skip to main content

Persebaran Fasilitas Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Negeri dan Keterjangkauannya terhadap Kawasan Permukiman di Kota Bandung

*Achmad Fauzan Iscahyono orcid scopus publons  -  Institut Teknologi Nasional Bandung, Indonesia
Siti Calulla Putri  -  Institut Teknologi Nasional Bandung, Indonesia
Nur Diana Safitri orcid scopus  -  Institut Teknologi Bandung, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berfungsi untuk meningkatkan pemerataan akses pendidikan, namun masih menghadapi permasalahan berupa ketimpangan distribusi sekolah dan keterjangkauan layanan pendidikan di kawasan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persebaran fasilitas pendidikan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dan keterjangkauannya terhadap kawasan permukiman di Kota Bandung berdasarkan jaringan jalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengidentifikasi jangkauan pelayanan sekolah serta analisis space syntax untuk mengukur aksesibilitas jaringan jalan melalui indikator connectivity, integration, dan intelligibility. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran fasilitas pendidikan SMPN di Kota Bandung masih belum merata. Hal ini ditunjukkan dengan masih terdapatnya wilayah yang belum terlayani oleh radius zonasi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh konsentrasi fasilitas Pendidikan SMPN yang masih terpusat pada wilayah tertentu serta adanya kecamatan yang belum memiliki SMPN. Namun, fasilitas pendidikan SMPN telah didukung oleh jaringan jalan yang memiliki tingkat keterhubungan dan aksesibilitas yang baik. Temuan ini menunjukkan bahwa keterjangkauan fasilitas pendidikan tidak hanya dipengaruhi oleh persebaran lokasi SMPN, tetapi dipengaruhi juga oleh struktur jaringan jalan yang memengaruhi kemudahan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan.
Keywords: Fasilitas Pendidikan; Persebaran Spasial; Keterjangkauan; Permukiman; Space Syntax

Article Metrics:

  1. Almismary, M., & Wahyono, H. (2020). Pengaruh Perkembangan Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Banda Aceh. Pembangunan Wilayah Dan Kota, 16(4), 263–276
  2. Alpikar, A. (2021). Pengaruh Sistem Zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru dan Budaya Sekolah terhadap Mutu Pendidikan. JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia), 6(2), 449. https://doi.org/10.29210/021069jpgi0005
  3. Aurellia, A. (2023). Saran DPRD untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan di Kota Bandung. 27 Jun
  4. Putra, B. G., (2022). Teknik Convex Mapping: Analisis Visual Space Syntax yang Bermanfaat bagi Pemula. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 11(2), 71–76. https://doi.org/10.32315/jlbi.v11i2.31
  5. Christaller, W. (1966). Central Places in Southern Germany. New Jersey: Prentice-Hall
  6. ESCAP. (2019). Enhancing Rural Transport Connectivity to Regional and International Transport Networks in Asia And The Pacific. United Nations
  7. Farawowan, Y., Poli, H., & Mastutie, F. (2020). Kajian Ketersediaan Sarana Pendidikan Di Kawasan Perkotaan Amurang. Spasial, 7(1), 1–10
  8. Fathan, M., Sukmono, A., & Firdaus, H. S. (2019). Analisis Kesesuaian Lahan Komoditas Kehutanan Dan Pertanian Di Wilayah Kabupaten Semarang Dengan Metode Matching. Jurnal Geodesi Undip, 8(3), 8–16
  9. Fred, B. L., & Agus, B. S. (2019). Metodologi Penelitian KUantitatif. PRENADAMEDIA GROUP
  10. Gultom, B. J. B., Affrilyno, A., Jati, D. R., & Andi, A. (2022). Finding the Cramped Space in a City: the Accessibility Assessment of Pontianak City Based on the Gridded Population Density. Jurnal Pengembangan Kota, 10(1), 47–56. https://doi.org/10.14710/jpk.10.1.47-56
  11. Hansen, W. G. (1959). How Accessibility Shapes Land Use. Journal of the American Institute of Planners, 25(2), 73–76
  12. Hillier, B. (2007). Space Is the Machine: A Configurational Theory of Architecture. (Space Synt)
  13. Hillier, B., Burdett, R., Peponis, J., & Penn, A. (1987). Creating Life: Or, Does Architecture Determine Anything? Architecture & Comportement/Architecture & Behaviour, 3(3), 233–250
  14. Hillier, B., & Hanson, J. (1989). The Social Logic of Space. Cambridge University Press
  15. Iscahyono, A. F., Verreni, M., Rishada, Z., & Kameswara, B. (2024). Kumuh dan Tingkat Aksesibilitas Jalan di Kota Bandung ( Menggunakan Metode Space Syntax). Arsitektur ARCADE, 8(3)
  16. Kemendikbud. (2020). Penerimaan Peserta Didik Berdasarkan Zonasi Pendidikan
  17. Klarqvist, B. (2015). A space syntax glossary. Nordisk Arkitekturforskning, 2, 11–12
  18. Levine, J., Grengs, J., & Merlin, L. (2019). From Mobility to Accessibility: Transforming Urban Transportation and Land-Use Planning. Cornell University Press. https://doi.org/https://doi.org/10.7591/9781501716102
  19. Moleong, L. J. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya
  20. Muazir, S., Lestari, Nurhamsyah, M., Alhamdani, M. R., & Rudiyono. (2022). Pola Sebaran dan Keterpusatan Fasilitas Pendidikan sebagai Pelayanan Publik di Kota Pontianak. Journal of Regional and Rural Development Planning, 6(3), 233–248. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2022.6.3.233-248
  21. Muhaimin, A. A., Gamal, A., Setianto, M. A. S., & Larasati, W. L. (2022). The Spatial Justice of School Distribution in Jakarta. Heliyon, 8(11). https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2022.e11369
  22. Prahasta, E. (2002). Konsep-Konsep Dasar Sistem Informasi Geografis. Informatika
  23. Sahda, L. (2023). Ambisi Sistem Zonasi PPDB terhadap Keadilan Berujung Tantangan Besar
  24. Sakti, A. D., Rahadianto, M. A. E., Pradhan, B., Muhammad, H. N., Andani, I. G. A., Sarli, P. W., Abdillah, M. R., Anggraini, T. S., Purnomo, A. D., Ridwana, R., Yulianto, F., Manessa, M. D. M., Fauziyyah, A. N., Yayusman, L. F., & Wikantika, K. (2022). School Location Analysis by Integrating the Accessibility, Natural and Biological Hazards to Support Equal Access to Education. ISPRS International Journal of Geo-Information, 11(1), 12
  25. Sandra, P., Akbar, R., & Olivia, D. (2023). Analisis Dampak Studentifikasi Pada Kawasan Pendidikan Sekitar Kampus Universitas Indonesia Depok. Jurnal Pengembangan Kota, 11(2), 202–210. https://doi.org/10.14710/jpk.11.2.202-210
  26. Sari, D. P., Kurniadi, F., Wibowo, T., & Bayu, C. (2024). Study of space configuration in the Directorate Building of Politeknik Negeri Pontianak using the space syntax analysis approach. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1351(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/1351/1/012008
  27. Setiawan, H. R., & Rahaju, T. (2021). Evaluasi Sistem Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tingkat SMP di Kota Surabaya. Publika, 9(4), 491–502. https://doi.org/10.26740/publika.v9n4.p491-502
  28. Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta
  29. Tuncer, E. (2007). Perception and Intelligibility in The Context of Spatial Syntax and Spatial Cognition: Reading an Unfamiliar Place Out of Cognitive Maps. Proceedings 6th International Space Syntax Symposium, 6
  30. Weber, A. (1929). Theory of the Location of Industries. University of Chicago Press
  31. Widayanti, T., Sari, R. M., & Perdana, A. M. P. (2025). Spatial Analysis of the Distribution of Educational Facilities in Central Lampung Regency, Lampung Province, Indonesia. Ensiklopedia : Jurnal Pendidikan Dan Inovasi Pembelajaran Saburai, 5(01), 24–31. https://doi.org/https://doi.org/10.24967/esp.v5i01.4035
  32. Wulandari. (2023). Polemik PPDB Zonasi 2023, Daftar Masalah, dan Fakta-Faktanya
  33. Zulkhairil, A. (2020). Pendidikan Kota Bandung Belum Merata, Masalah PPDB Masih Itu-Itu Saja. 29 Juni

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-05-13 09:44:47

No citation recorded.