Dengan tingkat aksesibilitas yang baik ini, siswa di berbagai wilayah di Kota Bandung memiliki kesempatan yang lebih adil untuk mengakses SMPN, sehingga memperkecil kesenjangan akses menuju infrastruktur pendidikan di berbagai kecamatan.
Fulltext Email colleagues
Keywords: Infrastruktur Pendidikan; Persebaran; Zonasi; Aksesibilitas; Space Syntax

Article Metrics:

  1. Almismary, M., & Wahyono, H. (2020). Pengaruh Perkembangan Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Banda Aceh. Pembangunan Wilayah Dan Kota, 16(4), 263–276. https://doi.org/10.14710/pwk.v16i4.25338
  2. Alpikar, A. (2021). Pengaruh sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru dan budaya sekolah terhadap mutu pendidikan. JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia), 6(2), 449. https://doi.org/10.29210/021069jpgi0005
  3. Aurellia, A. (2023). Saran DPRD untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan di Kota Bandung. 27 Jun. https://www.detik.com/jabar/berita/d-6792528/saran-dprd-untuk-tingkatkan-mutu-pendidikan-di-kota-bandung
  4. Putra, G. B. (2022). Teknik Convex Mapping: Analisis Visual Space Syntax yang Bermanfaat bagi Pemula. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 11(2), 71–76. https://doi.org/10.32315/jlbi.v11i2.31
  5. ESCAP. (2019). Enhancing Rural Transport Connectivity to Regional and International Transport Networks in Asia And The Pacific. United Nations
  6. Farawowan, Y., Poli, H., & Mastutie, F. (2020). Kajian Ketersediaan Sarana Pendidikan Di Kawasan Perkotaan Amurang. Spasial, 7(1), 1–10
  7. Fathan, M., Sukmono, A., & Firdaus, H. S. (2019). Analisis Kesesuaian Lahan Komoditas Kehutanan Dan Pertanian Di Wilayah Kabupaten Semarang Dengan Metode Matching. Jurnal Geodesi Undip, 8(3), 8–16. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/geodesi/article/view/24389
  8. Fred, B. L., & Agus, B. S. (2019). Metodologi Penelitian KUantitatif. PRENADAMEDIA GROUP
  9. Gultom, B. J. B., Affrilyno, A., Jati, D. R., & Andi, A. (2022). Finding the Cramped Space in a City: the Accessibility Assessment of Pontianak City Based on the Gridded Population Density. Jurnal Pengembangan Kota, 10(1), 47–56. https://doi.org/10.14710/jpk.10.1.47-56
  10. Hillier, B. (2007). Space Is the Machine: A Configurational Theory of Architecture. (Space Synt)
  11. Hillier, B., & Hanson, J. (1984). The Social Logic of Space. Cambridge University Press
  12. Hillier, B., Burdett, R., Peponis, J., & Penn, A. (1986). Creating Life: Or, Does Architecture Determine Anything? Architecture & Comportement/Architecture & Behaviour, 3(3), 233–250
  13. Iscahyono, A. F., Qolifah, S., & Kameswara, B. (2023). Analisis Kesenjangan Distribusi Ruang Terbuka Hijau Tingkat Pelayanan Kota dan Kecamatan dari Sisi Aksesibilitas dengan Metode Space Syntax (Studi Kasus: Kota Bandung). Jurnal Reka Lingkungan ISSN, ISSN(3), 184–197. http://dx.doi.org/10.26760/rekalingkungan.v11i3.184-197
  14. Iscahyono, A. F., Verreni, M., Rishada, Z., & Kameswara, B. (2024). Kumuh dan Tingkat Aksesibilitas Jalan di Kota Bandung ( Menggunakan Metode Space Syntax). Arsitektur ARCADE, 8(3)
  15. Kemendikbud. (2020). Penerimaan Peserta Didik Berdasarkan Zonasi Pendidikan
  16. Klarqvist, B. (2015). A space syntax glossary. Nordisk Arkitekturforskning, 2, 11–12. https://fenix.tecnico.ulisboa.pt/downloadFile/3779573909551/glossarySS.pdf
  17. Levine, J., Grengs, J., & Merlin, L. A. (2019). FROM MOBILITY TO ACCESSIBILITY Transforming Urban Transportation and Land-Use Planning. In From Mobility to Accessibility. https://doi.org/10.7591/9781501716102
  18. Moleong, L. J. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya
  19. Muazir, S., Lestari, Nurhamsyah, M., Alhamdani, M. R., & Rudiyono. (2022). Pola Sebaran dan Keterpusatan Fasilitas Pendidikan sebagai Pelayanan Publik di Kota Pontianak. Journal of Regional and Rural Development Planning, 6(3), 233–248. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2022.6.3.233-248
  20. Prahasta, E. (2002). Konsep-Konsep Dasar Sistem Informasi Geografis. Informatika
  21. R.F.Saomi, & R.Syafriharti. (2019). Pelayanan Sarana Pendidikan TK, SD dan SMP Berdasarkan Sebarannya (Studi Kasus: Kecamatan Bandung Wetan dan Kecamatan Sumur Bandung). Jurnal Wilayah Dan Kota, 06(02). https://ojs.unikom.ac.id/index.php/wilayahkota/article/view/4747
  22. Sahda, L. (2023). Ambisi Sistem Zonasi PPDB terhadap Keadilan Berujung Tantangan Besar. https://www.its.ac.id/news/2023/08/04/ambisi-sistem-zonasi-ppdb-terhadap-keadilan-berujung-tantangan-besar/
  23. Sandra, P., Akbar, R., & Olivia, D. (2023). Analisis Dampak Studentifikasi Pada Kawasan Pendidikan Sekitar Kampus Universitas Indonesia Depok. Jurnal Pengembangan Kota, 11(2), 202–210. https://doi.org/10.14710/jpk.11.2.202-210
  24. Setiawan, H. R., & Rahaju, T. (2021). Evaluasi Sistem Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tingkat SMP di Kota Surabaya. Publika, 9(4), 491–502. https://doi.org/10.26740/publika.v9n4.p491-502
  25. Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta
  26. Tuncer, E. (2007). Perception and Intelligibility in The Context of Spatial Syntax and Spatial Cognition: Reading an Unfamiliar Place Out of Cognitive Maps. Proceedings 6th International Space Syntax Symposium, 6
  27. Wulandari. (2023). Polemik PPDB Zonasi 2023, Daftar Masalah, dan Fakta-Faktanya. https://tirto.id/polemik-ppdb-zonasi-2023-daftar-masalah-dan-fakta-faktanya-gMZn
  28. Zulkhairil, A. (2020). Pendidikan Kota Bandung Belum Merata, Masalah PPDB Masih Itu-Itu Saja. 29 Juni. https://jabar.idntimes.com/news/jabar/azzis-zilkhairil/pendidikan-kota-bandung-belum-merata-masalah-ppdb-masih-itu-itu-saja?page=all

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-03-31 15:31:00

No citation recorded.